Butuh modal usaha tapi takut terjerat bunga tinggi? Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI hadir sebagai solusi paling realistis untuk jutaan pelaku UMKM di Indonesia.
Memasuki tahun 2026, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian resmi menetapkan bunga KUR flat 6% per tahun untuk semua jenis pengajuan — tanpa lagi sistem berjenjang seperti tahun-tahun sebelumnya. Kabar baiknya, untuk plafon hingga Rp100 juta, agunan tambahan tidak diperlukan.
Nah, banyak yang mengira proses pengajuan KUR BRI itu ribet dan harus bolak-balik ke bank. Faktanya, per 2026 pendaftaran sudah bisa dilakukan secara online lewat HP. Simak panduan lengkap dari iuwashtangguh.or.id berikut ini untuk memahami tabel cicilan, syarat pengajuan, hingga tips agar lolos verifikasi.
Apa Itu KUR BRI dan Mengapa Jadi Pilihan Utama UMKM?

Sebelum membahas tabel cicilan dan syarat pengajuan, penting untuk memahami terlebih dahulu apa sebenarnya program KUR BRI dan mengapa skema pembiayaan ini menjadi favorit pelaku usaha kecil.
Definisi dan Tujuan Program
KUR atau Kredit Usaha Rakyat merupakan program pembiayaan bersubsidi dari pemerintah yang disalurkan melalui perbankan. Program ini ditujukan khusus untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang membutuhkan modal kerja atau investasi.
Berbeda dengan kredit komersial, bunga KUR sebagian ditanggung pemerintah sehingga cicilan jauh lebih ringan. Bank BRI sebagai bank dengan jaringan terluas di Indonesia menjadi tulang punggung penyaluran program ini.
Berdasarkan data Kemenko Perekonomian, BRI menyalurkan lebih dari 50% total kuota KUR nasional setiap tahunnya. Dengan lebih dari 8.000 unit kerja yang tersebar hingga pelosok desa, aksesibilitas menjadi keunggulan utama yang sulit ditandingi.
Keunggulan KUR BRI Dibanding Bank Penyalur Lain
Meski KUR disalurkan oleh puluhan bank, BRI memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya menjadi pilihan utama:
- Jaringan kantor terluas hingga tingkat desa (BRI Unit dan Teras BRI)
- Proses pengajuan bisa dilakukan online via aplikasi BRImo
- Mantri BRI yang memahami karakteristik usaha lokal
- Kuota penyaluran terbesar dibanding bank lain
- Proses survei dan pencairan relatif cepat
Untuk gambaran lengkap tentang berbagai jenis KUR di Indonesia, termasuk perbandingan antar bank penyalur, bisa dipelajari sebagai referensi tambahan.
Aturan Terbaru KUR 2026 Berdasarkan Permenko No. 7/2025
Pemerintah melakukan beberapa perubahan signifikan pada kebijakan KUR yang berlaku mulai Januari 2026. Pemahaman terhadap aturan terbaru ini penting agar tidak salah ekspektasi saat mengajukan pinjaman.
Bunga Flat 6% untuk Semua Pengajuan
Kabar gembira untuk pelaku UMKM — mulai 2026, suku bunga KUR ditetapkan seragam 6% per tahun (flat) untuk seluruh jenis pengajuan.
Aturan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menerapkan sistem berjenjang. Sebelumnya, bunga 6% hanya berlaku untuk pinjaman pertama, kemudian naik bertahap menjadi 7% (kedua), 8% (ketiga), hingga 9% (keempat dan seterusnya).
Perubahan kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR. Artinya, mau pinjam untuk pertama kali atau sudah kesekian kali, bunga tetap 6%.
Penghapusan Batas Frekuensi Pinjaman
Perubahan lain yang menguntungkan adalah penghapusan batas frekuensi pengajuan KUR.
Aturan lama membatasi pelaku UMKM sektor perdagangan hanya bisa mengakses KUR maksimal dua kali, sedangkan sektor produksi empat kali. Per 2026, batasan ini dihapus — pelaku usaha bisa mengajukan berulang kali tanpa batas frekuensi.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan perubahan ini bertujuan agar UMKM bisa terus berkembang hingga benar-benar mandiri. Informasi ini dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah terbaru, sehingga disarankan untuk selalu mengonfirmasi ke kantor cabang BRI terdekat.
Jenis-Jenis KUR BRI dan Batas Plafon Masing-Masing
Bank BRI menyediakan tiga jenis KUR dengan karakteristik berbeda sesuai kebutuhan dan skala usaha. Pemilihan jenis KUR yang tepat sangat menentukan kelancaran proses pengajuan.
| Jenis KUR | Plafon | Bunga/Tahun | Tenor Maks. | Agunan |
|---|---|---|---|---|
| KUR Super Mikro | Maks. Rp10 juta | 6% | 3-5 tahun | Tidak Wajib |
| KUR Mikro | Rp10 juta – Rp100 juta | 6% | 4-5 tahun | Tidak Wajib |
| KUR Kecil | Rp100 juta – Rp500 juta | 6% | 4-5 tahun | Wajib |
KUR Super Mikro (Hingga Rp10 Juta)
KUR Super Mikro dirancang untuk usaha pemula atau skala sangat kecil. Plafon maksimal Rp10 juta dengan tenor hingga 3 tahun untuk modal kerja dan 5 tahun untuk investasi.
Keunggulan utama jenis ini adalah persyaratan paling ringan. Tidak mensyaratkan minimal lama usaha 6 bulan bagi peserta pelatihan atau pendampingan usaha dari lembaga resmi seperti Rumah BUMN.
Agunan tambahan juga tidak diperlukan — cukup usaha yang dibiayai sebagai jaminan.
KUR Mikro (Rp10 Juta – Rp100 Juta)
KUR Mikro menjadi jenis yang paling banyak diminati pelaku UMKM. Plafon berkisar antara Rp10 juta hingga Rp100 juta dengan tenor maksimal 4 tahun (modal kerja) atau 5 tahun (investasi).
Sama seperti KUR Super Mikro, jenis ini tidak memerlukan jaminan tambahan. Syarat utamanya adalah usaha sudah berjalan minimal 6 bulan dan memiliki Surat Keterangan Usaha atau NIB.
KUR Kecil (Rp100 Juta – Rp500 Juta)
Bagi usaha yang sudah berkembang dan membutuhkan modal lebih besar, KUR Kecil menyediakan plafon Rp100 juta hingga Rp500 juta.
Berbeda dengan dua jenis sebelumnya, KUR Kecil mensyaratkan agunan tambahan berupa sertifikat tanah, BPKB kendaraan, atau deposito. Selain itu, calon debitur wajib terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan (minimal program JKK dan JKM).
Tabel Angsuran KUR BRI 2026 Lengkap Semua Plafon
Mengetahui besaran cicilan sejak awal sangat penting untuk perencanaan cash flow usaha. Berikut tabel angsuran lengkap dengan suku bunga flat 6% per tahun berdasarkan kategori plafon.
Untuk pembahasan lebih detail tentang simulasi dan cara menghitung angsuran KUR, termasuk rumus perhitungannya, bisa dijadikan referensi tambahan.
Simulasi Angsuran KUR Super Mikro
Tabel berikut menampilkan estimasi cicilan untuk plafon Rp1 juta hingga Rp10 juta dengan berbagai pilihan tenor.
| Plafon | 12 Bulan | 24 Bulan | 36 Bulan |
|---|---|---|---|
| Rp1.000.000 | Rp88.333 | Rp46.667 | Rp32.778 |
| Rp3.000.000 | Rp265.000 | Rp140.000 | Rp98.333 |
| Rp5.000.000 | Rp441.667 | Rp233.333 | Rp163.889 |
| Rp10.000.000 | Rp883.333 | Rp466.667 | Rp327.778 |
Angsuran KUR Super Mikro sangat ringan — bahkan untuk plafon Rp10 juta dengan tenor 36 bulan, cicilan hanya sekitar Rp327 ribu per bulan.
Simulasi Angsuran KUR Mikro
Berikut estimasi cicilan untuk plafon Rp10 juta hingga Rp100 juta yang menjadi kategori paling diminati.
| Plafon | 12 Bulan | 24 Bulan | 36 Bulan | 48 Bulan |
|---|---|---|---|---|
| Rp15.000.000 | Rp1.325.000 | Rp700.000 | Rp491.667 | Rp387.500 |
| Rp25.000.000 | Rp2.208.333 | Rp1.166.667 | Rp819.444 | Rp645.833 |
| Rp50.000.000 | Rp4.416.667 | Rp2.333.333 | Rp1.638.889 | Rp1.291.667 |
| Rp75.000.000 | Rp6.625.000 | Rp3.500.000 | Rp2.458.333 | Rp1.937.500 |
| Rp100.000.000 | Rp8.833.333 | Rp4.666.667 | Rp3.277.778 | Rp2.583.333 |
Untuk pinjaman Rp50 juta dengan tenor 36 bulan, cicilan per bulan sekitar Rp1,6 juta — angka yang masih terjangkau untuk usaha dengan omzet Rp5-10 juta per bulan.
Simulasi Angsuran KUR Kecil
Kategori ini untuk plafon Rp100 juta ke atas. Perlu diingat bahwa agunan tambahan menjadi syarat wajib.
| Plafon | 24 Bulan | 36 Bulan | 48 Bulan | 60 Bulan |
|---|---|---|---|---|
| Rp150.000.000 | Rp7.000.000 | Rp4.916.667 | Rp3.875.000 | Rp3.250.000 |
| Rp200.000.000 | Rp9.333.333 | Rp6.555.556 | Rp5.166.667 | Rp4.333.333 |
| Rp300.000.000 | Rp14.000.000 | Rp9.833.333 | Rp7.750.000 | Rp6.500.000 |
| Rp400.000.000 | Rp18.666.667 | Rp13.111.111 | Rp10.333.333 | Rp8.666.667 |
| Rp500.000.000 | Rp23.333.333 | Rp16.388.889 | Rp12.916.667 | Rp10.833.333 |
Seluruh tabel di atas merupakan simulasi berdasarkan suku bunga flat 6% per tahun. Angka aktual dapat berbeda tergantung kebijakan masing-masing cabang BRI dan tanggal pencairan kredit.
Syarat Pengajuan KUR BRI 2026
Memahami persyaratan sejak awal akan menghemat waktu dan menghindari penolakan di tahap verifikasi. Berikut kriteria lengkap yang harus dipenuhi berdasarkan Permenko No. 7/2025.
Syarat Umum Semua Jenis KUR
Persyaratan dasar ini berlaku untuk semua jenis KUR BRI, baik Super Mikro, Mikro, maupun Kecil:
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah
- Maksimal 65 tahun saat kredit jatuh tempo
- Memiliki usaha produktif yang sudah berjalan minimal 6 bulan
- Tidak sedang menerima kredit produktif dari perbankan lain (kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, kartu kredit)
- Usaha berlokasi di wilayah Indonesia
- Memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha) atau Surat Keterangan Usaha dari RT/RW/Kelurahan
Khusus untuk KUR Super Mikro, persyaratan minimal usaha 6 bulan bisa dikecualikan bagi peserta pelatihan atau pendampingan usaha dari lembaga resmi.
Dokumen yang Harus Disiapkan
Kelengkapan dokumen menjadi faktor krusial dalam proses pengajuan. Berikut daftar dokumen berdasarkan jenis KUR:
Dokumen Wajib (Semua Jenis KUR):
- KTP asli dan fotokopi (masih berlaku)
- Kartu Keluarga (KK) fotokopi
- Surat Keterangan Usaha dari RT/RW/Kelurahan atau NIB
- Pas foto 3×4 (2 lembar)
- Foto lokasi usaha (tampak luar dan dalam)
Dokumen Tambahan (Plafon > Rp50 Juta):
- NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
- Laporan keuangan sederhana atau catatan omzet usaha
Dokumen Tambahan (KUR Kecil Rp100-500 Juta):
- NIB atau SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)
- Bukti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan
- Dokumen agunan (sertifikat tanah, BPKB, atau bilyet deposito)
Bagi yang belum memiliki Surat Keterangan Usaha, bisa mengurus terlebih dahulu dengan panduan cara membuat SKU untuk KUR BRI.
Ketentuan Agunan Berdasarkan Plafon
Isu seputar jaminan KUR kerap membingungkan calon debitur. Berikut klarifikasinya berdasarkan regulasi resmi:
| Plafon Pinjaman | Agunan Tambahan | Keterangan |
|---|---|---|
| ≤ Rp10 juta (Super Mikro) | Tidak Wajib | Agunan cukup usaha yang dibiayai |
| Rp10 juta – Rp100 juta (Mikro) | Tidak Wajib | Agunan cukup usaha yang dibiayai |
| Rp100 juta – Rp500 juta (Kecil) | Wajib | Sertifikat tanah/bangunan, BPKB, atau deposito |
Jika ada oknum yang meminta jaminan untuk plafon di bawah Rp100 juta, hal tersebut bertentangan dengan Permenko No. 7/2025 dan bisa dilaporkan ke OJK atau Kementerian UMKM.
Cara Mengajukan KUR BRI Online dan Offline
Pengajuan KUR BRI bisa dilakukan melalui tiga metode — online via aplikasi BRImo, website resmi, atau langsung ke kantor cabang. Pilih cara yang paling nyaman sesuai kondisi masing-masing.
Untuk panduan lebih detail dengan screenshot langkah demi langkah, bisa merujuk ke artikel syarat dan cara daftar KUR BRI 2026.
Pengajuan via BRImo
Pengajuan melalui aplikasi BRImo menjadi cara paling praktis karena bisa dilakukan kapan saja tanpa perlu ke kantor cabang. Pastikan sudah memiliki rekening BRI aktif dan aplikasi BRImo terinstall.
- Buka aplikasi BRImo dan login dengan PIN atau fingerprint
- Pilih menu “Pinjaman” di halaman utama
- Pilih “Ajukan Pinjaman” kemudian pilih “KUR”
- Pilih jenis KUR yang sesuai (Super Mikro, Mikro, atau Kecil)
- Isi data diri sesuai KTP — pastikan tidak ada kesalahan ketik
- Isi data usaha meliputi nama usaha, jenis usaha, alamat lengkap, dan perkiraan omzet
- Unggah foto dokumen yang diminta (KTP, KK, SKU/NIB, foto lokasi usaha)
- Tentukan jumlah pinjaman dan tenor yang diinginkan
- Review seluruh data dan klik “Submit”
Setelah pengajuan terkirim, status bisa dipantau melalui fitur cek status pengajuan KUR online di aplikasi yang sama.
Pengajuan via Website kur.bri.co.id
Bagi yang tidak memiliki aplikasi BRImo atau lebih nyaman menggunakan laptop, pengajuan bisa dilakukan melalui website resmi.
- Buka browser dan akses kur.bri.co.id
- Klik menu “Ajukan Pinjaman”
- Pilih jenis KUR yang diinginkan
- Daftar akun baru dengan memasukkan NIK dan nomor HP aktif
- Verifikasi akun melalui OTP yang dikirim ke nomor HP
- Login dan lengkapi formulir pengajuan
- Unggah scan dokumen persyaratan (format JPG/PNG, maksimal 2MB per file)
- Pilih unit kerja BRI terdekat sebagai lokasi survei
- Submit pengajuan dan simpan nomor registrasi
Pengajuan di Kantor Cabang
Pengajuan langsung ke kantor cabang cocok bagi yang ingin berkonsultasi tatap muka atau membutuhkan pendampingan dalam mengisi formulir.
- Kunjungi kantor cabang BRI, BRI Unit, atau Teras BRI terdekat
- Ambil nomor antrean untuk layanan kredit
- Sampaikan maksud untuk mengajukan KUR kepada Customer Service atau Mantri
- Serahkan dokumen persyaratan yang sudah disiapkan
- Isi formulir pengajuan yang diberikan petugas
- Petugas akan memverifikasi kelengkapan berkas
- Jika berkas lengkap, pengajuan akan diproses dan dijadwalkan survei
Sebelum datang, pastikan kuota KUR di wilayah tersebut masih tersedia dengan menelepon kantor cabang terlebih dahulu.
Proses Verifikasi hingga Pencairan Dana
Setelah pengajuan masuk sistem, ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum dana cair ke rekening. Berikut timeline estimasi prosesnya:
| Tahap | Kegiatan | Estimasi Waktu |
|---|---|---|
| 1 | Verifikasi Dokumen | 1-3 hari kerja |
| 2 | Pengecekan SLIK OJK | 1-2 hari kerja |
| 3 | Survei Lokasi Usaha | 3-7 hari kerja |
| 4 | Analisis Kelayakan | 2-5 hari kerja |
| 5 | Keputusan Kredit | 1-2 hari kerja |
| 6 | Pencairan Dana | 1-3 hari kerja |
Total estimasi waktu dari pengajuan hingga pencairan sekitar 7-21 hari kerja, tergantung kompleksitas pengajuan dan antrean di unit kerja masing-masing. Data estimasi ini berdasarkan standar operasional BRI dan dapat berbeda di setiap wilayah.
Saat survei, Mantri BRI akan memeriksa keberadaan fisik usaha, kesesuaian data dengan dokumen pengajuan, kondisi usaha dan estimasi omzet, serta karakter dan itikad baik calon debitur. Jujur dan transparan saat wawancara sangat menentukan hasil analisis.
Tips Agar Pengajuan KUR Disetujui
Berdasarkan data penyebab pengajuan KUR ditolak, berikut strategi agar peluang approval semakin besar:
Persiapan Sebelum Pengajuan:
- Cek SLIK OJK mandiri melalui idebku.ojk.go.id — pastikan tidak ada catatan kredit bermasalah. Ketahui lebih lanjut soal pengecekan BI Checking untuk KUR
- Lunasi tunggakan jika ada cicilan yang menunggak di lembaga keuangan manapun
- Siapkan rekening BRI aktif dengan riwayat transaksi rutin
Saat Pengajuan:
- Data harus konsisten — nama, NIK, dan alamat di semua dokumen harus sama persis
- Ajukan plafon realistis sesuai omzet dan kemampuan bayar, bukan berdasarkan keinginan
- Dokumen jelas dan terbaca — foto dokumen tidak buram
Saat Survei:
- Pastikan usaha aktif dan bisa dikunjungi saat jadwal survei
- Siapkan bukti aktivitas usaha seperti nota penjualan, stok barang, atau bukti transaksi
- Jujur saat wawancara dengan Mantri BRI
Timing Pengajuan:
- Ajukan di awal tahun atau awal bulan saat kuota masih tersedia
- Hindari akhir tahun anggaran (November-Desember) karena kuota biasanya sudah menipis
Jika setelah kredit berjalan ternyata butuh tambahan modal, ada opsi perpanjangan atau top up KUR. Sebaliknya, jika ingin melunasi lebih awal untuk menghemat bunga, bisa mempelajari cara menghitung pelunasan KUR sebelum jatuh tempo.
Waspada Penipuan dan Kontak Resmi
Maraknya penipuan mengatasnamakan KUR BRI harus diwaspadai. Berikut ciri-ciri modus yang sering terjadi dan kontak resmi untuk verifikasi.
Ciri-Ciri Penipuan KUR:
- Menawarkan pinjaman via WhatsApp atau media sosial dari akun tidak resmi
- Menjanjikan pencairan instan tanpa survei
- Meminta transfer biaya administrasi di awal sebelum pencairan
- Meminta data sensitif seperti PIN, OTP, atau password
- Menggunakan website selain kur.bri.co.id
Cara Melindungi Diri:
- Ajukan KUR hanya melalui kantor cabang BRI, aplikasi BRImo, atau website kur.bri.co.id
- Jangan pernah memberikan PIN, OTP, atau password kepada siapapun
- Verifikasi informasi melalui Call Center resmi sebelum mengambil tindakan
- Abaikan tawaran pinjaman dari sumber tidak jelas
Kontak Resmi Bank BRI:
| Layanan | Kontak | Keterangan |
|---|---|---|
| Call Center BRI | 14017 atau (021) 1500-017 | 24 jam (berbayar sesuai tarif operator) |
| WhatsApp Sabrina | 0812-1214-017 | Chatbot + Live Agent (gratis) |
| Email Pengaduan | [email protected] | Respon 1×24 jam kerja |
| Website KUR BRI | kur.bri.co.id | |
| Instagram Resmi | @bankbri_id ✓ | Akun verified (centang biru) |
Alamat Kantor Pusat BRI: Gedung BRI I, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 44-46, Jakarta 10210 Telepon: (021) 2510244, 2510254, 2510264
Kontak Pengaduan Lembaga Terkait:
| Instansi | Kontak | Keperluan |
|---|---|---|
| OJK (Otoritas Jasa Keuangan) | 157 atau [email protected] | Pengaduan layanan perbankan |
| Kementerian UMKM | kemenkopukm.go.id | Pengaduan program KUR |
| LAPOR! | 1708 atau lapor.go.id | Pengaduan pelayanan publik |
Penutup
Mengajukan KUR BRI di 2026 bisa dilakukan melalui tiga cara — online lewat aplikasi BRImo, via website kur.bri.co.id, atau langsung ke kantor cabang terdekat. Dengan bunga flat 6% per tahun dan plafon hingga Rp500 juta, program ini menjadi solusi modal usaha yang paling realistis untuk pelaku UMKM.
Seluruh informasi dalam artikel iuwashtangguh.or.id disusun berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR dan kebijakan resmi Bank BRI per Januari 2026.
Ketentuan plafon, suku bunga, persyaratan, dan prosedur dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah, sehingga disarankan untuk mengonfirmasi langsung ke kantor cabang BRI terdekat atau menghubungi Call Center 14017 sebelum mengajukan.
Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Semoga pengajuan KUR berjalan lancar dan usaha semakin berkembang!
FAQ
Bunga KUR BRI 2026 ditetapkan flat 6% per tahun untuk semua jenis pengajuan berdasarkan Permenko No. 7/2025. Berbeda dengan aturan sebelumnya yang berjenjang, kini tidak ada kenaikan bunga meski sudah pernah mengajukan KUR sebelumnya.
Plafon KUR BRI tanpa jaminan tambahan maksimal Rp100 juta (kategori KUR Mikro). Untuk plafon di atas Rp100 juta hingga Rp500 juta (KUR Kecil), bank mensyaratkan agunan berupa sertifikat tanah, BPKB, atau deposito sesuai ketentuan.
Ya, pengajuan KUR BRI bisa dilakukan secara online melalui aplikasi BRImo atau website kur.bri.co.id. Syaratnya harus memiliki rekening BRI aktif. Proses pengajuan online sama validnya dengan pengajuan langsung ke kantor cabang.
Proses dari pengajuan hingga pencairan memakan waktu sekitar 7-21 hari kerja. Tahapannya meliputi verifikasi dokumen, pengecekan SLIK OJK, survei lokasi usaha, analisis kelayakan, keputusan kredit, dan pencairan dana. Waktu bisa lebih cepat atau lambat tergantung kompleksitas pengajuan.
Dokumen wajib meliputi KTP asli dan fotokopi, Kartu Keluarga (KK), Surat Keterangan Usaha atau NIB, pas foto 3×4 (2 lembar), dan foto lokasi usaha. Untuk plafon di atas Rp50 juta ditambah NPWP. Untuk KUR Kecil (Rp100-500 juta) ditambah bukti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan dokumen agunan.
Syarat umum adalah usaha sudah berjalan minimal 6 bulan. Namun untuk KUR Super Mikro (plafon maks. Rp10 juta), persyaratan ini bisa dikecualikan bagi peserta pelatihan atau pendampingan usaha dari lembaga resmi seperti Rumah BUMN atau Program Prakerja.
Bisa, dengan syarat sudah berusia minimal 21 tahun. Jika belum berusia 21 tahun namun sudah menikah, pengajuan KUR tetap bisa dilakukan dengan melampirkan buku nikah sebagai bukti. Batas usia maksimal adalah 65 tahun saat kredit jatuh tempo.
Dengan suku bunga 6% flat per tahun, angsuran KUR BRI Rp50 juta adalah: Rp4.416.667/bulan (tenor 12 bulan), Rp2.333.333/bulan (24 bulan), Rp1.638.889/bulan (36 bulan), atau Rp1.291.667/bulan (48 bulan). Angka ini merupakan simulasi dan dapat berbeda di setiap cabang.
KUR diperuntukkan bagi pelaku usaha produktif, bukan karyawan. Namun jika seorang karyawan juga memiliki usaha sampingan yang sudah berjalan minimal 6 bulan, maka bisa mengajukan KUR untuk usaha sampingan tersebut. Untuk kebutuhan pinjaman karyawan, BRI menyediakan produk lain seperti Briguna Karya.
Penolakan biasanya disebabkan riwayat kredit bermasalah di SLIK OJK, dokumen tidak lengkap, usaha belum 6 bulan, atau kuota di wilayah sudah habis. Langkah pertama adalah mengetahui alasan spesifik penolakan dengan menghubungi Mantri BRI, kemudian perbaiki kekurangan sebelum mengajukan ulang.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













