Perbankan

Apakah KUR BRI Butuh Jaminan? Ini Penjelasan dan Aturan Resmi Agunan

Fadhly Ramadan
×

Apakah KUR BRI Butuh Jaminan? Ini Penjelasan dan Aturan Resmi Agunan

Sebarkan artikel ini
Apakah KUR BRI Butuh Jaminan? Ini Penjelasan dan Aturan Resmi Agunan
Apakah KUR BRI Butuh Jaminan? Ini Penjelasan dan Aturan Resmi Agunan

Beredar kabar di media sosial bahwa pengajuan (KUR) di Bank BRI sepenuhnya bebas agunan. Benarkah demikian?

Faktanya, klaim tersebut tidak sepenuhnya akurat. Berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR, pengajuan pinjaman dengan plafon hingga Rp100 juta memang tidak memerlukan agunan tambahan. Namun, untuk plafon di atas Rp100 juta, jaminan tetap menjadi syarat wajib.

Nah, artikel ini akan mengupas tuntas aturan agunan KUR BRI yang berlaku per Januari 2026. Mulai dari dasar hukum, jenis KUR yang bebas jaminan, hingga solusi bagi yang tidak memiliki aset untuk diagunkan — semua dibahas berdasarkan regulasi resmi pemerintah dan kebijakan Bank BRI.

Dasar Hukum Agunan KUR 2026

Ketentuan agunan dalam program KUR diatur secara tegas oleh pemerintah melalui regulasi yang berlaku nasional. Setiap bank penyalur, termasuk BRI, wajib mengikuti aturan ini tanpa pengecualian.

Berikut landasan hukum yang mengatur tentang agunan KUR:

  • Permenko Perekonomian Nomor 7 Tahun 2025 — Pedoman Pelaksanaan KUR terbaru yang berlaku efektif Januari 2026
  • Permenko Perekonomian Nomor 1 Tahun 2023 — Aturan sebelumnya yang menjadi acuan dasar kebijakan agunan
  • Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2024 — Penguatan program KUR sebagai prioritas nasional

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan komitmen pemerintah soal agunan dalam konferensi pers akhir 2025. Pihaknya menyatakan bahwa pengajuan KUR dengan plafon di bawah Rp100 juta tidak boleh dikenakan agunan tambahan oleh bank penyalur manapun.

Jadi, jika ada oknum yang meminta jaminan untuk pinjaman di bawah Rp100 juta, hal tersebut merupakan pelanggaran regulasi yang bisa dilaporkan ke Kementerian UMKM atau OJK.

Jenis KUR yang Tidak Wajib Agunan

Pemerintah merancang program KUR dengan prinsip kemudahan akses bagi pelaku usaha kecil yang belum memiliki aset berharga. Beberapa jenis KUR memang sengaja dibebaskan dari kewajiban agunan tambahan.

KUR Super Mikro

KUR Super Mikro merupakan skema pembiayaan dengan plafon maksimal Rp10 juta per debitur. ini menyasar usaha pemula, ibu rumah tangga yang berusaha, pekerja terdampak PHK, dan alumni Program Prakerja.

Keunggulan KUR Super Mikro:

  • Tidak memerlukan agunan tambahan sama sekali
  • Tidak mensyaratkan minimal lama usaha 6 bulan
  • Bunga flat 6% per tahun sesuai kebijakan 2026
  • Bebas biaya administrasi dan provisi

Bagi calon debitur yang belum memiliki usaha selama 6 bulan, persyaratan tambahan berupa keikutsertaan dalam pelatihan atau pendampingan usaha tetap berlaku.

KUR Mikro

KUR Mikro dengan plafon di atas Rp10 juta hingga Rp100 juta menjadi produk yang paling banyak diajukan pelaku UMKM. Berdasarkan Permenko Nomor 7 Tahun 2025, seluruh pengajuan dalam rentang plafon ini bebas dari kewajiban agunan tambahan.

Agunan utama KUR Mikro adalah usaha itu sendiri atau objek yang dibiayai. Artinya, bank menilai kelayakan berdasarkan kondisi usaha, bukan berdasarkan aset yang dijaminkan.

Perlu dicatat, meskipun regulasi tidak mewajibkan agunan, beberapa unit kerja BRI mungkin tetap meminta jaminan sebagai pertimbangan internal. Jika hal ini terjadi untuk plafon di bawah Rp100 juta, debitur berhak mengajukan keberatan dengan merujuk pada aturan pemerintah yang berlaku.

Jenis KUR yang Wajib Agunan

Untuk yang lebih besar, agunan tambahan menjadi syarat mutlak. Kebijakan ini diterapkan sebagai mitigasi risiko kredit bagi bank penyalur.

KUR Kecil (Plafon di Atas Rp100 Juta)

KUR Kecil dengan plafon Rp100 juta hingga Rp500 juta mensyaratkan agunan tambahan sesuai kebijakan masing-masing bank penyalur. Selain itu, calon debitur juga wajib terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Nilai agunan yang diminta biasanya disesuaikan dengan besaran plafon yang diajukan. Semakin besar pinjaman, semakin tinggi pula nilai jaminan yang diperlukan.

Berikut perbandingan kewajiban agunan berdasarkan jenis-jenis KUR yang tersedia:

Jenis KUR Plafon Agunan Tambahan Bunga/Tahun
KUR Super Mikro Maks. Rp10 juta Tidak Wajib 6%
KUR Mikro Rp10 juta – Rp100 juta Tidak Wajib 6%
KUR Kecil Rp100 juta – Rp500 juta Wajib 6%
KUR PMI/TKI Maks. Rp100 juta Tidak Wajib 6%
KUR Khusus Maks. Rp500 juta Kondisional 6%

Data di atas berdasarkan Permenko Nomor 7 Tahun 2025 dan dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah terbaru.

Jenis Agunan yang Diterima untuk KUR BRI

Bagi yang mengajukan KUR Kecil dengan plafon di atas Rp100 juta, persiapan agunan menjadi tahapan penting sebelum proses pengajuan. Bank BRI menerima beberapa jenis jaminan dengan ketentuan tertentu.

Sertifikat Tanah dan Bangunan

Agunan berupa properti menjadi jenis jaminan yang paling umum digunakan. Dokumen yang diterima meliputi:

  • SHM (Sertifikat Hak Milik) — Tingkat kepercayaan tertinggi
  • SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan) — Masih berlaku dan dapat diperpanjang
  • AJB (Akta Jual Beli) — Diterima dengan verifikasi tambahan di BPN
  • Letter C atau Girik — Untuk daerah tertentu yang belum bersertifikat

Properti yang diagunkan harus bebas sengketa, tidak sedang dalam penyitaan, dan PBB terakhir sudah dilunasi.

BPKB Kendaraan Bermotor

BPKB atau mobil bisa menjadi agunan, terutama bagi pelaku usaha yang tidak memiliki properti. Syaratnya, kendaraan harus atas nama sendiri dan tidak sedang dijaminkan di tempat lain.

Nilai pencairan untuk agunan BPKB biasanya berkisar 60-80% dari harga pasar kendaraan. Semakin baru tahun produksi, semakin tinggi nilai yang bisa diperoleh.

Deposito dan Tabungan Beku

Simpanan berupa deposito di BRI juga bisa dijadikan jaminan. Nilai pencairan bisa mencapai 90-95% dari nominal deposito yang diagunkan.

Aset Produktif Usaha

Untuk sektor tertentu, aset berupa mesin produksi atau peralatan usaha juga bisa dipertimbangkan. Namun, penilaian jenis agunan ini lebih ketat dan sangat bergantung pada kebijakan unit kerja BRI setempat.

Jenis Agunan Nilai Pencairan Keterangan
Sertifikat Tanah (SHM) 70-80% nilai appraisal Prioritas utama bank
Sertifikat Bangunan (SHGB) 60-70% nilai appraisal Harus masih berlaku
BPKB Mobil 60-80% harga pasar Tahun produksi maks. 10 tahun
BPKB Motor 50-70% harga pasar Tahun produksi maks. 5 tahun
Deposito BRI 90-95% nilai deposito Proses tercepat

Nilai pencairan di atas merupakan estimasi umum dan dapat berbeda sesuai hasil appraisal oleh pihak BRI.

Berapa Nilai Agunan yang Diminta BRI?

Pertanyaan tentang rasio nilai agunan terhadap plafon pinjaman sering muncul dari calon debitur. Secara umum, bank menerapkan prinsip kehati-hatian dengan meminta nilai jaminan yang lebih tinggi dari pinjaman yang diajukan.

Untuk produk kredit Bank BRI termasuk KUR Kecil, rasio agunan idealnya minimal 120% dari plafon yang diminta. Artinya, jika mengajukan pinjaman Rp200 juta, maka nilai pasar agunan sebaiknya minimal Rp240 juta.

Contoh perhitungan:

  • Plafon yang diajukan: Rp150 juta
  • Rasio agunan minimal: 120%
  • Nilai agunan yang dibutuhkan: Rp180 juta
  • Jika menggunakan sertifikat tanah (pencairan 70%): Nilai tanah minimal Rp257 juta

Perhitungan ini bersifat estimasi. Nilai akhir tetap ditentukan berdasarkan hasil appraisal oleh tim penilai BRI yang akan mengunjungi lokasi agunan secara langsung.

Bagaimana Jika Tidak Punya Agunan?

Ketiadaan aset untuk dijaminkan bukan berarti tertutupnya akses terhadap KUR. Ada beberapa langkah strategis yang bisa ditempuh pelaku UMKM dalam situasi ini.

Ajukan Plafon di Bawah Rp100 Juta

Solusi paling realistis adalah menyesuaikan pengajuan dengan kemampuan. Plafon hingga Rp100 juta tidak memerlukan agunan tambahan berdasarkan regulasi pemerintah.

Jika kebutuhan modal lebih dari Rp100 juta, pertimbangkan untuk mengajukan secara bertahap. Mulai dengan KUR Mikro, lunasi dengan lancar, lalu ajukan top up atau pengajuan baru dengan track record yang sudah terbukti baik.

Manfaatkan Penjamin Pihak Ketiga

Beberapa unit kerja BRI menerima jaminan berupa penjaminan pihak ketiga, biasanya dari keluarga dekat yang memiliki aset. Opsi ini memungkinkan calon debitur yang tidak punya agunan sendiri untuk tetap mengakses plafon lebih besar.

Ikut Program Penjaminan Kredit

Lembaga seperti Jamkrindo atau Askrindo menyediakan program penjaminan bagi UMKM yang mengajukan kredit perbankan. Biasanya, penjaminan ini sudah terintegrasi dalam skema KUR dan preminya sudah ditanggung pemerintah.

Jika pengajuan KUR tetap tidak bisa diproses karena keterbatasan agunan, penyebab pengajuan KUR ditolak yang lain juga perlu dievaluasi sebelum mengajukan ulang.

Tips Pengajuan KUR Tanpa Agunan Agar Disetujui

Meskipun regulasi membebaskan agunan untuk plafon di bawah Rp100 juta, bukan berarti pengajuan pasti disetujui. Bank tetap melakukan analisis kelayakan yang ketat terhadap setiap permohonan.

Pastikan Riwayat Kredit Bersih

SLIK OJK menjadi pintu gerbang utama dalam proses verifikasi. Tunggakan atau di masa lalu hampir pasti membuat pengajuan ditolak.

Cek status SLIK secara mandiri melalui idebku.ojk.go.id sebelum mengajukan. Jika ada catatan bermasalah, selesaikan terlebih dahulu dan tunggu update status yang biasanya memakan waktu 1-3 bulan setelah pelunasan.

Siapkan Dokumen Usaha yang Lengkap

Tanpa agunan fisik, bank akan sangat bergantung pada penilaian kelayakan usaha. Siapkan dokumen berikut dengan lengkap:

  • NIB (Nomor Induk Berusaha) atau Surat Keterangan Usaha dari kelurahan
  • Foto lokasi usaha yang jelas (tampak luar dan dalam)
  • Catatan keuangan sederhana (omzet dan pengeluaran bulanan)
  • Bukti transaksi usaha (nota penjualan, mutasi rekening)

Tunjukkan Cash Flow yang Sehat

Kemampuan bayar menjadi pertimbangan utama. Pastikan omzet usaha cukup untuk menutup angsuran bulanan dengan sisa margin yang wajar.

Idealnya, angsuran KUR tidak melebihi 30-40% dari laba bersih bulanan. Ajukan plafon yang realistis sesuai kemampuan, bukan berdasarkan keinginan semata.

Jadi Nasabah Existing BRI

Memiliki rekening aktif dengan riwayat transaksi rutin di BRI bisa menjadi nilai plus. Nasabah yang sudah dikenal baik oleh bank cenderung mendapat proses lebih cepat.

Jika belum memiliki rekening, bisa langsung daftar BRImo online tanpa perlu datang ke kantor cabang.

Alternatif Pinjaman Jika Tidak Punya Jaminan

Jika KUR tetap tidak bisa diakses karena berbagai kendala, beberapa alternatif pembiayaan berikut bisa dipertimbangkan.

Kupedes BRI

Kredit Umum Pedesaan ini merupakan produk komersial BRI dengan persyaratan yang lebih fleksibel dibanding KUR. Plafon mulai Rp1 juta hingga Rp500 juta dengan bunga sekitar 1% per bulan (flat).

Untuk pinjaman di bawah Rp50 juta, beberapa unit BRI tidak mewajibkan agunan fisik. Dana bisa digunakan untuk keperluan produktif maupun konsumtif.

Briguna Karya

Bagi yang memiliki penghasilan tetap sebagai karyawan, Briguna Karya menawarkan Kredit Tanpa Agunan hingga Rp500 juta. Syaratnya, gaji harus masuk melalui rekening BRI.

Produk ini tidak memerlukan jaminan aset karena menggunakan SK Pengangkatan Pegawai sebagai agunan. Cocok untuk PNS, TNI/Polri, atau karyawan swasta dengan penghasilan tetap.

Platform seperti Amartha, Modalku, atau KoinWorks menawarkan pinjaman produktif dengan proses lebih cepat. Persyaratan agunan biasanya lebih ringan atau bahkan tidak ada.

Pastikan hanya menggunakan platform yang terdaftar dan berizin di OJK untuk menghindari risiko fintech ilegal.

Produk Plafon Bunga Agunan
KUR Mikro BRI Maks. Rp100 juta 6%/tahun Tidak Wajib
Kupedes BRI Rp1 – Rp500 juta ~12%/tahun Tergantung plafon
Briguna Karya Maks. Rp500 juta Mulai 8,129%/tahun SK Pegawai
P2P Lending OJK Bervariasi Bervariasi Umumnya tidak

Data di atas merupakan gambaran umum per Januari 2026 dan dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing lembaga.

Waspada Penipuan Mengatasnamakan KUR BRI

Tingginya minat masyarakat terhadap KUR dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan berbagai modus penipuan. Berdasarkan laporan BRI dan OJK, kasus penipuan berkedok KUR terus meningkat setiap tahunnya.

Ciri-Ciri Penipuan KUR yang Harus Diwaspadai

Berikut tanda-tanda yang mengindikasikan modus penipuan:

  • Menawarkan pinjaman instan tanpa survei — Proses KUR resmi selalu melibatkan verifikasi dan kunjungan Mantri ke lokasi usaha
  • Meminta biaya administrasi di awal — KUR BRI tidak memungut biaya apapun sebelum pinjaman cair
  • Menggunakan nomor pribadi atau media sosial — Pengajuan resmi hanya melalui kantor cabang, kur.bri.co.id, atau BRImo
  • Menjanjikan approval pasti tanpa syarat — Setiap pengajuan tetap melalui analisis kelayakan
  • Meminta data sensitif via WhatsApp — BRI tidak pernah meminta PIN, OTP, atau password melalui pesan

Cara Melindungi Diri dari Penipuan

Langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Ajukan KUR hanya melalui kantor cabang BRI, website kur.bri.co.id, atau aplikasi BRImo
  • Jangan pernah memberikan PIN, OTP, atau password kepada siapapun
  • Abaikan tawaran pinjaman via SMS, WhatsApp, atau media sosial yang tidak jelas
  • Verifikasi informasi melalui Call Center resmi 14017 sebelum mengambil tindakan
  • Laporkan akun atau nomor mencurigakan ke pihak berwenang

Corporate Secretary BRI, Aestika Oryza Gunarto, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memungut biaya atau meminta data pribadi nasabah melalui pesan singkat atau media sosial.

Langkah Jika Menjadi Korban

Jika sudah terlanjur memberikan data atau mentransfer uang ke penipu:

  1. Segera hubungi Call Center BRI 14017 untuk memblokir rekening
  2. Laporkan ke kepolisian dengan membawa bukti transfer dan percakapan
  3. Ajukan pengaduan ke OJK melalui 157 atau email [email protected]
  4. Laporkan nomor penipu ke Kementerian Kominfo melalui aduannomor.id

Kontak Layanan dan Pengaduan Resmi

Untuk informasi lebih lanjut atau pengaduan terkait KUR BRI, berikut saluran resmi yang bisa dihubungi.

Bank BRI

Layanan Kontak Keterangan
Call Center BRI 14017 atau (021) 1500-017 24 jam (berbayar)
WhatsApp Sabrina 0812-1214-017 Chatbot + Live Agent (gratis)
Email Pengaduan [email protected] Respon 1×24 jam kerja
Website KUR BRI kur.bri.co.id
Instagram Resmi @bankbri_id (verified) DM untuk pertanyaan

Alamat Kantor Pusat BRI: Gedung BRI I, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 44-46, Jakarta 10210

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Kementerian UMKM

Setelah pengajuan dikirim, pantau perkembangan melalui cek status pengajuan KUR secara berkala untuk memastikan dokumen tidak tertahan di tahap tertentu.

Penutup

Pertanyaan tentang agunan KUR BRI memang kerap membingungkan, terutama dengan banyaknya informasi simpang siur yang beredar. Intinya, pengajuan KUR dengan plafon hingga Rp100 juta tidak memerlukan agunan tambahan berdasarkan Permenko Nomor 7 Tahun 2025. Sementara untuk plafon di atas Rp100 juta, jaminan berupa sertifikat tanah, BPKB, atau deposito tetap menjadi syarat wajib.

Bagi pelaku UMKM yang tidak memiliki aset untuk dijaminkan, opsi paling realistis adalah mengajukan KUR Mikro dengan plafon maksimal Rp100 juta. Pastikan riwayat kredit bersih, dokumen usaha lengkap, dan cash flow mendukung agar peluang approval semakin besar.

Seluruh informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan Permenko Perekonomian Nomor 7 Tahun 2025 dan kebijakan resmi BRI per Januari 2026. Ketentuan plafon, bunga, dan persyaratan agunan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah, sehingga disarankan untuk mengonfirmasi langsung ke kantor cabang BRI terdekat sebelum mengajukan. Terima kasih sudah membaca, semoga informasi ini bermanfaat dan usahanya semakin berkembang.


FAQ

Bisa, untuk plafon hingga Rp100 juta (KUR Super Mikro dan KUR Mikro). Berdasarkan Permenko Nomor 7 Tahun 2025, agunan utama adalah usaha itu sendiri, bukan aset fisik. Namun untuk KUR Kecil dengan plafon di atas Rp100 juta, agunan tambahan berupa sertifikat tanah atau BPKB tetap diwajibkan.

BRI menerima beberapa jenis agunan untuk KUR Kecil, meliputi: Sertifikat tanah (SHM/SHGB), BPKB kendaraan bermotor (motor atau mobil), deposito, AJB (Akta Jual Beli), dan dalam beberapa kasus bisa menggunakan jaminan pihak ketiga. Nilai pencairan tergantung hasil appraisal oleh tim penilai BRI.

Secara umum, rasio nilai agunan minimal adalah 120% dari plafon yang diajukan. Misalnya, untuk pinjaman Rp200 juta, nilai pasar agunan sebaiknya minimal Rp240 juta. Namun angka ini bisa berbeda tergantung jenis agunan dan hasil penilaian bank.

Jika diminta agunan untuk plafon di bawah Rp100 juta, calon debitur berhak menolak dengan merujuk pada Permenko Nomor 7 Tahun 2025. Diskusikan secara baik-baik dengan petugas bank, atau laporkan ke OJK melalui 157 atau Kementerian UMKM. Pemerintah akan memberikan sanksi tegas kepada bank yang melanggar, termasuk penghentian subsidi KUR.

Ya, BPKB motor bisa dijadikan agunan untuk KUR Kecil. Syaratnya, motor harus atas nama sendiri, tidak sedang dijaminkan di tempat lain, dan tahun produksi maksimal 5 tahun. Nilai pencairan biasanya berkisar 50-70% dari harga pasar kendaraan.

Jika kredit macet dan tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan, bank berhak melakukan eksekusi agunan sesuai perjanjian kredit. Agunan akan dilelang untuk menutup sisa kewajiban. Oleh karena itu, pastikan mengajukan plafon sesuai kemampuan bayar dan disiplin membayar angsuran tepat waktu.

Agunan akan dikembalikan setelah seluruh kewajiban kredit dilunasi dan proses administrasi selesai. Biasanya memakan waktu 7-14 hari kerja setelah pelunasan. Debitur perlu mengurus Surat Keterangan Lunas dan proses roya (penghapusan hak tanggungan) di kantor BRI tempat mengajukan.

Bisa, namun proses akan lebih mudah jika sudah memiliki rekening BRI aktif. Calon debitur yang belum memiliki rekening bisa membuka rekening terlebih dahulu secara online melalui aplikasi BRImo, tanpa perlu datang ke kantor cabang. Nasabah existing dengan riwayat transaksi baik biasanya mendapat proses lebih cepat.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.