Edukasi

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid Temui Ketua Komnas HAM Bahas Evaluasi Hak Asasi Manusia Warga

Fadhly Ramadan
×

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid Temui Ketua Komnas HAM Bahas Evaluasi Hak Asasi Manusia Warga

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid Temui Ketua Komnas HAM Bahas Evaluasi Hak Asasi Manusia Warga

Pemerintah Kota Palu kedatangan tamu istimewa beberapa waktu lalu. Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Anis Hidayah, datang bersama rombongan untuk membahas rencana pelaksanaan program penilaian pemenuhan hak dasar masyarakat di lingkungan pemerintah . Kunjungan ini disambut langsung oleh Wali Kota Palu, H. , di ruang kerjanya pada Rabu, 11 Maret .

Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut adalah Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, Sekretaris Daerah Irmayanti Pettalolo, serta sejumlah pimpinan OPD terkait. Suasana pertemuan terlihat hangat dan terbuka, menunjukkan komitmen bersama dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan perlindungan hak warga.

Rencana Penilaian Hak Dasar oleh Komnas HAM

Program yang dibawa oleh Komnas HAM ini bukan sekadar evaluasi biasa. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan hak-hak dasar warga Palu terpenuhi secara maksimal. Penilaian ini akan dilakukan melalui serangkaian tahapan, termasuk diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan berbagai unit kerja di lingkungan Pemkot Palu.

Hak-hak yang menjadi fokus utama dalam penilaian ini meliputi:

  • Hak atas pangan
  • Hak atas pendidikan
  • Hak atas kesehatan
  • Hak atas pekerjaan yang layak

Setiap aspek ini menjadi indikator penting dalam mengukur sejauh mana pemerintah daerah menjalankan tanggung jawabnya terhadap warganya. Penilaian ini juga diharapkan bisa menjadi bahan masukan untuk perbaikan kebijakan dan ke depannya.

Dukungan Penuh dari Wali Kota Palu

Hadianto Rasyid menyambut baik rencana tersebut. Bahkan, ia menyatakan dukungan penuh terhadap program penilaian ini. Bagi wali kota, kegiatan ini adalah kesempatan emas untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kinerja pemerintahan.

“Pada prinsipnya kami mendukung seribu persen program yang akan dilaksanakan. Tujuannya tentu agar suasana yang kondusif bagi masyarakat bisa terwujud,” ujarnya.

Wali kota juga menegaskan bahwa kritik dan catatan dari pihak manapun, termasuk dari Komnas HAM, sangat dibutuhkan. Ia mengajak semua pihak untuk terus memberikan masukan yang jujur dan terbuka.

“Kalau ada catatan yang kurang baik dari Pemerintah Kota Palu, silakan disampaikan. Katakan yang sebenarnya, walaupun itu pahit. Itu semua demi perbaikan,” tambahnya.

Upaya Pemenuhan Hak Masyarakat yang Telah Dilakukan

Sebelum kedatangan Komnas HAM, Pemerintah Kota Palu sudah melakukan sejumlah upaya untuk memenuhi hak dasar warganya. Beberapa di antaranya adalah program akses pendidikan, pembangunan , serta penyaluran bantuan pangan bagi keluarga rentan.

Berikut adalah rincian beberapa program unggulan yang telah dijalankan:

No Program Fokus Capaian
1 Program Beasiswa Kota Pendidikan Lebih dari 500 siswa penerima beasiswa
2 Pembangunan Puskesmas Keliling Kesehatan Menjangkau 12 kelurahan
3 Bantuan Pangan -Tunai Pangan Terdistribusi ke 2.000 KK per bulan
4 Pelatihan Keterampilan Kerja Pekerjaan 300 warga terlatih per tahun

Program-program ini menunjukkan komitmen Pemkot Palu dalam menjaga kesejahteraan warga. Namun, wali kota juga menyadari bahwa masih banyak ruang untuk perbaikan. Kehadiran Komnas HAM dianggap sebagai momentum penting untuk mempercepat langkah tersebut.

1. Tahapan Penilaian oleh Komnas HAM

Penilaian hak dasar oleh Komnas HAM tidak dilakukan secara instan. Ada serangkaian tahapan yang akan dilalui agar hasilnya akurat dan dapat dijadikan acuan kebijakan.

  1. Persiapan dan koordinasi awal
    Tim dari Komnas HAM akan melakukan koordinasi dengan OPD terkait untuk menentukan ruang lingkup penilaian dan jadwal pelaksanaan.

  2. Pelaksanaan FGD dengan stakeholder
    Diskusi kelompok terfokus akan dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat, akademisi, dan pejabat daerah.

  3. Survei lapangan dan pengumpulan data
    Tim akan melakukan survei langsung ke lokasi-lokasi strategis untuk melihat secara nyata kondisi pemenuhan hak di lapangan.

  4. Analisis dan penyusunan
    Data yang terkumpul akan dianalisis untuk kemudian disusun menjadi rekomendasi kebijakan yang konkret.

  5. Penyampaian hasil dan tindak lanjut
    Hasil akhir penilaian akan disampaikan kepada Pemkot Palu sebagai bahan evaluasi dan perbaikan layanan publik.

2. Fokus Utama Penilaian Hak Dasar

Setiap hak dasar memiliki indikator tersendiri dalam penilaian. Berikut adalah fokus utama yang akan dinilai oleh Komnas HAM:

  1. Hak atas Pangan
    Penilaian mencakup akses masyarakat terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi. Termasuk distribusi bantuan pangan serta ketersediaan pasar tradisional.

  2. Hak atas Pendidikan
    Aspek yang dinilai antara lain ketersediaan fasilitas pendidikan, kualitas pengajaran, serta akses pendidikan bagi .

  3. Hak atas Kesehatan
    Penilaian ini melihat ketersediaan layanan kesehatan dasar, jumlah tenaga medis, serta kemudahan akses masyarakat ke fasilitas kesehatan.

  4. Hak atas Pekerjaan
    Fokusnya adalah pada penciptaan lapangan kerja, program pelatihan keterampilan, serta perlindungan hak pekerja.

3. Rekomendasi yang Diharapkan

Setelah melalui proses penilaian, Komnas HAM akan memberikan rekomendasi yang bersifat membangun. Rekomendasi ini diharapkan bisa menjadi dasar perbaikan kebijakan dan program pemerintah daerah.

  1. Penyusunan kebijakan baru
    Jika ditemukan kekurangan dalam , akan disarankan penyusunan kebijakan baru yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

  2. Peningkatan kapasitas SDM
    Rekomendasi juga bisa berupa pelatihan bagi aparatur daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

  3. Penguatan kolaborasi lintas sektor
    Untuk memastikan hak dasar terpenuhi secara menyeluruh, diperlukan sinergi antara berbagai pihak, termasuk LSM dan akademisi.

Catatan Penting

Program penilaian ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan hak asasi manusia di tingkat daerah. Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan, bukan sebagai alat penilaian pribadi terhadap pejabat tertentu.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat sesuai dengan kondisi dan pernyataan yang disampaikan pada saat kunjungan Komnas HAM ke Pemkot Palu pada 11 Maret 2026. Data dan program yang disebutkan dapat berubah seiring waktu dan kebijakan yang berlaku.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga nasional seperti Komnas HAM, diharapkan Palu bisa terus berkembang menjadi kota yang lebih adil dan manusiawi bagi seluruh warganya.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.