Dana Kredit Usaha Rakyat sudah cair, tapi bingung boleh dipakai untuk apa saja?
Pertanyaan ini kerap muncul dari jutaan pelaku UMKM yang mengajukan KUR di Bank BRI — bank penyalur terbesar program ini. Banyak yang mengira dana KUR bebas digunakan untuk keperluan apapun, termasuk membeli gadget atau liburan. Faktanya, asumsi tersebut keliru dan bisa berujung pada masalah hukum.
Berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 7 Tahun 2025, dana KUR hanya boleh digunakan untuk kegiatan usaha produktif. Pemerintah menetapkan aturan ketat soal penggunaan ini agar subsidi bunga yang diberikan benar-benar tepat sasaran untuk menggerakkan roda ekonomi UMKM.
Nah, artikel ini akan mengupas tuntas daftar penggunaan KUR BRI yang diizinkan dan dilarang — lengkap dengan dasar hukum, contoh konkret per sektor usaha, hingga tips memaksimalkan dana agar bisnis berkembang optimal di tahun 2026.
Dasar Hukum Penggunaan Dana KUR BRI 2026
Sebelum membahas detail penggunaan, penting untuk memahami landasan regulasi yang mengatur program ini.
Ketentuan penggunaan dana KUR diatur dalam beberapa regulasi berikut:
- Permenko Perekonomian Nomor 7 Tahun 2025 — Pedoman pelaksanaan KUR terbaru yang berlaku efektif Januari 2026
- Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 — Kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan UMKM
- Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2024 — Penguatan program KUR sebagai prioritas nasional
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan dalam konferensi pers akhir 2025 bahwa KUR merupakan kredit produktif, bukan konsumtif. Artinya, setiap rupiah yang dicairkan harus dialokasikan untuk kegiatan yang menghasilkan nilai tambah ekonomi.
Prinsip utama penggunaan KUR berdasarkan regulasi:
- Dana wajib digunakan untuk kegiatan usaha produktif
- Penggunaan dibagi menjadi dua kategori: modal kerja dan investasi
- Sektor prioritas penerima adalah produksi (pertanian, perikanan, peternakan, industri pengolahan)
- Penggunaan untuk keperluan konsumtif pribadi dilarang tegas
Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat berakibat pada penghentian fasilitas kredit dan pencantuman dalam daftar hitam SLIK OJK. Jadi, memahami aturan penggunaan bukan sekadar formalitas — melainkan kewajiban setiap penerima KUR.
Penggunaan KUR BRI untuk Modal Kerja
Modal kerja merupakan kategori penggunaan KUR yang paling umum diajukan pelaku UMKM. Dana ini diperuntukkan bagi kebutuhan operasional harian yang sifatnya berputar dalam siklus usaha.
Berikut rincian penggunaan KUR untuk modal kerja yang diizinkan:
Belanja Bahan Baku dan Stok Barang Dagangan
Penggunaan paling mendasar dari KUR modal kerja adalah pembelian bahan baku atau stok barang. Pelaku usaha kuliner bisa menggunakannya untuk membeli bahan makanan, bumbu, dan kemasan. Pedagang kelontong dapat memperbesar stok barang dagangan.
Contoh konkret:
- Pemilik warung makan membeli beras, minyak goreng, dan sayuran dalam jumlah besar
- Pedagang pakaian menambah varian produk untuk menghadapi musim lebaran
- Pengrajin membeli bahan mentah seperti kayu, rotan, atau kain
Pembayaran Gaji dan Upah Pekerja
Dana KUR diperbolehkan untuk membayar gaji karyawan atau upah pekerja harian. Ini membantu pelaku usaha menjaga keberlangsungan operasional, terutama saat arus kas sedang tidak stabil.
Namun perlu dicatat, penggunaan ini sebaiknya bersifat sementara. Idealnya, gaji karyawan dibayar dari hasil penjualan — bukan terus-menerus dari pinjaman.
Biaya Operasional Harian
Kategori ini mencakup pengeluaran rutin yang diperlukan agar usaha tetap berjalan:
- Pembayaran sewa tempat usaha
- Tagihan listrik, air, dan internet untuk operasional
- Biaya transportasi pengiriman barang
- Pembelian kemasan dan perlengkapan usaha
- Biaya pemasaran dan promosi produk
Tenor KUR untuk modal kerja maksimal 4 tahun sesuai ketentuan 7 jenis KUR yang tersedia di tahun 2026. Pemilihan tenor sebaiknya disesuaikan dengan siklus perputaran usaha.
Penggunaan KUR BRI untuk Investasi Usaha
Berbeda dengan modal kerja yang bersifat jangka pendek, KUR investasi digunakan untuk pembelian aset yang mendukung pengembangan kapasitas usaha dalam jangka panjang.
Pembelian Peralatan dan Mesin Produksi
Dana KUR investasi sangat cocok untuk membeli peralatan yang meningkatkan produktivitas:
- Mesin jahit untuk usaha konveksi
- Peralatan dapur profesional untuk usaha katering
- Mesin penggiling untuk usaha pengolahan hasil pertanian
- Komputer dan printer untuk usaha percetakan
- Peralatan salon untuk usaha kecantikan
Pembelian mesin produksi memungkinkan pelaku usaha meningkatkan output tanpa menambah tenaga kerja secara signifikan. Ini sejalan dengan tujuan pemerintah mendorong efisiensi UMKM.
Renovasi dan Perluasan Tempat Usaha
Renovasi yang bertujuan meningkatkan kapasitas atau kenyamanan operasional usaha termasuk penggunaan yang diizinkan:
- Perluasan area produksi atau gudang
- Perbaikan fasilitas yang mendukung operasional
- Pemasangan instalasi listrik tambahan untuk mesin
- Pembangunan etalase atau area display produk
Yang perlu digarisbawahi, renovasi rumah pribadi yang tidak terkait usaha tidak termasuk penggunaan yang diizinkan.
Pembelian Kendaraan Operasional
Kendaraan untuk keperluan usaha juga bisa dibiayai KUR investasi:
- Motor atau mobil untuk pengiriman barang (delivery)
- Gerobak atau pick-up untuk distribusi produk
- Kendaraan untuk mobilitas ke lokasi kerja (bagi usaha jasa)
Syaratnya, kendaraan tersebut memang digunakan untuk operasional usaha — bukan sekadar kendaraan pribadi. Mantri BRI biasanya akan memverifikasi kebenaran penggunaan saat survei.
Tenor KUR investasi lebih panjang, yaitu maksimal 5 tahun, mengingat aset yang dibeli membutuhkan waktu lebih lama untuk menghasilkan return.
Sektor Usaha yang Bisa Dibiayai KUR BRI
Tidak semua jenis usaha bisa mengakses KUR. Pemerintah menetapkan sektor-sektor prioritas yang menjadi fokus penyaluran di tahun 2026.
Sektor Pertanian dan Perkebunan
Sektor ini menjadi prioritas utama dengan alokasi terbesar. Meliputi:
- Budidaya tanaman pangan (padi, jagung, kedelai)
- Perkebunan rakyat (kopi, kakao, kelapa sawit skala kecil)
- Hortikultura (sayuran, buah-buahan)
- Tanaman hias dan pembibitan
Petani bisa menggunakan KUR untuk membeli bibit, pupuk, pestisida, hingga alat pertanian modern.
Sektor Peternakan dan Perikanan
Usaha di bidang peternakan dan perikanan mendapat dukungan penuh:
- Budidaya ikan air tawar dan laut
- Peternakan ayam, bebek, dan unggas lainnya
- Peternakan sapi, kambing, dan domba
- Usaha pengolahan hasil peternakan dan perikanan
Sektor Perdagangan
Meski bukan prioritas utama, sektor perdagangan tetap dilayani:
- Pedagang pasar tradisional
- Toko kelontong dan warung
- Pedagang online (e-commerce)
- Distributor dan agen
Mulai 2026, pembatasan frekuensi pengajuan untuk sektor perdagangan sudah dihapus. Pedagang bisa mengajukan KUR berkali-kali selama usaha dinilai layak.
Sektor Industri Pengolahan
Usaha manufaktur skala mikro dan kecil termasuk yang didorong pemerintah:
- Industri makanan dan minuman olahan
- Kerajinan tangan dan furnitur
- Konveksi dan garmen
- Pengolahan hasil pertanian
Sektor Jasa
Berbagai usaha jasa juga memenuhi syarat:
- Bengkel kendaraan
- Salon dan barbershop
- Laundry dan cleaning service
- Jasa fotografi dan videografi
- Warung makan dan katering
Berikut tabel ringkasan sektor prioritas KUR 2026:
| Sektor | Tingkat Prioritas | Contoh Usaha |
|---|---|---|
| Prioritas Utama | Petani padi, kopi, sayuran | |
| Prioritas Utama | Peternak ayam, pembudidaya ikan | |
| Industri Pengolahan | Prioritas Utama | UMKM makanan olahan, kerajinan |
| Perdagangan | Prioritas Kedua | Pedagang pasar, toko kelontong |
| Jasa | Prioritas Kedua | Bengkel, salon, laundry |
Data prioritas sektor berdasarkan kebijakan Kemenko Perekonomian dan dapat berubah sesuai arahan pemerintah terbaru.
Daftar Penggunaan Dana KUR yang Dilarang
Ini bagian yang paling krusial. Banyak kasus penyalahgunaan KUR terjadi karena ketidaktahuan debitur soal larangan penggunaan.
Berikut penggunaan yang DILARANG TEGAS berdasarkan regulasi:
Kebutuhan Konsumtif Pribadi
- Pembelian smartphone, laptop, atau gadget untuk keperluan pribadi
- Belanja pakaian, kosmetik, atau kebutuhan fashion
- Biaya liburan atau rekreasi keluarga
- Pembelian perhiasan atau barang mewah
- Biaya pesta pernikahan atau hajatan
Pembayaran Utang Lain
- Melunasi cicilan kredit di bank atau lembaga keuangan lain
- Membayar utang ke rentenir atau pinjaman online
- Menutup kartu kredit yang menunggak
Kebutuhan Rumah Tangga Non-Usaha
- Renovasi rumah pribadi yang tidak terkait usaha
- Pembelian perabotan rumah tangga
- Biaya pendidikan anak (kecuali usaha jasa pendidikan)
- Biaya berobat atau kesehatan keluarga
Spekulasi dan Investasi Non-Produktif
- Bermain saham atau trading forex
- Membeli cryptocurrency
- Investasi bodong atau money game
- Judi online atau offline
| Penggunaan DILARANG | Alasan | Risiko |
|---|---|---|
| Beli gadget pribadi | Konsumtif, tidak produktif | Kredit macet |
| Bayar utang lain | Gali lubang tutup lubang | SLIK bermasalah |
| Renovasi rumah pribadi | Tidak terkait usaha | Pelanggaran regulasi |
| Trading/spekulasi | Berisiko tinggi | Kehilangan modal |
| Biaya liburan | Konsumtif murni | Tidak ada return |
Jika membutuhkan dana untuk keperluan konsumtif, pertimbangkan produk kredit lain seperti Kupedes atau Briguna yang memang diperuntukkan bagi kebutuhan tersebut. Informasi lengkap tentang jenis kredit Bank BRI bisa menjadi referensi alternatif.
Contoh Konkret Penggunaan KUR di Berbagai Sektor
Agar lebih mudah dipahami, berikut ilustrasi penggunaan KUR yang benar berdasarkan jenis usaha:
Pedagang Warung Kelontong
Ibu Siti mengajukan KUR Mikro Rp30 juta untuk warung kelontongnya di Bekasi. Dana tersebut dialokasikan untuk:
- Rp20 juta — Menambah stok barang dagangan (sembako, rokok, minuman)
- Rp5 juta — Membeli etalase dan rak display baru
- Rp5 juta — Modal cadangan untuk restock barang fast moving
Dengan penambahan stok, omzet harian Ibu Siti naik dari Rp500 ribu menjadi Rp800 ribu. Angsuran KUR sekitar Rp700 ribuan per bulan masih terjangkau dari keuntungan usaha.
Peternak Ayam Petelur
Pak Budi mengajukan KUR Kecil Rp150 juta untuk mengembangkan peternakan ayam petelurnya di Blitar. Penggunaan dana:
- Rp80 juta — Pembelian 2.000 ekor DOC (Day Old Chicken)
- Rp40 juta — Pembangunan kandang tambahan
- Rp20 juta — Pembelian pakan untuk 3 bulan pertama
- Rp10 juta — Biaya operasional dan obat-obatan
Karena plafon di atas Rp100 juta, Pak Budi perlu menyiapkan agunan sesuai aturan resmi agunan KUR.
Pengusaha Konveksi
Mbak Rina menjalankan usaha konveksi rumahan di Solo dan mengajukan KUR Mikro Rp50 juta:
- Rp25 juta — Pembelian 3 unit mesin jahit industri
- Rp15 juta — Stok kain dan bahan baku
- Rp10 juta — Upah penjahit untuk 2 bulan pertama
Investasi mesin membuat kapasitas produksi naik dari 50 potong menjadi 150 potong per hari.
Pembudidaya Ikan Lele
Mas Agus mengajukan KUR Super Mikro Rp10 juta untuk kolam lele di Boyolali:
- Rp4 juta — Pembelian 5.000 bibit lele
- Rp3 juta — Pakan ikan untuk satu siklus (3 bulan)
- Rp2 juta — Perbaikan kolam dan aerator
- Rp1 juta — Biaya operasional
Dengan bunga hanya 6% per tahun, angsuran Mas Agus sangat ringan — sekitar Rp300 ribuan per bulan untuk tenor 3 tahun.
Tips Memaksimalkan Dana KUR untuk Pengembangan Usaha
Mendapatkan KUR baru setengah jalan. Yang lebih penting adalah bagaimana mengelola dana tersebut agar usaha benar-benar berkembang.
Buat Rencana Penggunaan Sebelum Dana Cair
Jangan menunggu dana masuk baru berpikir mau dipakai untuk apa. Susun rincian alokasi sebelum mengajukan — ini juga membantu saat wawancara dengan Mantri BRI.
Pisahkan Rekening Usaha dan Pribadi
Salah satu kesalahan umum adalah mencampuradukkan uang usaha dengan uang rumah tangga. Pertimbangkan untuk membuka rekening BRI terpisah khusus untuk operasional bisnis.
Prioritaskan Penggunaan Produktif
Dahulukan pembelian yang langsung menghasilkan — seperti stok barang atau peralatan produksi. Hindari pengeluaran yang tidak urgent di awal pencairan.
Sisihkan Dana untuk Angsuran
Idealnya, alokasikan 30-40% dari proyeksi keuntungan bulanan untuk pembayaran angsuran. Ini memastikan cicilan tidak mengganggu arus kas operasional. Untuk memantau jadwal pembayaran, manfaatkan fitur cek angsuran KUR lewat BRImo.
Catat Setiap Pengeluaran
Dokumentasi penggunaan dana penting untuk dua hal — memudahkan evaluasi bisnis dan menjadi bukti jika sewaktu-waktu diminta bank.
Jangan Ambil Plafon Maksimal
Hanya karena disetujui Rp100 juta bukan berarti harus mengambil semuanya. Ajukan sesuai kebutuhan riil agar beban angsuran tetap terkendali.
Pertimbangkan Pelunasan Dipercepat
Jika usaha berkembang pesat, pertimbangkan untuk pelunasan KUR sebelum jatuh tempo. Ini menghemat bunga dan membuka peluang pengajuan baru dengan plafon lebih besar.
Dampak dan Risiko Penyalahgunaan Dana KUR
Menggunakan KUR untuk keperluan di luar ketentuan bukan tanpa konsekuensi. Berikut risiko yang perlu dipahami:
Kredit Macet dan Masuk SLIK OJK
Dana yang tidak menghasilkan return akan menyulitkan pembayaran angsuran. Keterlambatan berulang akan tercatat di SLIK OJK dan menutup akses kredit di masa depan. Perlu diketahui juga bahwa ada denda keterlambatan bayar KUR yang memberatkan.
Kehilangan Kepercayaan Bank
Debitur yang terbukti menyalahgunakan KUR akan kesulitan mengajukan kredit lagi — tidak hanya di BRI, tapi juga di bank lain.
Potensi Tuntutan Hukum
Dalam kasus ekstrem, penyalahgunaan dana KUR bisa dikategorikan sebagai penipuan yang berujung pada proses hukum.
Jika pernah mengalami kredit bermasalah, ada langkah pemulihan yang bisa ditempuh. Artikel tentang cara mengajukan KUR setelah pernah menunggak bisa menjadi panduan.
Waspada Penipuan Mengatasnamakan KUR BRI
Maraknya program KUR juga dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Berikut ciri-ciri yang harus diwaspadai:
Modus Penipuan yang Sering Terjadi
- Menawarkan KUR cair instan tanpa survei
- Meminta transfer biaya administrasi di muka
- Mengaku sebagai “orang dalam” BRI yang bisa meloloskan pengajuan
- Mengirim link palsu yang menyerupai website resmi BRI
- Meminta data pribadi seperti PIN, OTP, atau password BRImo
Cara Melindungi Diri
- Pengajuan KUR resmi hanya melalui kur.bri.co.id, aplikasi BRImo, atau kantor BRI
- BRI tidak pernah meminta biaya apapun sebelum pencairan
- Jangan klik link mencurigakan dari WhatsApp atau SMS
- Verifikasi setiap informasi ke kanal resmi BRI
Untuk memantau perkembangan pengajuan, gunakan cara resmi seperti cek status pengajuan KUR online.
Kontak Layanan dan Pengaduan Resmi
Jika ada pertanyaan atau kendala terkait penggunaan KUR BRI, hubungi kanal resmi berikut:
Bank BRI
| Layanan | Kontak | Keterangan |
|---|---|---|
| Call Center BRI | 14017 / (021) 1500-017 | 24 jam (berbayar) |
| WhatsApp Sabrina | 0812-1214-017 | Chatbot + Live Agent (gratis) |
| Email Pengaduan | [email protected] | Respon 1×24 jam kerja |
| Website KUR BRI | kur.bri.co.id | |
| @bankbri_id | Akun terverifikasi |
Alamat Kantor Pusat BRI: Gedung BRI I, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 44-46, Jakarta 10210
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
- Hotline: 157
- WhatsApp: 081-157-157-157
- Email: [email protected]
- Website: konsumen.ojk.go.id
Kementerian UMKM
- Website: kemenkopukm.go.id
- Call Center: (021) 520-4366
Sebelum mengajukan KUR, pastikan juga untuk mengecek kelayakan melalui BI Checking untuk KUR agar proses berjalan lancar.
Penutup
Memahami penggunaan dana KUR yang benar bukan sekadar mengikuti aturan — melainkan langkah strategis agar modal pinjaman benar-benar mendorong pertumbuhan usaha. Dana yang dialokasikan tepat sasaran akan menghasilkan keuntungan untuk membayar angsuran sekaligus mengembangkan bisnis.
Seluruh informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan Permenko Perekonomian Nomor 7 Tahun 2025, data resmi Bank BRI, dan regulasi OJK yang berlaku per Januari 2026. Ketentuan program KUR termasuk plafon, bunga, dan syarat penggunaan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah dan bank penyalur.
Semoga artikel ini membantu pelaku UMKM memanfaatkan KUR BRI secara optimal. Jika ada kendala atau pertanyaan seputar penggunaan dana, jangan ragu menghubungi kantor BRI terdekat atau kanal layanan resmi yang sudah disebutkan. Terima kasih sudah membaca dan semoga usahanya semakin berkembang di tahun 2026!
FAQ Seputar Penggunaan Dana KUR BRI
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













