Nasional

Harga Emas Global Tetap Stabil di Level USD5.000 per Ons

Danang Ismail
×

Harga Emas Global Tetap Stabil di Level USD5.000 per Ons

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Global Tetap Stabil di Level USD5.000 per Ons

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga emas dunia kembali stabil di atas level USD5.000 per ons pada perdagangan awal Asia, Selasa, 17 Maret 2026. Pergerakan logam mulia ini terjadi seiring fokus pasar pada harga minyak, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta sejumlah pertemuan bank sentral yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Setelah sempat tergelincir di bawah USD5.000 per ons pada sesi sebelumnya, emas berhasil pulih dan bertahan di atas level psikologis penting tersebut. Penurunan menjadi salah satu faktor penopang, karena membantu meredam kekhawatiran inflasi akibat konflik di Iran.

Menurut dari Investing.com, harga emas spot berada di kisaran USD5.008,66 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka naik tipis sebesar 0,2 persen menjadi USD5.013,51 per ons. Kenaikan ini didukung oleh melemahnya dolar AS sebesar 0,5 persen pada perdagangan Senin.

Penurunan dolar terjadi setelah dua pekan penguatan beruntun. Dolar sempat menguat seiring ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih lama. Namun, pergerakan harga minyak yang turun tajam membuka ruang bagi emas untuk bangkit kembali.

Dinamika Pasar dan Geopolitik

Perang antara dan Iran terus menjadi sorotan pasar global. Ketegangan ini memicu permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Namun, di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa konflik ini bisa memicu lonjakan harga komoditas, termasuk minyak, yang berpotensi mendorong inflasi.

  1. Tajam

    Penurunan harga minyak terjadi pada Senin lalu. Aksi ambil untung dan laporan bahwa beberapa kapal berhasil melewati Selat Hormuz menjadi pendorong utama. Penurunan ini secara langsung mengurangi tekanan inflasi, yang pada gilirannya memberikan ruang bagi emas untuk stabil.

  2. Konflik Iran Picu Permintaan Aset Aman

    Emas dikenal sebagai instrumen investasi yang dicari saat ketidakpastian meningkat. Lonjakan permintaan emas batangan terjadi di tengah ketegangan Iran. Namun, permintaan ini tidak serta merta mendorong kenaikan tajam karena pasar juga memperhitungkan risiko inflasi jangka panjang.

  3. Dolar Melemah, Emas Menguat

    Melemahnya dolar AS memberikan tekanan positif bagi emas. Mata kuat ini sempat menguat dalam dua pekan terakhir, menekan harga emas. Namun, dengan pelemahannya kembali, investor kembali melirik emas sebagai alternatif investasi.

Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral Dunia

Fokus pasar kini beralih ke sejumlah bank sentral utama yang akan mengumumkan keputusan suku bunga dalam pekan ini. Kenaikan atau penurunan suku bunga bisa memengaruhi arah pergerakan emas ke depannya.

  1. Reserve Bank of Australia (Selasa, 17 Maret 2026)

    RBA menjadi bank sentral pertama yang menggelar pertemuan dalam pekan ini. Pasar menanti apakah bank ini akan mempertahankan suku bunga atau melakukan penyesuaian kebijakan moneternya.

  2. Federal Reserve dan Bank of Canada (Rabu, 18 Maret 2026)

    Dua bank sentral besar dunia ini akan mengumumkan keputusan suku bunga secara bersamaan. Investor sangat memperhatikan apakah keduanya akan mempertahankan sikap hawkish atau mulai menunjukkan tanda-tanda kelonggaran.

  3. Bank of Japan, Bank Nasional Swiss, Bank of England, dan Bank Sentral Eropa (Kamis, 19 Maret 2026)

    Hari Kamis menjadi puncak pekan kebijakan bank sentral. Keputusan dari empat bank sentral ini akan sangat menentukan arah pasar global, termasuk harga emas, dalam beberapa hari ke depan.

Pergerakan Logam Mulia Lainnya

Selain emas, logam mulia lainnya juga menunjukkan pergerakan yang relatif tenang. Platinum dan perak tidak mengalami volatilitas besar, menunjukkan bahwa fokus pasar tetap pada emas sebagai instrumen utama.

  1. Platinum Spot Stabil

    Harga platinum spot tetap berada di level USD2.116,0 per ons. Tidak ada pergerakan signifikan yang terjadi pada logam ini, menunjukkan bahwa investor lebih memilih emas sebagai pilihan utama saat ketidakpastian meningkat.

  2. Perak Naik Tipis

    Perak sempat naik 0,1 persen menjadi USD80,8225 per ons. Meski demikian, kenaikan ini tidak cukup besar untuk mengubah tren jangka panjang logam ini.

Tabel Pergerakan Harga Logam Mulia (Selasa, 17 Maret 2026)

Logam Harga Spot (%)
Emas USD5.008,66/ons 0,0%
Emas Berjangka USD5.013,51/ons +0,2%
Perak USD80,8225/ons +0,1%
Platinum USD2.116,0/ons 0,0%

Faktor Pendukung Stabilitas Emas

Beberapa faktor turut mendukung stabilitas harga emas di atas USD5.000 per ons. Selain harga minyak dan dolar, sentimen investor juga berperan penting.

  • Penurunan harga minyak mendorong ekspektasi bahwa inflasi tidak akan melonjak secara drastis.
  • Dolar yang melemah membuat emas lebih kompetitif bagi .
  • Ketegangan geopolitik di Iran mendorong permintaan emas sebagai aset aman.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Meski saat ini emas stabil, ada sejumlah risiko yang bisa memicu volatilitas di pekan mendatang.

  • Kenaikan suku bunga yang lebih dari ekspektasi dari bank sentral utama.
  • Lonjakan harga minyak akibat eskalasi konflik di Iran.
  • Data makro yang lebih kuat dari yang diperkirakan.

Kesimpulan

Harga emas dunia berhasil mempertahankan posisinya di atas USD5.000 per ons. Stabilitas ini didukung oleh sejumlah faktor, termasuk melemahnya dolar dan turunnya harga minyak. Namun, pergerakan ke depan akan sangat bergantung pada keputusan bank sentral dan perkembangan geopolitik global.

Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar global. Keputusan investasi sebaiknya diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor dan konsultasi dengan ahli .

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.