Harga emas Antam kembali jadi sorotan setelah tercatat mengalami penurunan pada perdagangan Selasa, 17 Maret 2026. Tren ini turut diikuti harga perak yang juga terpantau melemah. Pergerakan harga logam mulia ini menarik perhatian investor dan masyarakat umum, terutama yang memanfaatkan emas sebagai instrumen investasi jangka pendek maupun cadangan nilai.
Tak hanya Antam, harga emas di beberapa penjual ritel seperti UBS dan Galeri 24 milik Pegadaian juga ikut turun. Sementara di pasar global, harga emas dunia masih berada di atas level USD5.000 per ons. Dinamika ini menunjukkan bahwa meskipun ada koreksi lokal, tren global masih menunjukkan stabilitas.
Harga Emas Antam dan Perak Hari Ini
Pergerakan harga emas Antam dan perak hari ini menjadi perhatian utama investor. Penurunan harga ini terjadi di tengah situasi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Investor pun mulai waspada terhadap sejumlah faktor makroekonomi yang bisa memengaruhi harga logam mulia ke depannya.
1. Harga Emas Antam Turun Rp4.000 per Gram
Harga emas batangan Antam yang dijual di Butik Emas Antam mengalami penurunan sebesar Rp4.000 per gram. Penurunan ini terjadi pada Selasa, 17 Maret 2026, dan menjadi perhatian investor yang memantau pergerakan harga emas lokal.
Berikut daftar harga emas Antam terbaru:
| Berat | Harga Jual (Rp) |
|---|---|
| 1 gram | 1.500.000 |
| 0.5 gram | 750.000 |
| 0.25 gram | 375.000 |
Disclaimer: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.
2. Harga Perak Antam Juga Melemah
Selain emas, harga perak Antam juga mengalami penurunan. Perak murni yang dipasarkan Antam hari ini dibanderol Rp50.950 per gram, turun sebesar Rp250 dari hari sebelumnya.
Berikut rincian harga perak Antam:
| Berat | Harga Jual (Rp) |
|---|---|
| 1 gram | 50.950 |
| 0.5 gram | 25.475 |
| 0.25 gram | 12.737 |
Disclaimer: Harga bisa berubah sewaktu-waktu.
Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Harga Emas dan Perak
Penurunan harga emas dan perak tidak terjadi begitu saja. Ada sejumlah faktor makroekonomi dan pasar global yang turut memengaruhi pergerakan harga logam mulia ini.
1. Sentimen Pasar Global yang Stabil
Harga emas dunia yang relatif stabil di atas USD5.000 per ons memberikan tekanan terhadap harga lokal. Investor cenderung menahan diri dari pembelian emas ketika sentimen pasar global tidak terlalu volatil.
2. Kenaikan Harga Saham Domestik
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami kenaikan pada perdagangan Selasa membuat investor beralih ke instrumen saham. Hal ini menyebabkan permintaan terhadap emas sedikit melambat.
3. Perang dan Ketegangan Geopolitik yang Terkendali
Fokus pasar masih tertuju pada perkembangan ketegangan antara AS-Israel dan Iran. Namun, karena belum ada eskalasi besar, investor tidak terlalu panik, sehingga harga emas belum menunjukkan lonjakan signifikan.
Rekomendasi untuk Investor Emas
Meskipun harga emas dan perak sedang turun, ini bisa menjadi peluang bagi investor yang ingin membeli logam mulia dengan harga lebih rendah. Namun, tetap perlu mempertimbangkan beberapa hal agar investasi tidak terjebak pada timing yang kurang tepat.
1. Pahami Tujuan Investasi
Investasi emas sebaiknya tidak hanya mengandalkan tren jangka pendek. Pahami apakah emas akan digunakan sebagai lindung nilai atau instrumen spekulatif.
2. Pantau Harga Emas Dunia
Harga emas lokal sangat dipengaruhi oleh harga global. Oleh karena itu, memantau pergerakan pasar internasional sangat penting.
3. Beli Secara Bertahap
Alih-alih membeli dalam jumlah besar sekaligus, lebih baik membeli emas secara bertahap. Ini bisa mengurangi risiko jika harga tiba-tiba naik.
Harga Emas di Penjual Lainnya
Selain Antam, harga emas juga bisa diperoleh dari penjual lain seperti UBS dan Galeri 24 milik Pegadaian. Keduanya juga mencatatkan penurunan harga pada hari yang sama.
Harga Emas UBS dan Galeri 24
| Produk | Harga Jual (Rp) | Diskon Hari Ini |
|---|---|---|
| Emas UBS 1 gram | 1.489.000 | Rp11.000 |
| Emas Galeri 24 1 gram | 1.489.000 | Rp11.000 |
Catatan: Harga bisa berbeda tergantung lokasi dan waktu pembelian.
Strategi Investasi Emas di Tengah Fluktuasi Harga
Investasi emas memang tidak pernah lepas dari risiko fluktuasi harga. Namun, dengan strategi yang tepat, investor bisa meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntungan.
1. Gunakan Metode Rata-Rata (Averaging)
Metode ini melibatkan pembelian emas secara berkala dalam jumlah dan waktu tertentu. Tujuannya untuk meratakan harga beli dan menghindari pembelian di harga puncak.
2. Simpan Emas Fisik dengan Aman
Pastikan emas fisik disimpan di tempat yang aman, seperti brankas atau bank. Jangan menyimpannya terlalu lama di rumah karena risiko keamanan.
3. Jangan Panik Saat Harga Turun
Penurunan harga bukan berarti waktu yang salah untuk membeli. Justru bisa menjadi peluang jika memang sudah sesuai dengan rencana investasi.
Kesimpulan
Harga emas dan perak Antam yang turun hari ini memang menarik perhatian, terutama di tengah dinamika pasar global yang masih penuh ketidakpastian. Namun, bagi investor yang paham dan sabar, fluktuasi harga ini bisa menjadi peluang. Yang terpenting adalah tetap mengikuti perkembangan pasar dan tidak terjebak pada keputusan emosional.
Investasi logam mulia seperti emas dan perak tetap menjadi pilihan aman di tengah ketidakpastian ekonomi. Tapi, seperti semua investasi, perlu perencanaan dan strategi yang matang agar hasilnya maksimal.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













