Ilustrasi. Foto: MI/Susanto.
Reporter: Husen Miftahudin
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini kembali menunjukkan koreksi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun sebanyak 18,399 poin atau 0,26 persen ke level 6.971,027. Gerakan indeks ini mencerminkan sentimen pasar yang masih belum stabil di tengah dinamika eksternal dan internal.
Pagi harinya, IHSG sempat menguat dan mencatat level tertinggi di angka 7.022,041. Namun, seiring berjalannya sesi perdagangan, tekanan jual meningkat dan indeks akhirnya terperosok ke zona merah. Sentimen negatif ini didukung oleh pelemahan sebagian besar sektor saham dan tekanan dari bursa Asia lainnya.
Kondisi Perdagangan Hari Ini
Perdagangan hari ini dimulai dari level 7.001,278. Meski sempat menunjukkan penguatan awal, IHSG akhirnya tidak mampu mempertahankan momentum positif. Di sesi pertama, indeks berada di bawah tekanan jual yang kuat. Meskipun di sesi kedua terjadi sedikit pemulihan, IHSG tetap ditutup di bawah level 7.000.
Volume perdagangan mencatatkan angka 26,714 miliar lembar saham senilai Rp13,107 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, 407 saham mengalami pelemahan, 250 saham menguat, dan 158 saham lainnya stagnan. Mayoritas saham yang melemah berasal dari sektor industri dan transportasi.
Penyebab Pelemahan IHSG
-
Sentimen pasar yang belum pulih
Investor masih menunggu isyarat kuat dari data ekonomi domestik dan global. Ketidakpastian eksternal seperti kenaikan suku bunga di negara maju dan gejolak politik global turut memengaruhi kinerja indeks. -
Pelemahan sektor industri dan transportasi
Sektor industri mencatat penurunan paling tajam sebesar 2,63 persen. Sektor transportasi juga turun 1,35 persen. Kedua sektor ini menjadi pendorong utama IHSG ke zona merah. -
Performa saham-saham unggulan
Saham-saham seperti BMRI, ERAA, BBRI, EXCL, dan SMRA mencatatkan penurunan paling dalam. Sementara saham penguatan terbesar datang dari BTPS, SMGR, ESSA, ARTO, dan BREN.
Perbandingan IHSG dengan Indeks Regional Asia
Pergerakan IHSG hari ini berbeda dengan beberapa indeks di Asia. Meskipun sebagian bursa mengalami kenaikan, tekanan jual di pasar lokal cukup terasa. Berikut perbandingan IHSG dengan indeks regional Asia:
| Indeks | Perubahan Poin | Persentase | Level Akhir |
|---|---|---|---|
| Nikkei | +15,88 | +0,03% | 53.429,56 |
| Hang Seng | -177,50 | -0,70% | 25.116,53 |
| Shanghai | +10,06 | +0,26% | 3.890,16 |
| Strait Times | -11,51 | -0,23% | 4.960,89 |
| IHSG | -18,399 | -0,26% | 6.971,027 |
Saham-Saham Penguatan dan Pelemahan Terbesar
Saham-saham yang menguat dan melemah hari ini memberikan gambaran kondisi pasar secara lebih spesifik. Saham penguatan terbesar menunjukkan bahwa investor masih tertarik pada sektor tertentu, meski secara umum sentimen negatif.
Top Gainers
- BTPS
- SMGR
- ESSA
- ARTO
- BREN
Top Losers
- BMRI
- ERAA
- BBRI
- EXCL
- SMRA
Sektor yang Melemah dan Menguat
Dari total 11 sektor yang dicatatkan di BEI, delapan di antaranya mengalami penurunan. Sektor industri menjadi penyumbang terbesar tekanan negatif. Sementara sektor lain seperti konsumsi dan keuangan menunjukkan kinerja yang lebih stabil.
Rekomendasi untuk Investor
-
Waspadai volatilitas pasar
Pergerakan IHSG yang belum stabil menunjukkan bahwa investor perlu waspada terhadap risiko jangka pendek. -
Fokus pada saham fundamental kuat
Saham-saham dengan kinerja keuangan solid dan prospek pertumbuhan baik bisa menjadi pilihan yang lebih aman. -
Pantau sentimen global
Pergerakan bursa Asia dan isu makro global berpotensi memengaruhi kinerja IHSG ke depannya.
Disclaimer
Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat aktual pada tanggal perdagangan 7 April 2026. Angka dan kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada dinamika ekonomi lokal maupun global. Pembaca disarankan untuk selalu memantau perkembangan terkini dari sumber resmi Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













