PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 10 April 2026 mendatang. Salah satu topik utama yang bakal dibahas adalah rencana pembagian dividen tahun buku 2025. Acara ini dijadwalkan berlangsung secara daring mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai, lewat sistem eASY.KSEI milik KSEI.
Dalam undangan resmi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen BRI menyebutkan bahwa ada tujuh agenda penting dalam RUPST nanti. Salah satunya adalah persetujuan penggunaan laba bersih tahun 2025, termasuk pembagian dividen kepada para pemegang saham. Ini jadi momen penting karena BRI mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp56,65 triliun hingga akhir Desember 2025.
Rencana Pembagian Dividen BBRI Tahun Buku 2025
Manajemen BRI sudah mengajukan usulan penggunaan laba bersih tahun lalu untuk dua hal utama. Pertama, pembayaran dividen kepada pemegang saham. Kedua, penambahan saldo laba ditahan yang akan digunakan untuk pengembangan bisnis ke depan. Sebelumnya, BRI sudah membagikan dividen interim sebesar Rp137 per saham atau setara Rp20,63 triliun pada Januari 2026.
Dalam dokumen tambahan yang dirilis, BRI menyebutkan bahwa dividen total indikatif minimum yang direncanakan sebesar Rp343,4 per saham. Angka ini didasarkan pada jumlah saham beredar sebanyak 151,5 miliar lembar. Dengan asumsi dividen interim yang sudah dibayarkan, maka potensi dividen final yang bakal diterima investor sekitar Rp206,4 per saham.
1. Rasio Dividen BRI Tahun Ini Lebih Tinggi
Dividen yang direncanakan ini mencerminkan dividend payout ratio sebesar 91,32%. Artinya, hampir 91% dari laba bersih tahun buku 2025 dialokasikan untuk pembagian dividen. Bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, angka ini terbilang cukup tinggi dan menunjukkan komitmen BRI untuk memberikan imbal hasil yang menarik bagi para investor.
2. Kondisi Permodalan BRI Masih Kuat
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan bahwa keputusan pembagian dividen tinggi ini tak lepas dari kondisi permodalan bank yang masih solid. Hingga akhir 2025, Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI mencapai 23,53%, jauh di atas ambang batas wajib regulator. Dengan posisi permodalan yang aman, BRI punya ruang untuk membagikan dividen lebih besar tanpa mengorbankan stabilitas operasional.
3. Target Return on Investment (ROI) yang Lebih Baik
Menurut Hery, langkah ini merupakan bentuk komitmen BRI dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan kepada para pemegang saham. Dengan meningkatkan payout ratio, ROI BRI pun diperkirakan bakal lebih tinggi dibandingkan periode-periode sebelumnya. Ini tentu jadi kabar baik bagi investor yang mencari return konsisten dari portofolio saham perbankan mereka.
Jadwal dan Tata Cara RUPST BRI
Rapat umum pemegang saham ini bakal digelar secara virtual menggunakan platform eASY.KSEI. Peserta cukup mengakses fasilitas tersebut untuk ikut serta dalam proses pengambilan keputusan penting, termasuk persetujuan atas rencana pembagian dividen tahun buku 2025.
1. Waktu dan Tempat RUPST
- Tanggal: 10 April 2026
- Waktu: Pukul 14.00 WIB – selesai
- Format: Virtual (melalui eASY.KSEI)
2. Syarat Mengikuti RUPST
Untuk dapat mengikuti rapat ini, peserta harus memenuhi beberapa syarat dasar:
- Terdaftar sebagai pemegang saham di tanggal cut off yang ditentukan.
- Memiliki akses ke sistem eASY.KSEI.
- Melakukan registrasi ulang jika diperlukan.
3. Agenda Utama RUPST
Berikut adalah daftar lengkap agenda yang bakal dibahas dalam RUPST BRI:
| No | Agenda |
|---|---|
| 1 | Pembukaan dan laporan pertanggungjawaban Dewan Komisaris |
| 2 | Laporan pertanggungjawaban Direksi |
| 3 | Penetapan auditor independen tahun 2026 |
| 4 | Pengesahan laporan keuangan tahun 2025 |
| 5 | Persetujuan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 |
| 6 | Pembahasan tunjangan Dewan Komisaris dan Direksi |
| 7 | Usulan lain-lain yang sah |
Potensi Dividen Final BRI 2025
Jika rencana pembagian dividen disetujui dalam RUPST, maka pemegang saham akan menerima total dividen sebesar Rp343,4 per saham. Setelah dikurangi dividen interim yang sudah dibayarkan sebesar Rp137 per saham, maka sisanya sekitar Rp206,4 per saham akan dibayarkan sebagai dividen final.
Rincian Pembagian Dividen BRI Tahun Buku 2025
| Jenis Dividen | Besaran per Saham | Total (Estimasi) |
|---|---|---|
| Interim | Rp137 | Rp20,63 Triliun |
| Final | Rp206,4 | Rp31,2 Triliun |
| Total | Rp343,4 | Rp51,83 Triliun |
Angka ini belum termasuk pajak penghasilan yang berlaku sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.
Catatan Penting untuk Investor
Investasi saham selalu memiliki risiko. Informasi tentang rencana dividen ini hanya bersifat indikatif dan belum menjadi kepastian. Keputusan akhir akan diambil dalam RUPST dan tunduk pada persetujuan para pemegang saham. Data-data yang disebutkan dalam artikel ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Selain itu, investor juga perlu memperhatikan faktor makro ekonomi, regulasi baru, dan kinerja keuangan BRI secara berkala agar bisa membuat keputusan investasi yang tepat.
Kesimpulan
Rencana pembagian dividen BRI tahun buku 2025 yang bakal dibahas dalam RUPST 10 April 2026 menunjukkan komitmen kuat bank dalam memberikan return kepada para pemegang saham. Dengan payout ratio mencapai 91,32% dan CAR yang masih kuat, BRI tampak siap membagikan dividen besar tanpa mengganggu stabilitas operasionalnya.
Bagi investor yang memantau saham BBRI, rapat ini layak untuk disimak karena akan menentukan besaran pendapatan pasif yang bakal diterima di tahun ini. Namun, tetap penting untuk mengikuti perkembangan terbaru dari BRI dan BEI agar tidak ketinggalan informasi penting terkait jadwal pembayaran dividen.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.












