Perbankan Tanah Air kembali menunjukkan optimisme terhadap pembagian dividen tahun buku 2025. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) semuanya memberi sinyal positif terkait rencana pembagian dividen tahun ini. Dengan kinerja keuangan yang solid dan pertumbuhan laba yang konsisten, ekspektasi investor pun semakin tinggi.
Meski belum ada keputusan final, beberapa bank sudah mengisyaratkan akan meningkatkan payout ratio dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini menjadi kabar baik bagi investor yang menanti tambahan pendapatan pasif dari portofolio saham perbankan mereka.
Rencana Dividen Bank-Bank BUMN dan Swasta
1. BBRI: Dividen Interim Telah Dibagikan, Payout Ratio Diproyeksikan Naik
Bank Rakyat Indonesia (BRI) tercatat sebagai salah satu bank dengan kinerja paling stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa kondisi permodalan bank saat ini sangat memadai. CAR BRI hingga akhir 2025 mencapai 23,53%, jauh di atas batas minimum regulator.
Dengan posisi permodalan yang kuat, BRI punya ruang untuk memberikan dividen dengan payout ratio yang lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, BRI telah membagikan dividen interim sebesar Rp137 per saham atau sekitar Rp20,63 triliun pada Januari 2026. Dividen ini akan diperhitungkan sebagai bagian dari total dividen tahun buku 2025.
Pada tahun buku 2024, BRI membagikan dividen sebesar Rp343,40 per saham atau total Rp51,74 triliun, setara dengan 85,32% dari laba bersihnya yang mencapai Rp60,64 triliun. Jika payout ratio tahun ini naik lagi, investor bisa berharap nilai dividen yang lebih besar.
2. BMRI: Sinyal Dividen Lebih Tinggi, RUPS Jadi Penentu Akhir
Bank Mandiri juga memberi sinyal kuat akan meningkatkan pembagian dividen tahun buku 2025. Direktur Utama BMRI, Riduan, menyampaikan bahwa payout ratio tahun ini berpotensi lebih tinggi dibanding tahun lalu yang mencapai 78% dari laba bersih.
Namun, Riduan menegaskan bahwa besaran akhir dividen akan ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Meski begitu, ia menyebut bahwa usulan akan lebih baik dari tahun sebelumnya.
Bank Mandiri dikenal sebagai salah satu bank dengan kinerja konsisten dan pembagian dividen yang andal. Investor pun menantikan keputusan final dari RUPST yang akan datang.
3. BBTN: Target Dividen Naik Jadi 30% dari Laba Bersih
BTN atau Bank Tabungan Negara juga merancang peningkatan payout ratio tahun buku 2025. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan bahwa perseroan berencana mengusulkan pembagian dividen sebesar 30% dari laba bersih, naik dari 25% tahun sebelumnya.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan return on equity (ROE) dan memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Pada tahun buku 2024, BTN membagikan dividen senilai Rp751,83 miliar atau Rp53,57 per saham, setara dengan 25% dari laba bersih Rp3 triliun.
Dibandingkan tahun 2023 yang hanya membagikan 20% dari laba, kenaikan ini menunjukkan komitmen BTN untuk lebih menghargai investor.
4. BDMN: Dividen Dipertahankan di Level 35%, Menunggu RUPST
Bank Danamon juga ikut menyampaikan rencana pembagian dividen tahun buku 2025. Wakil Direktur Utama Honggo Widjojo Kangmasto menyampaikan bahwa bank akan tetap konsisten dengan kebijakan dividen sekitar 35% dari laba bersih.
Pada tahun lalu, Bank Danamon membagikan dividen tunai sebesar Rp113,85 per saham atau total sekitar Rp1,1 triliun. Angka ini setara dengan 35% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yaitu Rp3,2 triliun.
Meski belum ada keputusan final, kebijakan ini menunjukkan bahwa Bank Danamon tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan penghargaan kepada pemegang saham.
Perbandingan Dividen Bank-Bank Terkait
Berikut adalah rincian pembagian dividen tahun buku 2024 dan rencana tahun 2025 dari keempat bank tersebut:
| Bank | Dividen Tahun Buku 2024 | Payout Ratio 2024 | Rencana Dividen 2025 | Payout Ratio 2025 (Estimasi) |
|---|---|---|---|---|
| BBRI | Rp343,40 per saham | 85,32% | Diproyeksikan naik | >85,32% |
| BMRI | Belum diumumkan | 78% | Diproyeksikan naik | >78% |
| BBTN | Rp53,57 per saham | 25% | 30% | 30% |
| BDMN | Rp113,85 per saham | 35% | Dipertahankan | 35% |
Faktor yang Mendorong Kenaikan Dividen
1. Kinerja Laba Bersih yang Stabil
Salah satu alasan utama bank-bank ini bisa meningkatkan pembagian dividen adalah kinerja laba bersih yang terjaga. Meski menghadapi tekanan makro ekonomi, bank-bank BUMN dan swasta besar tetap mampu mencatatkan pertumbuhan laba yang positif.
2. CAR yang Tinggi Memberi Ruang Dividen
Capital Adequacy Ratio (CAR) yang tinggi memberi sinyal bahwa bank memiliki buffer modal yang cukup. Ini memungkinkan mereka untuk membagikan dividen tanpa mengorbankan ketahanan permodalan.
3. Kebijakan Pemerintah yang Mendukung Dividen
Pemerintah melalui Kementerian BUMN terus mendorong BUMN untuk meningkatkan return kepada negara sebagai pemegang saham mayoritas. Ini menjadi salah satu pendorong bank-bank BUMN untuk menaikkan payout ratio.
Tips untuk Investor yang Menanti Dividen
1. Pahami Jadwal RUPS dan Cum Date
Investor perlu memantau jadwal RUPS dan tanggal cum dividen masing-masing bank. Hanya pemegang saham yang tercatat sebelum tanggal cum dividen yang berhak mendapatkan pembagian dividen.
2. Evaluasi Kebijakan Dividen Jangka Panjang
Jangan hanya melihat dividen satu tahun saja. Cek juga kebijakan dividen jangka panjang bank tersebut untuk memastikan konsistensi dan keberlanjutannya.
3. Jangan Abaikan Fundamental Lainnya
Meski dividen menarik, tetap pertimbangkan aspek lain seperti pertumbuhan kredit, efisiensi operasional, dan kualitas aset bank.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat estimasi dan proyeksi berdasarkan sumber terpercaya hingga Maret 2026. Nilai dividen dan payout ratio bisa berubah tergantung keputusan RUPS masing-masing bank serta kondisi makro ekonomi yang berlaku. Pembaca disarankan untuk selalu mengacu pada pengumuman resmi dari emiten terkait.
Dengan ekspektasi pembagian dividen yang makin besar dari BBRI, BMRI, BBTN, hingga BDMN, tahun buku 2025 bisa menjadi tahun yang manis bagi investor saham perbankan. Namun, tetap penting untuk selalu memantau perkembangan terbaru dan keputusan resmi dari masing-masing emiten.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













