PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) telah mengumumkan rencana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan digelar pada Jumat, 10 April 2026. Pengumuman ini menjadi sorotan karena biasanya menjadi momentum penting bagi pemegang saham untuk mengetahui kebijakan dividen serta strategi ke depan bank terbesar di Indonesia tersebut.
Sebelum pelaksanaan RUPST, BRI akan memberitahukan secara resmi melalui situs web PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan situs resmi perusahaan pada Jumat, 13 Maret 2026. Untuk dapat mengikuti rapat, seseorang harus tercatat sebagai pemegang saham pada Kamis, 12 Maret 2026 pukul 17.00 WIB.
Jadwal dan Syarat Mengikuti RUPST BRI
Pelaksanaan RUPST tahunan BRI mengikuti aturan ketentuan yang berlaku. Ada beberapa syarat dan jadwal penting yang perlu diketahui oleh para pemegang saham agar bisa ikut serta dalam rapat.
1. Jadwal Resmi RUPST
Tanggal penting terkait pelaksanaan RUPST BRI adalah sebagai berikut:
| Tanggal | Keterangan |
|---|---|
| 12 Maret 2026 | Batas akhir pencatatan nama pemegang saham |
| 13 Maret 2026 | Pengumuman resmi pelaksanaan RUPST |
| 10 April 2026 | Pelaksanaan RUPST |
2. Syarat Kehadiran dan Hak Suara
Pemegang saham yang ingin hadir atau diwakili dalam RUPST harus memenuhi syarat tertentu. Mereka harus tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan atau pada rekening efek di KSEI menjelang batas waktu yang ditentukan.
Selain itu, pemegang saham yang memiliki hak untuk mengusulkan agenda rapat adalah mereka yang mewakili minimal 1/20 dari total saham dengan hak suara, termasuk Pemegang Saham Seri A Dwiwarna. Usulan agenda harus diajukan secara tertulis dan diterima oleh direksi BRI paling lambat tujuh hari sebelum pemanggilan rapat, yaitu pada Jumat, 6 Maret 2026.
Kisi-Kisi Dividen BRI Tahun 2025
Salah satu agenda yang biasanya menjadi sorotan dalam RUPST adalah pembagian dividen. BRI memberikan bocoran mengenai rencana payout ratio tahun buku 2025 melalui pernyataan Direktur Utama Hery Gunardi.
3. Rasio Dividen yang Lebih Tinggi
Hery menyampaikan bahwa BRI saat ini memiliki posisi permodalan yang kuat, dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 23,53% di akhir 2025. Angka ini jauh melampaui ketentuan regulator, sehingga memberikan ruang bagi bank untuk meningkatkan payout ratio dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Langkah ini tidak hanya memberikan nilai tambah langsung bagi pemegang saham, tetapi juga berpotensi meningkatkan return on equity (ROE) BRI. Menurut Hery, dengan pembagian dividen yang lebih besar, ROI pemegang saham juga akan lebih tinggi.
4. Kinerja Keuangan BRI di Tahun 2025
Sebagai gambaran, BRI mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp57,13 triliun sepanjang tahun 2025. Meski sedikit lebih rendah dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang mencapai Rp60,3 triliun, laba tersebut tetap menunjukkan kinerja yang solid.
Pendapatan bunga BRI pada 2025 mencapai Rp207,78 triliun, naik 4,27% secara tahunan dari Rp199,27 triliun di tahun sebelumnya. Pendapatan bunga bersih (NII) juga meningkat menjadi Rp150,50 triliun, naik 5,52% dibandingkan tahun 2024.
Perbandingan Kinerja Keuangan BRI 2024 vs 2025
Berikut adalah perbandingan kinerja keuangan BRI antara tahun 2024 dan 2025:
| Indikator | 2024 | 2025 | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp60,3 triliun | Rp57,13 triliun | -5,26% |
| Pendapatan Bunga | Rp199,27 triliun | Rp207,78 triliun | +4,27% |
| Beban Bunga | Rp56,61 triliun | Rp57,28 triliun | +1,20% |
| Pendapatan Bunga Bersih (NII) | Rp142,65 triliun | Rp150,50 triliun | +5,52% |
Meskipun laba bersih sedikit turun, peningkatan pendapatan bunga bersih menunjukkan efisiensi operasional dan manajemen pendapatan yang baik. Ini menjadi dasar optimisme terhadap kinerja BRI ke depan.
Strategi Dividen dan Prospek Ke depan
Langkah BRI dalam meningkatkan payout ratio juga mencerminkan komitmen terhadap pemegang saham. Dengan CAR yang tinggi dan kinerja operasional yang stabil, bank ini memiliki fleksibilitas untuk memberikan imbal hasil yang menarik tanpa mengorbankan pertumbuhan bisnis.
5. Fokus pada Keberlanjutan Bisnis
BRI tidak hanya fokus pada pembagian dividen, tetapi juga pada pengembangan bisnis yang berkelanjutan. Langkah-langkah strategis seperti alokasi dana untuk pembiayaan proyek sosial dan investasi di anak usaha menjadi bagian dari rencana jangka panjang.
Bank ini juga terus memperkuat posisi permodalan agar tetap sesuai dengan regulasi dan siap menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan.
Disclaimer
Jadwal dan kebijakan yang disebutkan dalam artikel ini bersifat sesuai dengan pengumuman resmi BRI per tanggal publikasi. Informasi ini dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada keputusan rapat dan kondisi makroekonomi yang berlaku. Pemegang saham disarankan untuk selalu memantau pengumuman resmi dari BRI melalui situs web terkait.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













