Nasional

Purbaya Tegaskan Komitmen Perbaikan Infrastruktur Digital Coretax Menuju Transparansi Publik

Danang Ismail
×

Purbaya Tegaskan Komitmen Perbaikan Infrastruktur Digital Coretax Menuju Transparansi Publik

Sebarkan artikel ini
Purbaya Tegaskan Komitmen Perbaikan Infrastruktur Digital Coretax Menuju Transparansi Publik

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem Coretax. Evaluasi ini dilakukan setelah ditemukan sejumlah persoalan internal yang memerlukan perbaikan segera. Salah satunya adalah penggunaan kembali vendor yang sebelumnya telah dihentikan karena kinerjanya yang dinilai lambat.

Masalah ini terkesan muncul begitu saja tanpa persetujuan resmi dari pihak terkait. Purbaya menyebut bahwa vendor tersebut kembali digunakan secara diam-diam, meskipun sebelumnya sudah diberhentikan karena buruknya. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan serius tentang pengelolaan dan kontrol terhadap sistem teknologi yang menjadi tulang punggung administrasi perpajakan nasional.

Selain masalah vendor, Purbaya juga menyoroti desain sistem Coretax yang dianggap belum sepenuhnya ramah . Seharusnya, sistem ini dirancang agar langsung bisa diakses masyarakat luas tanpa hambatan. Namun kenyataannya, terdapat lapisan aplikasi tambahan yang justru memperumit proses pelaporan pajak.

Lapisan tambahan ini ternyata dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menyediakan layanan antarmuka kepada besar. Artinya, bukan masyarakat umum yang diuntungkan, melainkan segelintir pihak yang memiliki akses khusus. Ini menimbulkan potensi ketimpangan dalam pelayanan perpajakan.

Menurut Purbaya, pemerintah saat ini sedang memprioritaskan stabilitas sistem agar pelaporan pajak tetap berjalan lancar. Setelah masa pelaporan selesai, barulah Kementerian Keuangan akan melakukan pembersihan dan perbaikan sistem secara menyeluruh. Termasuk menghilangkan antarmuka tambahan yang sengaja diciptakan untuk kepentingan tertentu.

Evaluasi dan Penyebab Masalah pada Coretax

Sistem Coretax memang menjadi tulang punggung administrasi perpajakan di Indonesia. Namun, belakangan muncul sejumlah persoalan yang menunjukkan adanya celah dalam pengelolaan dan pengawasannya. Berikut adalah beberapa poin penting terkait masalah yang ditemukan.

1. Penggunaan Kembali Vendor yang Telah Diberhentikan

Vendor tertentu yang sebelumnya dihentikan karena kinerjanya yang lambat, kembali digunakan tanpa persetujuan resmi. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius terkait mekanisme pengawasan dan prosedur pengadaan layanan teknologi dalam sistem Coretax.

2. Desain Sistem yang Tidak Ramah Pengguna

Desain awal Coretax tidak dirancang untuk langsung diakses masyarakat. Justru dibuat rumit dengan adanya lapisan antarmuka tambahan. Padahal seharusnya sistem ini dibuat semudah mungkin agar masyarakat bisa langsung melaporkan pajak tanpa hambatan.

3. Adanya Pihak yang Memanfaatkan Lapisan Tambahan

Lapisan antarmuka tambahan justru dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menyediakan layanan khusus kepada perusahaan besar. Ini menciptakan ketimpangan dalam pelayanan perpajakan dan potensi penyalahgunaan sistem.

Langkah-Langkah Perbaikan yang Akan Dilakukan

Menghadapi masalah yang ditemukan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah merancang sejumlah langkah perbaikan. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan sistem Coretax kembali berjalan efektif dan adil bagi seluruh pajak.

1. Evaluasi Men menyeluruh terhadap Sistem Coretax

Langkah awal yang dilakukan adalah evaluasi menyeluruh terhadap sistem Coretax. Evaluasi ini mencakup seluruh aspek, mulai dari desain, pengelolaan vendor, hingga penggunaan antarmuka tambahan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi akar masalah dan menemukan solusi jangka panjang.

2. Peninjauan Kembali Vendor yang Terlibat

Vendor yang terlibat dalam sistem Coretax akan ditinjau kembali. Vendor yang sebelumnya telah diberhentikan karena kinerjanya yang buruk tidak akan digunakan kembali tanpa melalui proses seleksi yang ketat dan transparan.

3. Penyederhanaan Antarmuka Sistem

Purbaya menekankan pentingnya menyederhanakan antarmuka sistem agar lebih ramah pengguna. Langkah ini mencakup penghapusan lapisan tambahan yang tidak diperlukan dan memastikan bahwa sistem bisa diakses langsung oleh masyarakat tanpa perantara.

4. Prioritas Stabilitas Sistem

Selama masa pelaporan pajak berlangsung, pemerintah memprioritaskan stabilitas sistem. Perbaikan besar- baru akan dilakukan setelah masa pelaporan selesai, agar tidak mengganggu proses yang sedang berjalan.

5. Pembersihan Sistem dari Elemen yang Tidak Perlu

Setelah masa pelaporan berakhir, Kementerian Keuangan akan melakukan pembersihan menyeluruh terhadap sistem Coretax. Termasuk menghilangkan antarmuka tambahan yang sengaja diciptakan untuk kepentingan tertentu.

Perbandingan Sebelum dan Sesudah Perbaikan

Berikut adalah perbandingan kondisi sistem Coretax sebelum dan sesudah rencana perbaikan:

Aspek Sebelum Perbaikan Setelah Perbaikan
Desain Sistem Rumit, tidak ramah pengguna Disederhanakan, langsung diakses masyarakat
Vendor Ada yang digunakan tanpa persetujuan resmi Seleksi ketat dan transparan
Antarmuka Ada lapisan tambahan yang dimanfaatkan pihak tertentu Dihilangkan, hanya ada sistem utama
Stabilitas Rentan gangguan karena kompleksitas Lebih dan andal
Akses Masyarakat Terbatas, perlu perantara Langsung bisa diakses

Tips untuk Wajib Pajak Selama Periode Transisi

Selama proses evaluasi dan berlangsung, wajib pajak tetap diharapkan bisa melaporkan kewajiban perpajakannya. Berikut beberapa tips yang bisa diikuti agar proses tetap berjalan lancar:

  • Pastikan selalu menggunakan sistem resmi yang disediakan oleh Ditjen Pajak.
  • Hindari menggunakan jasa pihak ketiga yang menawarkan akses khusus ke sistem Coretax.
  • Simpan semua bukti pelaporan dan pastikan mendapat konfirmasi resmi.
  • Jika mengalami kendala, laporkan langsung ke call center resmi Ditjen Pajak.

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini bersumber dari pernyataan resmi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan kondisi yang tercatat pada Maret 2026. Namun, situasi dan teknis bisa berubah sewaktu- tergantung pada perkembangan evaluasi sistem Coretax. Data dan langkah-langkah yang disebutkan dalam artikel ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran umum dan tidak mengikat secara hukum.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.