Friderica Widyasari Dewi secara resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026-2031. Pelantikan ini menandai pergantian kepemimpinan di tubuh pengawas sektor jasa keuangan yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan publik terhadap industri keuangan di Tanah Air.
Proses pelantikan dilakukan secara khidmat di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, pada Rabu, 25 Maret 2026. Acara dihadiri oleh pejabat negara dan unsur terkait. Sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Agung RI, Sunarto, sebagai bagian dari tata cara pelantikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Susunan Anggota Dewan Komisioner OJK Periode 2026-2031
Penetapan anggota baru ini merupakan hasil dari proses seleksi dan persetujuan DPR RI dalam Rapat Paripurna yang digelar pada 12 Maret 2026. Dari tujuh nama yang dilantik, Friderica Widyasari Dewi menjadi sosok sentral yang bakal memimpin arah kebijakan pengawasan sektor jasa keuangan ke depannya.
Berikut susunan lengkap Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026-2031:
1. Ketua Dewan Komisioner OJK
Friderica Widyasari Dewi resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK. Ia dikenal memiliki latar belakang kuat di bidang hukum dan regulasi keuangan. Pengalaman sebelumnya di sejumlah lembaga pemerintahan menjadikannya figur yang diharapkan mampu membawa OJK ke arah yang lebih adaptif terhadap perkembangan industri keuangan digital.
2. Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK
Hernawan Bekti Sasongko menjadi Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Ia memiliki rekam jejak di bidang pengawasan sektor keuangan dan dikenal sebagai pelaku reformasi regulasi yang progresif. Kehadirannya diharapkan dapat mendukung visi ketua dalam menghadapi tantangan sektor jasa keuangan yang terus berevolusi.
3. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK
Hasan Fawzi ditunjuk sebagai kepala eksekutif yang mengawasi pasar modal, produk derivatif, serta bursa karbon. Peran ini sangat strategis mengingat pertumbuhan investasi hijau dan produk keuangan berbasis karbon yang semakin meningkat.
4. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK
Adi Budiarso diangkat untuk mengawasi inovasi teknologi keuangan, termasuk aset digital dan kripto. Dengan latar belakang teknologi dan kebijakan digital, ia diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara inovasi dan perlindungan konsumen.
5. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK
Dicky Kartikoyono menjadi kepala eksekutif yang fokus pada pengawasan perilaku pelaku usaha dan edukasi konsumen. Ini adalah area krusial mengingat perlindungan konsumen menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan.
6. Anggota Dewan Komisioner OJK Ex-Officio Bank Indonesia
Thomas A.M Djiwandono mewakili Bank Indonesia dalam Dewan Komisioner OJK. Perannya penting dalam menjaga sinergi antara otoritas moneter dan pengawas sektor jasa keuangan.
7. Anggota Dewan Komisioner OJK Ex-officio Kementerian Keuangan
Juda Agung menjadi wakil Kementerian Keuangan. Kehadirannya menjamin keselarasan kebijakan fiskal dan pengawasan sektor keuangan.
Peran Dewan Komisioner OJK dalam Ekosistem Keuangan Nasional
Dewan Komisioner OJK memiliki peran strategis dalam menetapkan arah kebijakan pengawasan sektor jasa keuangan. Lembaga ini bertanggung jawab atas pengambilan keputusan penting yang memengaruhi stabilitas sistem keuangan nasional.
Sebagai lembaga pengawas, OJK tidak hanya berfokus pada pengawasan institusi keuangan, tetapi juga pada perlindungan konsumen, edukasi keuangan, serta pengembangan teknologi keuangan yang berkelanjutan.
Tantangan yang Dihadapi di Masa Jabatan Baru
1. Adaptasi terhadap Perkembangan Teknologi Keuangan
Industri keuangan saat ini berkembang sangat cepat, terutama dengan munculnya fintech, aset kripto, dan layanan keuangan digital lainnya. Dewan harus mampu merespons dinamika ini dengan regulasi yang tidak kaku namun tetap melindungi kepentingan publik.
2. Perlindungan Konsumen di Era Digital
Semakin banyaknya produk keuangan digital berisiko tinggi membuat perlindungan konsumen menjadi tantangan besar. Edukasi dan pengawasan ketat menjadi kunci untuk menghindari penyalahgunaan.
3. Kolaborasi Antarlembaga
OJK harus terus menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik dengan Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan lembaga lainnya. Sinergi ini penting untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.
Harapan untuk Kepemimpinan Baru
Kehadiran Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK membawa angin segar bagi pengawasan sektor jasa keuangan. Dengan pengalaman dan visi yang dimiliki, diharapkan ia mampu memimpin OJK dengan kepemimpinan yang transparan, responsif, dan progresif.
Pengambilan keputusan yang tepat dan kolaboratif akan menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan di masa depan. Terutama dalam menjaga keseimbangan antara inovasi dan keamanan sistem keuangan nasional.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini berdasarkan data resmi pelantikan yang disiarkan oleh OJK dan media terkait. Struktur keanggotaan dan jabatan dapat berubah seiring dengan regulasi atau kebijakan baru yang ditetapkan oleh pemerintah atau lembaga terkait. Data yang disajikan valid hingga tanggal publikasi artikel ini.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.












