Sistem transaksi tol nirsentuh Multi Lane Free Flow (MLFF) kembali menjadi sorotan setelah pemerintah memutuskan untuk mengulang uji coba. Keputusan ini diambil karena hasil dari tahap sebelumnya di Jalan Tol Bali Mandara belum memberikan kejelasan apakah sistem ini benar-benar siap digunakan secara luas.
Menurut Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, evaluasi menyusul masih dibutuhkannya beberapa penyesuaian teknis dan regulasi. Keterlibatan berbagai pihak seperti BPKP, kejaksaan, dan kepolisian menunjukkan bahwa MLFF bukan hanya soal teknologi, tapi juga tata kelola dan penegakan aturan yang harus matang.
Persiapan Uji Coba Ulang MLFF
Sebelum melangkah ke tahap berikutnya, ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh PT Roatex Indonesia Toll System (RITS), mitra pemerintah dalam proyek ini. Kepastian waktu dan lokasi uji coba masih menunggu hasil evaluasi teknis serta kesiapan infrastruktur.
1. Evaluasi Teknis dari Hasil Uji Coba Pertama
Uji coba awal di Bali dianggap belum memberikan data yang cukup untuk menentukan keberhasilan sistem. Trafik di ruas tersebut memang tidak terlalu padat, sehingga belum bisa menjadi indikator akurat untuk kondisi tol dengan kepadatan tinggi.
2. Penyesuaian Infrastruktur dan Teknologi
PT RITS harus memastikan bahwa perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan mampu bekerja optimal di berbagai kondisi lalu lintas. Termasuk dalam hal ini adalah integrasi dengan sistem operator jalan tol yang sudah ada.
3. Penyusunan Laporan Evaluasi oleh BPJT
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU sedang menyusun laporan menyeluruh terkait hasil uji coba pertama. Laporan ini akan menjadi dasar dalam menentukan lokasi dan waktu uji coba berikutnya.
Lokasi dan Waktu Uji Coba Berikutnya
Pihak pemerintah masih mempertimbangkan beberapa opsi lokasi untuk uji coba lanjutan. Bali tetap menjadi pilihan karena kemudahan pengawasan, namun ruas tol dengan volume kendaraan tinggi seperti di Jabodetabek atau Trans Jawa juga mulai dipertimbangkan.
1. Kriteria Lokasi Uji Coba
| Kriteria | Deskripsi |
|---|---|
| Volume Lalu Lintas | Harus mewakili kondisi tol nasional |
| Infrastruktur Pendukung | Ketersediaan perangkat MLFF dan jaringan komunikasi |
| Keterlibatan Instansi | Koordinasi dengan kepolisian dan operator tol |
2. Jadwal Rencana Uji Coba
| Tahapan | Perkiraan Waktu | Catatan |
|---|---|---|
| Penyelesaian Evaluasi | April 2026 | Laporan BPJT |
| Penyesuaian Teknis | Mei 2026 | Oleh PT RITS |
| Penetapan Lokasi | Juni 2026 | Diputuskan bersama |
| Uji Coba Tahap Dua | Juli 2026 | Target mulai pelaksanaan |
Aspek Regulasi dan Penegakan Hukum
MLFF bukan hanya soal teknologi. Aspek hukum dan penegakan aturan juga menjadi bagian penting dalam implementasinya. Kepala BPJT Wilan Oktavian menekankan bahwa payung hukum harus kuat agar sistem ini bisa diterapkan secara efektif dan adil.
1. Integrasi dengan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP)
Salah satu tantangan adalah memastikan bahwa sistem pembayaran MLFF bisa terintegrasi dengan berbagai PJP yang sudah ada. Ini penting agar pengguna kendaraan tidak mengalami kendala saat transaksi.
2. Penyesuaian Mekanisme Pelanggaran
Karena sistem ini berjalan otomatis, maka mekanisme penanganan pelanggaran juga harus disesuaikan. Misalnya, bagaimana menangani kendaraan yang tidak membayar atau menghindar dari titik transaksi.
3. Keterlibatan Korlantas Polri
Korps Lalu Lintas Polri juga harus dilibatkan dalam proses ini. Namun, kewenangan mereka saat ini masih terbatas pada pelanggaran fisik di lapangan. Untuk pelanggaran digital seperti di MLFF, dibutuhkan aturan hukum yang lebih tegas.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Proyek MLFF sempat tertunda karena berbagai pertimbangan teknis dan regulasi. Namun, dengan adanya komitmen dari pemerintah dan keterlibatan berbagai pihak, harapan untuk mewujudkan sistem tol nirsentuh yang efisien tetap terjaga.
Uji coba ulang ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa sistem ini benar-benar siap digunakan secara nasional. Dengan begitu, diharapkan tidak hanya efisiensi waktu dan biaya, tapi juga peningkatan kenyamanan pengguna jalan tol.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan teknis dan kebijakan pemerintah terkait proyek MLFF.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













