Investasi

Adira Finance Terbitkan Sukuk dan Obligasi Senilai Rp2,5 Triliun dengan Suku Bunga Maksimal 5,95 Persen

Rista Wulandari
×

Adira Finance Terbitkan Sukuk dan Obligasi Senilai Rp2,5 Triliun dengan Suku Bunga Maksimal 5,95 Persen

Sebarkan artikel ini
Adira Finance Terbitkan Sukuk dan Obligasi Senilai Rp2,5 Triliun dengan Suku Bunga Maksimal 5,95 Persen

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) kembali melebarkan sayap di pasar modal lewat penerbitan obligasi dan sukuk. Emiten berkode saham ADMF ini baru saja menawarkan Obligasi Berkelanjutan VII Tahap III Tahun 2026 senilai Rp2 triliun dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Tahap III Tahun 2026 sebesar Rp500 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penghimpunan guna mendukung operasional bisnis, khususnya dalam pembiayaan konsumen.

Nilai total penerbitan kedua instrumen tersebut mencapai Rp2,5 triliun. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memperluas portofolio pembiayaan, baik secara konvensional maupun syariah. Ini menunjukkan bahwa Adira Finance terus berkomitmen menjaga likuiditas dan pertumbuhan bisnis di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak.

Rincian Obligasi dan Sukuk yang Diterbitkan

Adira Finance menerbitkan dua jenis instrumen utang sekaligus, yakni obligasi konvensional dan sukuk syariah. Keduanya memiliki karakteristik berbeda, namun sama-sama menjadi alternatif investasi menarik bagi yang mencari return stabil.

1. Obligasi Berkelanjutan VII Tahap III 2026

Obligasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) dengan target penghimpunan dana hingga Rp8 triliun. Tahap III sendiri mencatatkan nilai emisi sebesar Rp2 triliun yang terbagi dalam tiga seri.

Rincian Obligasi:

Seri Nilai Tenor Bunga Tetap per Tahun
A Rp1,1 triliun 370 hari 4,80%
B Rp860 miliar 3 tahun 5,75%
C Rp40 miliar 5 tahun 5,95%

Bunga dibayarkan setiap tiga bulan sekali, memberikan insentif rutin bagi investor. Tingkat bunga tertinggi ada pada Seri C, yang juga memiliki masa tenor paling panjang.

2. Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Tahap III 2026

Sementara itu, sukuk ini merupakan bagian dari PUB sukuk dengan target dana yang ditawarkan sebesar Rp2 triliun. Total dana yang berhasil dihimpun dalam tahap ini adalah Rp500 miliar.

Rincian Sukuk Mudharabah:

Seri Nilai Tenor Nisbah Bagi Hasil Indikasi Bagi Hasil Ekuivalen
A Rp400 miliar 370 hari 40% 4,80%
B Rp100 miliar 3 tahun 47,92% 5,75%

Bagi hasil dibagikan setiap triwulan. Sukuk ini cocok bagi investor yang ingin mendapatkan return sesuai prinsip syariah, dengan dalam mekanisme pembagian keuntungan.

Tujuan Penggunaan Dana

Penyaluran dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk ini memiliki tujuan spesifik. Dana dari obligasi akan digunakan untuk pembiayaan konsumen biasa, seperti kredit motor dan kebutuhan lainnya. Ini sejalan dengan core business Adira Finance sebagai perusahaan pembiayaan yang fokus pada segmen ritel.

Sementara itu, dana dari sukuk dialokasikan untuk pembiayaan kendaraan bermotor berbasis akad murabahah. Artinya, semua aktivitasnya harus sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Ini membuktikan bahwa Adira Finance tidak hanya peduli pada profitabilitas, tapi juga pada yang ramah syariah.

Mengapa Investor Harus Memperhatikan?

Penerbitan ini menawarkan beberapa daya tarik tersendiri bagi investor. Pertama, return yang ditawarkan cukup , terutama untuk obligasi berseri C yang menawarkan bunga hingga 5,95%. Kedua, frekuensi pembayaran bunga dan bagi hasil yang dilakukan tiap tiga bulan memberikan arus kas yang konsisten.

Selain itu, reputasi Adira Finance sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia turut meningkatkan . Emiten ini memiliki track record yang solid dalam mengelola portofolio dan menjaga kualitas aset.

Namun, penting juga untuk mempertimbangkan risiko. Meski tingkat bunga menarik, investor tetap perlu memantau kondisi makro ekonomi yang dapat memengaruhi . Fluktuasi suku bunga acuan BI, misalnya, bisa berdampak pada daya tarik instrumen ini di pasar.

Perbandingan dengan Obligasi Sebelumnya

Jika dibandingkan dengan penerbitan obligasi sebelumnya, kali ini Adira Finance menawarkan variasi tenor dan return yang lebih luas. Hal ini memberi bagi investor untuk memilih instrumen yang sesuai dengan preferensi risiko dan horizon investasi mereka.

Sebagai contoh, investor yang cenderung konservatif mungkin lebih nyaman dengan tenor pendek seperti 370 hari. Sedangkan investor jangka panjang bisa mempertimbangkan seri dengan tenor 3 hingga 5 tahun.

Disclaimer

Data dan informasi dalam artikel ini bersumber dari Bursa Efek Indonesia (BEI) per tanggal 3 Maret 2026. Nilai, bunga, serta terkait obligasi dan sukuk dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada regulasi dan kondisi pasar. Pembaca disarankan untuk melakukan verifikasi lebih lanjut melalui sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

Investasi pada instrumen tetap pendapatan seperti obligasi dan sukuk memiliki risiko tersendiri. Meskipun umumnya dianggap aman, tidak menutup kemungkinan adanya risiko likuiditas, risiko suku bunga, atau risiko kredit terhadap penerbit.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.