PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF), atau yang lebih dikenal sebagai Adira Finance, baru-baru ini membuka suara soal tantangan utama dalam menyalurkan pembiayaan kendaraan listrik. Meski tren elektrifikasi kendaraan terus bergulir, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil jadi penghalang utama.
Menurut Sylvanus Gani, Chief Financial Officer Adira Finance, daya beli masyarakat masih terbatas. Ini wajar mengingat tekanan ekonomi yang dirasakan banyak kalangan, baik dari sisi penghasilan maupun biaya hidup. Akibatnya, permintaan pembiayaan kendaraan listrik belum bisa melesat seperti yang diharapkan.
Ekosistem kendaraan listrik memang masih berkembang. Baik dari segi model, merek, hingga valuasi di pasaran. Gani menyebut Adira Finance tetap menjaga kualitas portofolio dengan pendekatan yang selektif dalam menyalurkan pembiayaan. Langkah ini penting agar risiko macet bisa ditekan seminim mungkin.
Sejauh ini, hingga Februari 2026, total pembiayaan baru untuk kendaraan listrik yang disalurkan Adira Finance mencapai Rp100 miliar. Angka itu tumbuh positif dibanding periode yang sama tahun lalu. Namun, mayoritasnya masih berasal dari segmen roda empat. Sementara itu, kontribusi pembiayaan kendaraan listrik terhadap total portofolio masih tergolong kecil dibanding kendaraan konvensional.
Prospek Pembiayaan Kendaraan Listrik Masih Menjanjikan
Meski menghadapi tantangan, Adira Finance tetap optimistis terhadap prospek pembiayaan kendaraan listrik di tahun ini. Pasar terus menawarkan pilihan kendaraan listrik yang lebih beragam, termasuk di segmen harga menengah ke bawah.
Ini jadi kabar baik bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan, tapi tetap memperhatikan aspek ekonomi. Semakin banyak pilihan, semakin besar peluang permintaan pembiayaan naik.
Kesadaran masyarakat terhadap efisiensi biaya operasional juga terus meningkat. Kendaraan listrik dinilai lebih hemat dalam jangka panjang, terutama dari segi biaya bahan bakar dan perawatan. Faktor ini membuatnya semakin menarik sebagai alternatif transportasi.
1. Peran Otoritas Jasa Keuangan dalam Dukung Elektrifikasi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatat tren positif dalam penyaluran pembiayaan kendaraan listrik. Pada Januari 2026, pertumbuhan pembiayaan mencatatkan kenaikan 39,13% secara year-on-year (YoY).
Angka itu setara dengan total penyaluran sebesar Rp21,05 triliun. Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, menyebut pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penjualan kendaraan listrik di pasar.
Ia juga memperkirakan tren positif ini akan berlanjut sepanjang 2026. Elektrifikasi kendaraan menjadi salah satu fokus utama industri otomotif nasional, dan sektor pembiayaan pun harus siap mendukungnya.
2. Perbaikan Pasar Otomotif Jadi Sinyal Positif
Awal tahun 2026 menunjukkan perbaikan di pasar otomotif. Penjualan kendaraan, baik konvensional maupun listrik, mulai menggeliat. Ini jadi sinyal positif bagi perusahaan pembiayaan seperti Adira Finance.
Peningkatan permintaan berpotensi mendorong lebih banyak konsumen mencari skema pembiayaan. Apalagi dengan semakin banyaknya insentif dari pemerintah dan produsen kendaraan.
3. Strategi Adira Finance dalam Menjaga Kualitas Pembiayaan
Adira Finance tidak hanya fokus pada pertumbuhan volume, tapi juga menjaga kualitas portofolio. Strategi ini dilakukan agar risiko kredit tetap terkendali, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi.
Salah satu caranya adalah dengan menerapkan proses seleksi yang ketat. Setiap calon konsumen akan melalui penilaian risiko sebelum mendapatkan persetujuan pembiayaan.
Selain itu, Adira Finance juga terus memperluas jaringan mitra dealer. Tujuannya agar lebih banyak konsumen yang bisa dijangkau, tanpa mengorbankan standar penilaian kredit.
Perbandingan Pembiayaan Kendaraan Listrik dan Konvensional (Hingga Februari 2026)
| Jenis Kendaraan | Total Pembiayaan | Kontribusi terhadap Portofolio |
|---|---|---|
| Kendaraan Listrik | Rp100 miliar | Relatif kecil |
| Kendaraan Konvensional | Lebih dari Rp8 triliun | Dominan |
Dari tabel di atas terlihat bahwa meski pembiayaan kendaraan listrik menunjukkan pertumbuhan, kontribusinya terhadap total portofolio masih sangat kecil dibanding kendaraan konvensional.
4. Tantangan Utama dalam Pembiayaan Kendaraan Listrik
Meski prospeknya menjanjikan, beberapa tantangan tetap menghambat penyaluran pembiayaan kendaraan listrik. Salah satunya adalah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Daya beli masyarakat masih terbatas, terutama di kalangan menengah ke bawah. Ini membuat permintaan pembiayaan kendaraan listrik belum bisa melesat secara signifikan.
Belum lagi infrastruktur pengisian yang masih terbatas di beberapa wilayah. Konsumen cenderung ragu jika tidak ada jaminan akses mudah ke stasiun pengisian.
5. Peluang di Balik Tantangan
Di balik tantangan tersebut, sebenarnya ada peluang besar. Semakin banyaknya merek kendaraan listrik yang masuk ke pasar membuat pilihan konsumen makin luas.
Harga yang semakin terjangkau juga mulai menarik minat kalangan menengah. Ini bisa menjadi titik awal lonjakan permintaan pembiayaan kendaraan listrik dalam beberapa tahun ke depan.
6. Peran Pemerintah dan Regulasi
Pemerintah juga terus memberikan dukungan melalui berbagai kebijakan. Mulai dari insentif pajak hingga pengembangan infrastruktur pengisian kendaraan listrik.
Regulasi yang mendukung elektrifikasi kendaraan bisa mendorong lebih banyak produsen dan konsumen untuk ikut serta. Ini akan berdampak langsung pada sektor pembiayaan.
7. Edukasi Konsumen sebagai Kunci
Salah satu faktor penting dalam meningkatkan adopsi kendaraan listrik adalah edukasi. Banyak konsumen masih belum paham manfaat jangka panjang dari kendaraan listrik.
Perusahaan pembiayaan seperti Adira Finance bisa berperan dalam memberikan informasi yang tepat. Edukasi ini bisa dilakukan melalui berbagai kanal, baik digital maupun offline.
8. Perkiraan Tren ke Depan
Melihat perkembangan saat ini, tren pembiayaan kendaraan listrik diprediksi akan terus meningkat. Apalagi dengan semakin banyaknya inovasi teknologi dan peningkatan kapasitas baterai kendaraan.
Namun, pertumbuhan ini akan berjalan bertahap. Butuh waktu agar ekosistem kendaraan listrik benar-benar matang dan siap menopang permintaan yang lebih besar.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi hingga Februari 2026. Nilai dan kondisi pasar bisa berubah sewaktu-waktu tergantung situasi ekonomi dan kebijakan yang berlaku.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













