Edukasi

Prabowo Perintahkan Pembukaan Sekolah Rakyat Tambahan di Bogor pada April 2026

Rista Wulandari
×

Prabowo Perintahkan Pembukaan Sekolah Rakyat Tambahan di Bogor pada April 2026

Sebarkan artikel ini
Prabowo Perintahkan Pembukaan Sekolah Rakyat Tambahan di Bogor pada April 2026

kembali mengambil langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan di kalangan masyarakat prasejahtera. Kali ini, Sekolah Rakyat Tambahan bakal segera dibuka pada April 2026, dengan salah satu lokasi utamanya berada di Kabupaten Bogor. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya percepatan pembangunan pendidikan inklusif.

Target pembukaan April 2026 bukan sekadar janji politik, tapi bagian dari komitmen serius pemerintah dalam menyediakan ruang belajar yang layak bagi -anak dari keluarga kurang mampu. Lokasi di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Aset Perhubungan (PPSDMAP) Kementerian Perhubungan, Cibinong, Bogor, dipilih sebagai salah satu titik awal. Saat ini, lokasi tersebut masih dalam tahap dan penyesuaian infrastruktur.

Lokasi dan Persiapan Sekolah Rakyat Tambahan

1. Penentuan Lokasi Utama di Bogor

Lokasi utama Sekolah Rakyat Tambahan berada di PPSDMAP Kementerian Perhubungan, Kabupaten Bogor. Tempat ini dipilih karena memiliki luas sekitar 11 hektar dan sudah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas dasar seperti ruang kelas, asrama, dan ruang makan. Kapasitasnya mencapai lebih dari 150 , menjadikannya pilihan ideal untuk tahap awal program.

2. Asesmen Infrastruktur oleh Kementerian Pekerjaan Umum

Sebelum bisa digunakan, lokasi di Bogor menjalani asesmen oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Tujuannya memastikan bahwa infrastruktur dasar seperti , sanitasi, dan bangunan memenuhi standar kelayakan untuk kegiatan belajar mengajar. Menurut Essy Asiah, Sekretaris Ditjen Sarana dan Prasarana Strategis KemenPU, lokasi ini secara umum layak digunakan dengan sedikit perbaikan ringan.

3. Lokasi Alternatif di Tagana Centre Hambalang

Selain PPSDMAP, pemerintah juga menyiapkan lokasi alternatif di Tagana Centre, Hambalang, Bogor. Lokasi ini direncanakan menampung sekitar 100 siswa dari jenjang SD dan SMP. Meski lebih kecil, fasilitas di sini juga akan disesuaikan agar tetap mendukung proses belajar yang optimal.

Tahapan Pembukaan Sekolah Rakyat Tambahan

1. Tahap Pertama: 166 Titik Rintisan

Tahap awal program mencakup 166 titik rintisan Sekolah Rakyat Tambahan di berbagai wilayah Indonesia. Titik-titik ini tersebar di daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi dan akses pendidikan terbatas. Penekanan pada tahap ini adalah penyediaan fasilitas dasar seperti ruang kelas dan asrama agar aktivitas belajar bisa segera dimulai.

2. Tahap Kedua: Pembangunan Permanen di 104 Lokasi

Setelah tahap rintisan, pemerintah akan melanjutkan dengan pembangunan permanen di 104 lokasi. Tahap ini lebih fokus pada pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan, termasuk penambahan ruang kelas, laboratorium, dan fasilitas olahraga. Tujuannya agar Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar , tapi lembaga pendidikan yang siap mendukung pengembangan jangka panjang.

3. Tahap Ketiga: 100 Titik Tambahan

Tahap ketiga akan menambah sekitar 100 titik baru Sekolah Rakyat Tambahan. Lokasi-lokasi ini akan dipilih berdasarkan data dan kebutuhan riil di lapangan. Prioritas utama tetap pada daerah dengan akses pendidikan terbatas dan jumlah anak putus sekolah tinggi.

Fokus Utama dalam Penyediaan Fasilitas

1. Prioritas pada Fasilitas Inti

Untuk memenuhi target April 2026, pemerintah memprioritaskan penyediaan fasilitas inti seperti ruang kelas, asrama, dan ruang makan. Hal ini agar proses belajar mengajar bisa langsung dimulai tanpa menunggu kelengkapan sarana pendukung lainnya.

2. Pelengkapan Bertahap Sarana Pendukung

Sementara itu, sarana pendukung seperti laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas olahraga akan dilengkapi secara bertahap. Langkah ini dilakukan agar tidak menghambat proses awal pembelajaran, sekaligus memberi ruang untuk pengembangan jangka panjang.

Manfaat dan Dampak Sekolah Rakyat Tambahan

1. Meningkatkan Akses Pendidikan

Dengan adanya Sekolah Rakyat Tambahan, akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu semakin terbuka. Ini menjadi langkah konkret untuk mengurangi angka putus sekolah dan meningkatkan partisipasi pendidikan di daerah tertinggal.

2. Pengentasan Kemiskinan Jangka Panjang

Pendidikan adalah salah satu alat paling efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan. Dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Sekolah Rakyat Tambahan, pemerintah berharap dapat mendorong mobilitas ke arah yang lebih baik.

3. Pemanfaatan Aset Negara

Langkah pemerintah memanfaatkan aset kementerian dan lembaga seperti PPSDMAP menunjukkan efisiensi penggunaan sumber daya negara. Ini juga menjadi solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur pendidikan tanpa harus membangun dari nol.

Perbandingan Fasilitas Sekolah Rakyat Tambahan

Fasilitas Lokasi Utama (PPSDMAP) Lokasi Alternatif (Tagana Centre)
Luas Area 11 hektar Sekitar hektar
Kapasitas Siswa Lebih dari 150 Sekitar 100
Ruang Kelas Tersedia Tersedia
Asrama Tersedia Tersedia
Ruang Makan Tersedia Tersedia
Laboratorium Dibangun bertahap Dibangun bertahap
Perpustakaan Dibangun bertahap Dibangun bertahap

Tantangan dan Solusi

1. Kesiapan Infrastruktur

Salah satu tantangan utama adalah kesiapan infrastruktur di lokasi-lokasi yang dipilih. Meski sebagian besar layak digunakan, tetap diperlukan penyesuaian agar memenuhi standar pendidikan nasional.

2. Ketersediaan SDM Pengajar

Ketersediaan tenaga pengajar yang berkualitas juga menjadi tantangan. Pemerintah berencana menggandeng perguruan tinggi dan lembaga pelatihan untuk menyediakan guru yang siap mengajar di lokasi-lokasi ini.

3. Pendanaan Berkelanjutan

Pendanaan untuk tahap selanjutnya juga harus dipastikan agar program tidak terhenti di tengah jalan. Pemerintah berkomitmen untuk menyediakan anggaran berkelanjutan, baik dari APBN maupun melalui kolaborasi dengan pihak swasta.

Harapan ke Depan

Langkah pembukaan Sekolah Rakyat Tambahan bukan sekadar program pendidikan, tapi bagian dari transformasi sosial yang lebih besar. Dengan memberi kesempatan belajar yang setara, pemerintah berharap anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa meraih masa depan yang lebih baik.

Program ini juga diharapkan menjadi model yang bisa direplikasi di daerah lain, terutama yang memiliki karakteristik sosial dan ekonomi serupa. Dengan pendekatan yang tepat, Sekolah Rakyat Tambahan bisa menjadi jembatan menuju Indonesia yang lebih adil dan sejahtera.


Disclaimer: Informasi dalam ini bersifat sejauh data tersedia hingga April 2025. Jadwal, lokasi, dan detail teknis program dapat berubah seiring dengan perkembangan kebijakan dan kondisi lapangan.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.