Usaha sudah berkembang, omzet naik, tapi modal dari Kredit Usaha Rakyat terasa mulai tidak cukup — sementara kredit di Bank BRI masih berjalan. Situasi ini kerap dialami pelaku UMKM yang ingin scale up bisnis namun terkendala fasilitas kredit yang belum lunas.
Kabar baiknya, BRI menyediakan opsi perpanjangan KUR tanpa harus menunggu kredit lama selesai. Berdasarkan ketentuan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, debitur dengan track record pembayaran baik berhak mengajukan top up plafon, perpanjangan tenor, hingga restrukturisasi — tergantung kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Nah, istilah “perpanjang KUR” sebenarnya mencakup beberapa jenis fasilitas yang berbeda. Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan top up, perpanjangan tenor, dan pengajuan ulang — lengkap dengan syarat, prosedur, simulasi perhitungan, hingga tips agar pengajuan disetujui.
Apa Itu Perpanjangan KUR BRI?
Perpanjangan KUR BRI adalah fasilitas yang memungkinkan debitur existing untuk menambah plafon pinjaman, memperpanjang jangka waktu kredit, atau mengajukan KUR baru setelah kredit sebelumnya lunas. Fasilitas ini ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha yang membutuhkan tambahan modal.
Penting untuk memahami bahwa istilah “perpanjang” di kalangan masyarakat sering digunakan secara umum untuk berbagai jenis fasilitas. Padahal, secara teknis perbankan, ada perbedaan signifikan antara top up plafon, perpanjangan tenor, dan pengajuan KUR baru.
Berikut perbandingan ketiga jenis perpanjangan KUR BRI:
| Aspek | Top Up Plafon | Perpanjangan Tenor | Pengajuan KUR Baru |
|---|---|---|---|
| Definisi | Menambah plafon pinjaman saat kredit masih berjalan | Memperpanjang jangka waktu kredit tanpa tambah plafon | Mengajukan KUR baru setelah kredit lama lunas |
| Status Kredit Lama | Masih berjalan | Masih berjalan | Sudah lunas |
| Syarat Angsuran | Minimal 6-12 bulan terbayar lancar | Minimal 50% tenor terbayar | Kredit sebelumnya lunas 100% |
| Plafon | Bertambah sesuai kebutuhan | Tetap (sisa pokok) | Bisa lebih besar dari sebelumnya |
| Angsuran Bulanan | Naik (plafon bertambah) | Turun (tenor diperpanjang) | Sesuai plafon dan tenor baru |
| Proses | Relatif cepat (3-7 hari kerja) | Cepat (1-3 hari kerja) | Seperti pengajuan baru (7-14 hari kerja) |
Data di atas merupakan ketentuan umum BRI dan dapat berbeda sesuai kebijakan masing-masing kantor cabang.
Ketentuan Resmi Perpanjangan KUR dari Regulator
Program KUR diatur melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat. Regulasi ini menjadi dasar hukum bagi seluruh bank penyalur, termasuk BRI, dalam menjalankan program perpanjangan KUR.
Berdasarkan ketentuan tersebut, debitur KUR yang memenuhi kriteria tertentu berhak mengajukan fasilitas tambahan. Berikut syarat umum yang harus dipenuhi:
- Debitur merupakan pelaku UMKM produktif yang masih aktif menjalankan usaha
- Tidak memiliki tunggakan angsuran (kolektibilitas 1 – Lancar)
- Usaha menunjukkan perkembangan positif dari sisi omzet atau kapasitas produksi
- Belum pernah menerima fasilitas top up di periode yang sama
- Memenuhi syarat minimal angsuran terbayar sesuai jenis perpanjangan
Dari sisi bank, OJK mewajibkan pengecekan riwayat kredit melalui SLIK sebelum menyetujui perpanjangan. Kolektibilitas di seluruh lembaga keuangan harus dalam kondisi lancar agar pengajuan tidak ditolak.
Jenis Perpanjangan KUR BRI yang Tersedia
BRI menyediakan beberapa opsi bagi debitur yang ingin memperpanjang fasilitas KUR. Pemilihan jenis perpanjangan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan usaha.
1. Top Up KUR (Penambahan Plafon)
Top up adalah penambahan plafon pinjaman di atas sisa kredit yang masih berjalan. Mekanismenya, sisa pokok kredit lama digabungkan dengan tambahan plafon baru, kemudian dihitung ulang angsurannya berdasarkan tenor yang disepakati.
Fasilitas ini cocok untuk debitur yang usahanya berkembang dan membutuhkan tambahan modal segera tanpa harus menunggu kredit lama lunas. Keuntungannya, tidak perlu melalui proses pelunasan dipercepat terlebih dahulu.
2. Perpanjangan Tenor
Perpanjangan tenor adalah penambahan jangka waktu kredit tanpa menambah plafon pinjaman. Opsi ini membuat angsuran bulanan menjadi lebih ringan karena sisa pokok dibagi dalam periode yang lebih panjang.
Fasilitas ini tepat bagi debitur yang mengalami penurunan cash flow sementara dan butuh keringanan cicilan. Namun perlu diingat, total bunga yang dibayarkan akan lebih besar karena tenor bertambah.
3. Restrukturisasi KUR
Restrukturisasi adalah penyesuaian skema kredit untuk debitur yang mengalami kesulitan pembayaran namun masih memiliki prospek usaha. Program ini biasanya mencakup perpanjangan tenor, penurunan angsuran, atau penundaan pembayaran pokok.
Berbeda dengan top up dan perpanjangan tenor reguler, restrukturisasi khusus diperuntukkan bagi debitur dengan riwayat angsuran bermasalah yang menunjukkan itikad baik untuk melunasi.
4. Pengajuan KUR Baru Setelah Lunas
Opsi terakhir adalah mengajukan KUR baru setelah kredit sebelumnya lunas. Keuntungan sebagai debitur existing meliputi proses verifikasi lebih cepat, potensi plafon lebih besar, dan Mantri BRI sudah mengenal profil usaha.
Debitur dengan track record pembayaran lancar biasanya mendapat prioritas dalam penyaluran kuota KUR baru. Plafon yang disetujui juga cenderung lebih tinggi dibanding pengajuan pertama.
Syarat Perpanjang KUR BRI
Setiap jenis perpanjangan memiliki persyaratan spesifik yang harus dipenuhi. Berikut rincian lengkapnya.
Syarat Umum Semua Jenis Perpanjangan
- Warga Negara Indonesia (WNI) dengan KTP elektronik yang masih berlaku
- Usaha produktif yang masih aktif berjalan
- Tidak sedang dalam proses hukum atau sengketa
- Status kolektibilitas 1 (Lancar) di SLIK OJK
- Bersedia disurvei ulang oleh Mantri BRI
Syarat Khusus Top Up KUR
- Angsuran sudah terbayar minimal 6 bulan (KUR Mikro) atau 12 bulan (KUR Kecil) secara berturut-turut
- Tidak pernah menunggak selama periode kredit berjalan
- Usaha menunjukkan peningkatan omzet atau kapasitas
- Total plafon setelah top up tidak melebihi batas maksimal jenis KUR yang diambil
- Agunan tambahan mungkin diperlukan untuk kenaikan plafon signifikan
Syarat Khusus Perpanjangan Tenor
- Angsuran sudah terbayar minimal 50% dari tenor awal
- Riwayat pembayaran lancar tanpa keterlambatan
- Ada alasan yang valid untuk perpanjangan (penurunan omzet sementara, musibah, dll)
- Total tenor setelah perpanjangan tidak melebihi batas maksimal (5 tahun untuk KUR Mikro/Kecil)
Berikut tabel ringkasan syarat perpanjangan KUR BRI:
| Jenis Perpanjangan | Minimal Angsuran Terbayar | Status SLIK | Syarat Tambahan |
|---|---|---|---|
| Top Up KUR Mikro | 6 bulan berturut-turut | Kolektibilitas 1 | Usaha berkembang |
| Top Up KUR Kecil | 12 bulan berturut-turut | Kolektibilitas 1 | Agunan tambahan (jika perlu) |
| Perpanjangan Tenor | 50% tenor awal | Kolektibilitas 1 | Alasan valid |
| Restrukturisasi | Tidak ada minimal | Kol 2-5 (bermasalah) | Prospek usaha masih ada |
| KUR Baru Setelah Lunas | 100% (lunas) | Kolektibilitas 1 | Track record baik |
Data berdasarkan ketentuan umum BRI per Januari 2026 dan dapat berbeda sesuai kebijakan masing-masing kantor cabang.
Dokumen yang Harus Disiapkan
Kelengkapan dokumen menjadi faktor penentu kecepatan proses perpanjangan. Berikut daftar yang perlu dipersiapkan sebelum mengajukan.
Dokumen Identitas:
- KTP elektronik asli dan fotokopi (debitur dan pasangan jika sudah menikah)
- Kartu Keluarga terbaru
- NPWP (wajib untuk plafon di atas Rp50 juta)
- Surat Nikah (jika sudah menikah)
Dokumen Usaha:
- NIB (Nomor Induk Berusaha) atau Surat Keterangan Usaha dari RT/RW/Kelurahan
- Foto lokasi usaha terbaru (tampak luar dan dalam)
- Catatan keuangan usaha sederhana (omzet dan pengeluaran bulanan)
- Bukti transaksi usaha (nota penjualan, invoice, mutasi rekening)
Dokumen Pendukung:
- Buku tabungan BRI yang digunakan untuk KUR berjalan
- Perjanjian Kredit KUR sebelumnya (jika masih disimpan)
- Bukti angsuran terakhir atau rekening koran pinjaman
Tips Persiapan Dokumen:
Pastikan semua dokumen masih berlaku dan tidak ada yang kadaluarsa. Siapkan juga dokumen dalam bentuk scan atau foto berkualitas tinggi untuk keperluan pengajuan online. Jika ada perubahan data (alamat, status pernikahan, dll), segera update sebelum mengajukan perpanjangan.
Cara Perpanjang KUR BRI via Kantor Cabang
Pengajuan melalui kantor cabang menjadi cara paling umum, terutama untuk top up dengan plafon besar atau KUR yang menggunakan agunan. Berikut langkah-langkahnya:
- Hubungi Mantri BRI — Kontak Mantri yang menangani kredit untuk konfirmasi kelayakan dan estimasi plafon top up yang bisa diajukan
- Siapkan Seluruh Dokumen — Lengkapi persyaratan administratif sesuai daftar di atas, termasuk bukti perkembangan usaha
- Kunjungi Kantor Cabang atau Unit BRI — Datang ke lokasi tempat pengajuan KUR pertama dilakukan dengan membawa dokumen lengkap
- Sampaikan Keperluan ke Customer Service — Jelaskan bahwa ingin mengajukan perpanjangan/top up KUR dan serahkan dokumen untuk verifikasi awal
- Tunggu Proses Analisis — Mantri BRI akan melakukan pengecekan SLIK, analisis kelayakan usaha, dan perhitungan plafon yang bisa diberikan
- Survei Lokasi Usaha — Petugas akan mengunjungi lokasi usaha untuk verifikasi kondisi terkini dan perkembangan bisnis
- Tandatangani Perjanjian Kredit Baru — Jika disetujui, debitur akan menandatangani addendum atau perjanjian kredit baru sesuai ketentuan top up
- Pencairan Dana — Dana tambahan akan dicairkan ke rekening BRI dalam waktu 1-3 hari kerja setelah penandatanganan
Tips Timing Pengajuan:
Ajukan di awal bulan atau awal tahun ketika kuota penyaluran KUR masih tersedia. Hindari pengajuan di akhir tahun anggaran (November-Desember) karena kuota biasanya sudah menipis.
Cara Perpanjang KUR BRI via BRImo
Bagi yang sudah memiliki aplikasi BRImo, pengecekan kelayakan dan pengajuan top up bisa dilakukan secara digital. Berikut tutorialnya:
- Buka aplikasi BRImo dan login dengan username serta password
- Pilih menu “Pinjaman” atau “Ajukan Pinjaman” di halaman utama
- Cari opsi “Top Up KUR” atau “Perpanjangan Kredit” jika tersedia
- Sistem akan menampilkan informasi kredit berjalan dan kelayakan top up
- Jika eligible, pilih nominal top up yang diinginkan
- Upload dokumen pendukung yang diminta (foto usaha, KTP, dll)
- Review data pengajuan dan klik “Ajukan”
- Simpan nomor referensi untuk tracking status
Setelah mengajukan, pantau perkembangan melalui fitur cek status pengajuan KUR di BRImo atau website.
Catatan Keterbatasan:
Tidak semua jenis perpanjangan bisa diproses sepenuhnya via BRImo. Untuk top up dengan kenaikan plafon signifikan atau KUR dengan agunan, proses tetap memerlukan kunjungan ke kantor cabang. BRImo lebih optimal untuk pengecekan kelayakan dan pengajuan awal.
Cara Perpanjang KUR BRI via Website kur.bri.co.id
Alternatif lain adalah melalui website resmi KUR BRI. Berikut langkah pengajuannya:
- Kunjungi website kur.bri.co.id melalui browser
- Login dengan akun yang digunakan saat pengajuan KUR pertama
- Akses menu “Pengajuan Top Up” atau “Perpanjangan” di dashboard
- Lengkapi formulir data diri dan informasi usaha terbaru
- Upload dokumen yang diminta dalam format yang ditentukan (PDF/JPG)
- Gunakan fitur “Simulasi Angsuran” untuk melihat estimasi cicilan setelah top up
- Submit pengajuan dan catat nomor referensi
- Tunggu konfirmasi dari pihak BRI melalui email atau telepon
Dokumen yang Perlu Diupload:
- Scan KTP (depan dan belakang)
- Foto Kartu Keluarga
- Foto lokasi usaha (minimal 3 foto: tampak depan, dalam, dan aktivitas usaha)
- Scan NIB atau Surat Keterangan Usaha
- Screenshot mutasi rekening usaha 3 bulan terakhir
Berapa Lama Proses Perpanjangan KUR Disetujui?
Durasi proses perpanjangan bervariasi tergantung jenis fasilitas yang diajukan dan kelengkapan dokumen. Berikut estimasi timeline untuk masing-masing jenis:
| Jenis Perpanjangan | Estimasi Waktu | Keterangan |
|---|---|---|
| Top Up KUR Mikro | 3-7 hari kerja | Tanpa agunan tambahan |
| Top Up KUR Kecil | 7-14 hari kerja | Dengan proses agunan |
| Perpanjangan Tenor | 1-3 hari kerja | Proses paling cepat |
| Restrukturisasi | 7-21 hari kerja | Butuh analisis mendalam |
| KUR Baru Setelah Lunas | 7-14 hari kerja | Seperti pengajuan baru |
Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan:
- Kelengkapan dan validitas dokumen yang diajukan
- Hasil pengecekan SLIK OJK (ada tidaknya kredit bermasalah di tempat lain)
- Ketersediaan kuota KUR di kantor cabang
- Jadwal survei Mantri BRI
- Kondisi usaha dan bukti perkembangan bisnis
Simulasi Top Up KUR BRI
Sebelum mengajukan, penting untuk memahami perhitungan angsuran setelah top up. Berikut dua simulasi untuk gambaran lebih jelas.
Simulasi 1: Top Up KUR Mikro Rp50 Juta ke Rp100 Juta
Kondisi Kredit Berjalan:
- Plafon awal: Rp50.000.000
- Tenor: 36 bulan
- Sudah berjalan: 12 bulan
- Sisa pokok: ±Rp33.333.332
Pengajuan Top Up:
- Tambahan plafon: Rp66.666.668 (untuk genap Rp100 juta total)
- Tenor baru: 36 bulan (dihitung dari awal)
- Suku bunga: 6% per tahun (flat)
Perhitungan Angsuran Baru:
| Komponen | Sebelum Top Up | Setelah Top Up |
|---|---|---|
| Plafon | Rp50.000.000 | Rp100.000.000 |
| Tenor | 36 bulan | 36 bulan (reset) |
| Angsuran per Bulan | Rp1.638.889 | Rp3.277.778 |
| Dana Segar Diterima | – | ±Rp66.666.668 |
Simulasi 2: Top Up KUR Kecil Rp150 Juta ke Rp300 Juta
Kondisi Kredit Berjalan:
- Plafon awal: Rp150.000.000
- Tenor: 48 bulan
- Sudah berjalan: 24 bulan
- Sisa pokok: ±Rp75.000.000
Pengajuan Top Up:
- Tambahan plafon: Rp225.000.000 (untuk genap Rp300 juta total)
- Tenor baru: 48 bulan (dihitung dari awal)
- Suku bunga: 6% per tahun (flat)
| Komponen | Sebelum Top Up | Setelah Top Up |
|---|---|---|
| Plafon | Rp150.000.000 | Rp300.000.000 |
| Tenor | 48 bulan | 48 bulan (reset) |
| Angsuran per Bulan | Rp3.875.000 | Rp7.750.000 |
| Dana Segar Diterima | – | ±Rp225.000.000 |
Simulasi di atas menggunakan asumsi bunga flat 6% per tahun sesuai ketentuan KUR 2026. Angka pasti dapat berbeda tergantung kebijakan cabang dan perjanjian kredit masing-masing debitur.
Tips Agar Perpanjangan KUR Disetujui
Memenuhi syarat saja tidak menjamin pengajuan langsung disetujui. Berikut strategi untuk meningkatkan peluang approval:
1. Pastikan Riwayat Angsuran Bersih
Jangan pernah telat bayar — bahkan satu hari keterlambatan bisa tercatat di sistem. Gunakan fitur cek angsuran KUR secara berkala dan aktifkan auto-debet untuk menghindari lupa.
2. Tunjukkan Bukti Perkembangan Usaha
Siapkan data konkret yang menunjukkan usaha berkembang: kenaikan omzet, penambahan pelanggan, atau ekspansi produk. Foto-foto aktivitas bisnis terbaru juga memperkuat penilaian.
3. Ajukan Plafon yang Realistis
Jangan terlalu ambisius mengajukan kenaikan plafon yang tidak sesuai kapasitas usaha. Bank akan menilai kemampuan bayar berdasarkan cash flow — pengajuan berlebihan justru berisiko ditolak.
4. Lengkapi Dokumen Sejak Awal
Dokumen tidak lengkap adalah penyebab umum pengajuan KUR tertolak. Pastikan semua persyaratan sudah siap sebelum mengajukan.
5. Jaga Hubungan Baik dengan Mantri BRI
Komunikasi yang baik dengan Mantri memudahkan proses verifikasi. Respons cepat saat diminta dokumen tambahan atau jadwal survei menunjukkan keseriusan.
6. Hindari Tunggakan di Kredit Lain
SLIK OJK mencatat seluruh riwayat kredit di semua lembaga keuangan. Tunggakan di bank lain, kartu kredit, atau pinjaman online akan mempengaruhi penilaian.
7. Ajukan di Waktu yang Tepat
Awal tahun atau awal bulan biasanya lebih optimal karena kuota KUR masih tersedia. Hindari pengajuan menjelang akhir tahun anggaran.
8. Gunakan Dana KUR Sesuai Peruntukannya
Bank akan mengevaluasi penggunaan dana KUR sebelumnya. Jika dana digunakan untuk kebutuhan produktif sesuai ketentuan, peluang approval lebih tinggi.
Negosiasi dengan Mantri BRI:
Dalam kondisi tertentu, ada beberapa hal yang bisa didiskusikan dengan Mantri untuk optimasi pengajuan. Misalnya, menyesuaikan tenor agar angsuran lebih sesuai cash flow, atau mengajukan kenaikan bertahap jika plafon yang diminta terlalu besar untuk langsung disetujui.
Penyebab Perpanjangan KUR Ditolak dan Solusinya
Tidak semua pengajuan perpanjangan berujung approval. Berikut penyebab umum penolakan beserta solusi praktisnya:
1. Riwayat Angsuran Tidak Lancar
Pernah telat bayar meski sudah dilunasi tetap tercatat di sistem. Solusinya, tunggu hingga track record bersih minimal 6 bulan berturut-turut sebelum mengajukan ulang.
2. Belum Mencapai Minimal Angsuran Terbayar
Mengajukan top up sebelum memenuhi syarat minimal (6-12 bulan). Solusinya, sabar menunggu hingga memenuhi ketentuan atau ajukan perpanjangan tenor jika memungkinkan.
3. SLIK OJK Bermasalah di Kredit Lain
Ada tunggakan di lembaga keuangan lain yang belum terselesaikan. Solusinya, lunasi terlebih dahulu dan tunggu status SLIK terupdate (1-3 bulan).
4. Usaha Tidak Menunjukkan Perkembangan
Omzet stagnan atau menurun tanpa penjelasan yang valid. Solusinya, tunjukkan bukti konkret perkembangan bisnis atau jelaskan rencana penggunaan dana top up yang realistis.
5. Dokumen Tidak Lengkap atau Tidak Valid
Data pada dokumen tidak sesuai dengan kondisi aktual. Solusinya, update semua dokumen yang kadaluarsa atau tidak akurat sebelum mengajukan ulang.
6. Kuota KUR di Wilayah Sudah Habis
Faktor eksternal yang tidak bisa dikontrol debitur. Solusinya, tanyakan estimasi ketersediaan kuota baru atau ajukan di kantor cabang/unit BRI lain.
7. Total Plafon Melebihi Batas Maksimal
Pengajuan top up menyebabkan total plafon melampaui batas jenis KUR yang diambil. Solusinya, ajukan dalam batas yang sesuai atau pertimbangkan upgrade ke jenis KUR yang lebih tinggi (misal dari Mikro ke Kecil).
Berikut tabel ringkasan penyebab dan solusi:
| Penyebab Penolakan | Solusi | Estimasi Waktu Pemulihan |
|---|---|---|
| Riwayat angsuran tidak lancar | Bayar lancar 6 bulan berturut-turut | 6 bulan |
| Minimal angsuran belum terpenuhi | Tunggu hingga memenuhi syarat | Sesuai kekurangan |
| SLIK bermasalah di kredit lain | Lunasi tunggakan + tunggu update | 1-3 bulan |
| Usaha tidak berkembang | Siapkan bukti perkembangan | Segera |
| Dokumen tidak lengkap | Lengkapi dan ajukan ulang | Segera |
| Kuota habis | Tunggu kuota baru atau coba cabang lain | 1-3 bulan |
Alternatif Jika Perpanjangan KUR Ditolak
Jika setelah berbagai upaya perpanjangan tetap tidak disetujui, ada beberapa alternatif produk kredit yang bisa dipertimbangkan:
1. Kupedes BRI
Kredit Umum Pedesaan dengan persyaratan lebih fleksibel dibanding KUR. Plafon mulai Rp1 juta hingga Rp500 juta dengan bunga sekitar 0,95% per bulan (flat). Cocok untuk UMKM yang butuh modal usaha tanpa batasan ketat KUR.
2. Briguna Karya
Kredit Tanpa Agunan khusus karyawan dengan penghasilan tetap. Jika memiliki pekerjaan sampingan sebagai karyawan, produk ini bisa menjadi opsi dengan plafon hingga Rp500 juta dan tenor sampai 15 tahun.
3. PNM Mekaar dan ULaMM
Permodalan Nasional Madani menyediakan pembiayaan untuk pelaku usaha ultra mikro dengan persyaratan lebih sederhana. Cocok untuk yang membutuhkan modal kecil dengan proses cepat.
4. Pegadaian Kreasi
Jika memiliki BPKB kendaraan, Pegadaian menawarkan kredit dengan proses relatif cepat. Persyaratan SLIK umumnya lebih longgar dibanding perbankan.
| Produk Alternatif | Plafon | Bunga | Keunggulan |
|---|---|---|---|
| Kupedes BRI | Rp1 jt – Rp500 jt | ~11,4%/tahun | Syarat lebih fleksibel |
| Briguna Karya | Maks. Rp500 jt | Mulai 8,129%/tahun | Tanpa agunan, tenor panjang |
| PNM Mekaar | Rp2 jt – Rp20 jt | Kompetitif | Proses cepat, tanpa agunan |
| Pegadaian Kreasi | Sesuai nilai BPKB | Kompetitif | Proses cepat (1 hari) |
Data merupakan gambaran umum per Januari 2026 dan dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing lembaga.
Waspada Penipuan dan Kontak Layanan Resmi
Tingginya minat masyarakat terhadap KUR kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab. Berikut modus penipuan yang perlu diwaspadai:
Ciri-Ciri Penipuan Perpanjangan KUR:
- Menawarkan top up KUR “pasti disetujui” tanpa survei via WhatsApp atau media sosial
- Meminta biaya administrasi, asuransi, atau pajak di awal sebelum pencairan
- Menggunakan nomor pribadi yang mengaku sebagai petugas BRI atau Mantri
- Menjanjikan proses instan tanpa verifikasi dokumen
- Meminta data sensitif seperti PIN, OTP, atau password BRImo
Fakta Penting: BRI tidak pernah memungut biaya apapun sebelum KUR dicairkan. Semua proses resmi dilakukan melalui kantor cabang, website kur.bri.co.id, atau aplikasi BRImo.
Kontak Resmi Bank BRI
| Layanan | Kontak | Keterangan |
|---|---|---|
| Call Center BRI | 14017 atau (021) 1500-017 | 24 jam (berbayar sesuai tarif operator) |
| WhatsApp Sabrina | 0812-1214-017 | Chatbot + Live Agent (gratis) |
| Email Pengaduan | [email protected] | Respon 1×24 jam kerja |
| Website KUR BRI | kur.bri.co.id | Pengajuan dan cek status online |
| Instagram Resmi | @bankbri_id ✓ | Akun verified (centang biru) |
Alamat Kantor Pusat BRI: Gedung BRI I, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 44-46, Jakarta 10210 Telepon: (021) 2510244, 2510254, 2510264
Kontak Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
| Layanan | Kontak |
|---|---|
| Kontak OJK | 157 |
| WhatsApp OJK | 081-157-157-157 |
| Email OJK | [email protected] |
| Website SLIK | idebku.ojk.go.id |
Kontak Kementerian UMKM
- Website: kemenkopukm.go.id
- Email: [email protected]
Jika menemukan indikasi penipuan mengatasnamakan KUR BRI, segera laporkan ke pihak berwenang dan pastikan hanya melakukan transaksi melalui kanal resmi yang terverifikasi.
Penutup
Perpanjangan KUR BRI — baik dalam bentuk top up plafon, perpanjangan tenor, maupun pengajuan ulang setelah lunas — merupakan fasilitas yang memang disediakan untuk mendukung pengembangan usaha debitur existing. Kunci utamanya adalah menjaga riwayat pembayaran tetap lancar, memenuhi syarat minimal angsuran terbayar, dan mempersiapkan dokumen dengan lengkap.
Bagi yang memenuhi kriteria, proses perpanjangan relatif lebih cepat dibanding pengajuan baru karena bank sudah memiliki track record debitur. Namun perlu diingat, keputusan akhir tetap bergantung pada kebijakan masing-masing kantor cabang dan hasil analisis kelayakan.
Seluruh informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan Permenko Nomor 7 Tahun 2025, ketentuan OJK, dan kebijakan Bank BRI per Januari 2026. Plafon, bunga, syarat, dan prosedur dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah dan regulator — sehingga disarankan untuk memverifikasi langsung ke kantor BRI terdekat atau menghubungi Call Center 14017 sebelum mengajukan. Terima kasih sudah membaca, semoga usaha semakin berkembang dan pengajuan perpanjangan KUR berjalan lancar!
FAQ Seputar Perpanjangan KUR BRI
Bisa. BRI menyediakan fasilitas top up plafon untuk debitur KUR yang masih memiliki kredit berjalan. Syarat utamanya adalah angsuran sudah terbayar minimal 6 bulan (KUR Mikro) atau 12 bulan (KUR Kecil) secara berturut-turut tanpa keterlambatan, serta usaha menunjukkan perkembangan positif. Proses top up relatif lebih cepat dibanding pengajuan baru karena bank sudah memiliki track record debitur.
Untuk KUR Mikro (plafon hingga Rp100 juta), minimal 6 bulan angsuran harus sudah terbayar lancar. Sedangkan untuk KUR Kecil (plafon Rp100 juta – Rp500 juta), minimal 12 bulan angsuran harus sudah terbayar tanpa keterlambatan. Syarat ini bersifat umum dan dapat berbeda sesuai kebijakan masing-masing kantor cabang BRI.
Top up KUR adalah penambahan plafon pinjaman di atas sisa kredit yang masih berjalan — angsuran bulanan akan naik karena plafon bertambah. Sedangkan perpanjangan tenor adalah penambahan jangka waktu kredit tanpa menambah plafon — angsuran bulanan justru turun karena sisa pokok dibagi dalam periode lebih panjang. Pilih top up jika butuh tambahan modal, pilih perpanjangan tenor jika butuh keringanan cicilan.
Estimasi waktu bervariasi: top up KUR Mikro biasanya 3-7 hari kerja, top up KUR Kecil 7-14 hari kerja (karena ada proses agunan), dan perpanjangan tenor 1-3 hari kerja. Faktor yang mempengaruhi kecepatan meliputi kelengkapan dokumen, hasil pengecekan SLIK OJK, ketersediaan kuota, dan jadwal survei Mantri BRI.
Pengecekan kelayakan dan pengajuan awal top up bisa dilakukan melalui aplikasi BRImo pada menu “Pinjaman” atau “Ajukan Pinjaman”. Namun, untuk top up dengan kenaikan plafon signifikan atau KUR yang menggunakan agunan, proses tetap memerlukan kunjungan ke kantor cabang untuk verifikasi dokumen dan penandatanganan perjanjian kredit baru.
Dokumen yang diperlukan meliputi: KTP elektronik dan KK (asli + fotokopi), NPWP (untuk plafon di atas Rp50 juta), NIB atau Surat Keterangan Usaha, foto lokasi usaha terbaru, buku tabungan BRI, bukti angsuran terakhir, dan catatan keuangan usaha sederhana. Untuk KUR Kecil dengan agunan, tambahkan dokumen jaminan yang relevan.
Penyebab umum penolakan meliputi: riwayat angsuran tidak lancar (pernah telat bayar), belum mencapai minimal angsuran terbayar, SLIK OJK bermasalah di kredit lain, usaha tidak menunjukkan perkembangan, dokumen tidak lengkap atau tidak valid, kuota KUR di wilayah sudah habis, dan total plafon setelah top up melebihi batas maksimal jenis KUR yang diambil.
Ya, debitur yang sudah melunasi KUR bisa langsung mengajukan KUR baru. Keuntungan sebagai debitur existing meliputi proses verifikasi lebih cepat, potensi mendapat plafon lebih besar, dan Mantri BRI sudah mengenal profil usaha. Debitur dengan track record pembayaran lancar biasanya mendapat prioritas dalam penyaluran kuota KUR baru.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













