Perbankan

Bank Jatim (BJTM) Catat Kenaikan Penyaluran Kredit 46% dan Raih Laba Konsolidasi Rp1,61 Triliun pada 2025

Fadhly Ramadan
×

Bank Jatim (BJTM) Catat Kenaikan Penyaluran Kredit 46% dan Raih Laba Konsolidasi Rp1,61 Triliun pada 2025

Sebarkan artikel ini

kredit Jatim (BJTM) naik hampir 47% sepanjang 2025, seiring dengan lonjakan laba konsolidasi yang mencapai Rp1,61 triliun. Angka ini menunjukkan performa solid yang diraih perseroan di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.

Pertumbuhan kinerja keuangan ini tidak datang begitu saja. Strategi yang matang, terutama dalam murah, penyaluran kredit yang selektif, hingga operasional, menjadi kunci di pencapaian tersebut. Manajemen Bank Jatim berhasil menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan risiko, sehingga laba bersih konsolidasi naik 24,80% year-on-year.

Kinerja Keuangan Bank Jatim di 2025

1. Laba Bersih Tembus Rp1,61 Triliun

Laba bersih konsolidasi Bank Jatim mencapai Rp1,617 triliun di akhir 2025. Angka ini naik 24,80% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Sementara itu, laba di level bank only mencatatkan pertumbuhan 20,65% menjadi Rp1,54 triliun.

2. Aset Naik 42,93% Menjadi Rp168,85 Triliun

Total aset Bank Jatim tumbuh signifikan sebesar 42,93% secara year-on-year. Dari Rp118,14 triliun tahun lalu, kini total aset mencapai Rp168,85 triliun. Lonjakan ini mencerminkan ekspansi bisnis yang agresif namun terukur.

3. Penyaluran Kredit Melonjak 46,65%

Penyaluran kredit Bank Jatim melonjak 46,65% menjadi Rp110,50 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh sinergi dalam Kelompok Usaha Bank (KUB), di mana Bank Jatim menjadi induk dari beberapa BPD.

Pendekatan Konservatif di Level Bank Only

Di level bank only, pertumbuhan kredit lebih moderat, naik 4,98% menjadi Rp67,2 triliun. Meski lebih konservatif, pendekatan ini tetap menjaga kualitas portofolio kredit.

1. Kredit Konsumer Naik 6,20%

Segmen konsumer menjadi andalan, dengan kredit mencapai Rp36,54 triliun, naik 6,20% dari tahun sebelumnya. Ini menunjukkan permintaan masyarakat terhadap pembiayaan konsumtif yang masih tinggi.

2. Kredit Produktif Naik 3,55%

Kredit produktif mencatatkan pertumbuhan 3,55% menjadi Rp30,7 triliun. Meski lebih rendah dibandingkan konsumer, pertumbuhan ini tetap positif dan menunjukkan dukungan terhadap sektor riil.

Strategi Pendanaan dan Pengelolaan Aset

1. Dana Murah Jadi Fokus Utama

Strategi penguatan murah mulai membuahkan hasil. Giro naik 12,5% menjadi Rp21,4 triliun. Pendekatan ekosistem dan transaction banking turut memperluas basis .

2. Jumlah Nasabah Naik 5,64%

Total nasabah dana pihak ketiga mencapai 10,9 juta, naik 5,64% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa strategi digital dan inklusi keuangan berjalan efektif.

3. Pemulihan Aset Bermasalah

Bank Jatim melakukan hapus buku sebesar Rp1,03 triliun dengan recovery rate 18,6% atau setara Rp192 miliar. Selain itu, restrukturisasi kredit sebesar Rp4,17 triliun dilakukan untuk mengelola risiko secara lebih baik.

Transformasi Digital dan Inklusi Keuangan

1. Pengguna JConnect Mobile Tembus 993.972

Aplikasi mobile banking JConnect mencatat sebanyak 993.972, naik 22,40% year-on-year. Nilai transaksi melalui platform ini mencapai Rp65,77 triliun.

2. Transaksi QRIS Naik 47,25%

Transaksi QRIS tumbuh 47,25% dengan total nilai ,94 triliun. Ini menunjukkan semakin banyaknya pengguna yang beralih ke pembayaran digital.

Lima Pilar Transformasi Bank Jatim

Bank Jatim terus memperkuat transformasi bisnis melalui lima pilar utama:

  • Penguatan tata kelola dan manajemen risiko
  • Optimalisasi bisnis berbasis ekosistem
  • Peningkatan kompetensi SDM
  • bisnis
  • Sinergi Kelompok Usaha Bank

Disclaimer

Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat berdasarkan informasi resmi dari Bank Jatim per 31 Desember 2025. Angka-angka dan persentase bisa berubah seiring dengan perkembangan kondisi makroekonomi dan kebijakan korporasi. Informasi ini dimaksudkan untuk tujuan informasi umum dan tidak menggantikan nasihat keuangan profesional.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.