PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) atau Bank Jatim mencatatkan langkah strategis dalam menjaga kualitas portofolio kreditnya sepanjang 2025. Salah satu upaya yang diambil adalah penghapusan buku kredit senilai Rp1,03 triliun. Langkah ini seiring dengan target pemulihan (recovery rate) sebesar 18,6%, yang setara dengan Rp192 miliar.
Langkah penghapusan buku ini tidak serta merta dilakukan begitu saja. Ada serangkaian proses dan pertimbangan matang, termasuk restrukturisasi kredit untuk membantu debitur yang mengalami tekanan kualitas. Sepanjang tahun lalu, total kredit yang direstrukturisasi mencapai Rp4,17 triliun. Ini menunjukkan bahwa Bank Jatim tidak hanya fokus pada pembersihan aset, tapi juga berupaya menyelamatkan hubungan dengan nasabah yang terkena dampak.
Pertumbuhan Kredit Tetap Terjaga
Meski tengah melakukan pembersihan portofolio, Bank Jatim tetap mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif. Secara bank only, penyaluran kredit mencapai Rp67,2 triliun, naik 4,98% secara tahunan (year-on-year). Komposisi kredit konsumer menyumbang Rp36,54 triliun dengan pertumbuhan 6,20%, sedangkan kredit produktif mencapai Rp30,7 triliun dengan kenaikan 3,55%.
- Kredit Konsumer: Rp36,54 triliun (+6,20% YoY)
- Kredit Produktif: Rp30,7 triliun (+3,55% YoY)
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa strategi Bank Jatim dalam menjaga keseimbangan antara risiko dan pertumbuhan berjalan cukup efektif.
Kinerja Keuangan yang Menjanjikan
Di sisi laba, Bank Jatim mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,54 triliun, naik 20,65% secara tahunan. Total aset juga meningkat menjadi Rp105,8 triliun atau tumbuh 3,70%. Namun, yang lebih menarik adalah kinerja di level konsolidasi.
- Laba Bersih Konsolidasi: Rp1,617 triliun (+24,80% YoY)
- Total Aset Konsolidasi: Rp168,85 triliun (+42,93% YoY)
- Kredit Konsolidasi: Rp110,50 triliun (+46,65% YoY)
Peningkatan yang sangat signifikan, terutama di sisi kredit konsolidasi, menunjukkan bahwa Bank Jatim berhasil memperluas jangkauan dan penetrasi pasar melalui strategi penggabungan atau kolaborasi bisnis.
Strategi Penagihan dan Insentif
Bank Jatim tidak hanya mengandalkan penghapusan buku dan restrukturisasi. Ada upaya aktif dalam penagihan kredit bermasalah. Salah satunya adalah pemberian insentif extracomtable untuk tim penagihan, guna meningkatkan efektivitas penerimaan dari kredit yang telah dihapus bukukan.
Selain itu, pihak bank juga memberikan keringanan bunga dan denda sebagai insentif bagi debitur agar melunasi kewajiban. Fleksibilitas dalam penyelesaian agunan juga diterapkan, termasuk opsi pelunasan sebagian dan percepatan penebusan.
Langkah-langkah ini dijalankan dengan pengawasan ketat dari manajemen. Monitoring dilakukan secara berkala—mingguan, dua mingguan, dan bulanan—untuk memastikan proses penanganan kredit bermasalah berjalan optimal.
Penguatan Dana Murah dan Akselerasi Digital
Di sisi pendanaan, Bank Jatim juga mencatat kemajuan. Dana giro tumbuh 12,5% menjadi Rp21,4 triliun. Jumlah nasabah dana pihak ketiga mencapai 10,9 juta, naik 5,64% secara tahunan. Ini menunjukkan bahwa strategi penguatan dana murah mulai membuahkan hasil.
Akselerasi digital juga menjadi pendorong utama pertumbuhan. Transaksi melalui JConnect Mobile mencapai Rp65,77 triliun. Sementara itu, transaksi QRIS tumbuh 47,25% sepanjang 2025. Ini menunjukkan bahwa Bank Jatim tidak hanya kuat di sisi operasional, tapi juga adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen yang semakin digital.
Disclaimer
Data dan angka yang disebutkan dalam artikel ini bersifat sesuai dengan informasi yang tersedia hingga tahun 2025. Nilai dan persentase dapat berubah seiring dengan perkembangan kondisi makro ekonomi, kebijakan internal bank, dan regulasi yang berlaku.
Artikel ini memberikan gambaran menyeluruh tentang langkah-langkah strategis Bank Jatim dalam menjaga portofolio kreditnya tetap sehat, sambil tetap mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Dengan kombinasi restrukturisasi, penagihan agresif, dan transformasi digital, bank ini menunjukkan ketangguhan di tengah dinamika industri perbankan nasional.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













