Bank Jatim (BJTM) menorehkan pencapaian mengesankan di tahun 2025. Laba bersih bank ini mencapai Rp1,54 triliun, naik 20,65% dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang solid dan sejalan dengan strategi jangka panjang yang dijalankan manajemen.
Peningkatan kinerja ini tidak terjadi begitu saja. Ada sejumlah langkah strategis yang diambil, mulai dari pengelolaan aset hingga ekspansi digital. Hasilnya, total aset Bank Jatim mencapai Rp105,8 triliun, tumbuh 3,70% secara tahunan. Sementara itu, konsolidasi keuangan seluruh grup juga menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Peningkatan Kinerja Keuangan dan Aset
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menjelaskan bahwa kenaikan laba bersih sebesar 20,65% menjadi cerminan dari strategi bisnis yang tepat sasaran. Fokus pada penyaluran kredit, pengelolaan dana murah, serta optimalisasi ekosistem bisnis turut mendorong pertumbuhan tersebut.
- Penyaluran kredit tumbuh 4,98% menjadi Rp67,24 triliun.
- Kredit konsumer mencatatkan kenaikan 6,20% menjadi Rp36,54 triliun.
- Kredit produktif naik 3,55% ke level Rp30,7 triliun.
Peningkatan ini tidak hanya terbatas pada sisi kredit. Dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan sebesar 1,43% secara tahunan. Khususnya dari segmen giro yang melonjak 12,5% menjadi Rp21,4 triliun. Jumlah nasabah DPK juga naik 5,64% menjadi lebih dari 10,9 juta nasabah.
Strategi Pengelolaan Aset dan Kualitas Kredit
Manajemen Bank Jatim tidak hanya fokus pada pertumbuhan kuantitatif, tetapi juga kualitas aset. Langkah-langkah restriktif dan proaktif diambil untuk menangani kredit bermasalah.
- Hapus buku dilakukan senilai Rp1,03 triliun dengan tingkat recovery rate 18,6% atau setara Rp192 miliar.
- Restrukturisasi kredit mencapai total Rp4,17 triliun.
- Incentive penagihan diberikan untuk mendorong pelunasan kredit bermasalah.
Langkah ini didukung dengan pengawasan yang ketat dan berkelanjutan. Monitoring dilakukan secara mingguan, dua mingguan, hingga bulanan untuk memastikan kualitas aset tetap terjaga.
Sinergi Grup dan Perluasan Jaringan
Tahun 2025 menjadi tahun penting bagi Bank Jatim dalam hal konsolidasi bisnis. Bank ini secara resmi menjadi induk dari lima BPD lainnya, yaitu:
- Bank NTB Syariah
- Bank Banten
- Bank Lampung
- Bank Sultra
- Bank NTT
Langkah ini memperkuat posisi Bank Jatim sebagai holding perbankan regional yang solid. Sinergi di bidang permodalan telah terimplementasi, dan pada tahun 2026, fokus akan dialihkan ke sinergi bisnis dan operasional.
Digitalisasi dan Pertumbuhan Transaksi
Digitalisasi menjadi pilar penting dalam pertumbuhan Bank Jatim. Platform JConnect menjadi salah satu motor penggerak utama. Hasilnya, transaksi digital melonjak signifikan sepanjang tahun lalu.
Berikut adalah pencapaian digital Bank Jatim sepanjang 2025:
| Platform | Jumlah Pengguna | Pertumbuhan YoY | Nilai Transaksi | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|---|---|
| JConnect Mobile | 993.972 | 22,40% | Rp65,77 triliun | 29,55% |
| JConnect IB Corporate | 11.199 | 14,79% | Rp23,36 triliun | – |
| QRIS Bank Jatim | 203.725 | – | Rp3,94 triliun | 47,25% |
Selain digital banking, Bank Jatim juga memperluas jangkauan melalui AGEN JATIM. Dengan total 14.842 agen aktif, layanan ini tidak hanya mempercepat inklusi keuangan tetapi juga berkontribusi pada penyaluran kredit melalui sistem referral.
Rencana dan Target ke Depan
Bank Jatim tidak berhenti sampai di situ. Manajemen menargetkan pertumbuhan laba di tahun 2026 tetap konsisten. Fokus utama akan ditempatkan pada:
- Peningkatan penetrasi pasar di wilayah Jawa Timur
- Optimalisasi layanan digital
- Penguatan sinergi antar-BPD dalam grup
- Peningkatan layanan kepada UMKM dan kalangan menengah ke bawah
Dengan jaringan cabang yang tersebar luas dan dukungan teknologi, Bank Jatim siap menjawab tantangan sekaligus memanfaatkan peluang di tahun mendatang.
Disclaimer
Data dan angka yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari laporan resmi Bank Jatim dan paparan publik tahun 2025. Angka bisa berubah seiring dengan kondisi makro ekonomi dan kebijakan korporasi yang berlaku.
Artikel ini dirancang untuk memberikan gambaran komprehensif tentang kinerja Bank Jatim di tahun 2025. Dengan pendekatan yang informatif namun santai, pembaca bisa memahami pencapaian penting tanpa merasa dibebani oleh informasi yang terlalu teknis.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.












