Harga emas perhiasan 24 karat kembali menarik perhatian di awal April 2026. Setelah beberapa waktu sempat stabil, kini logam mulia ini kembali merangkak naik dan menyentuh level Rp2,3 juta per gram. Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar global yang terus bereaksi terhadap berbagai isu ekonomi dan geopolitik.
Tren fluktuasi harga emas memang sudah menjadi hal biasa. Namun, lonjakan harga meski terbilang kecil kali ini cukup disorot, terutama oleh investor ritel yang kerap memanfaatkan perhiasan emas sebagai instrumen investasi jangka pendek. Kenaikan ini juga menunjukkan adanya tekanan dari sisi permintaan dan ekspektasi terhadap ketidakpastian makroekonomi global.
Faktor yang Mendorong Naiknya Harga Emas
Pergerakan harga emas tidak pernah lepas dari kondisi pasar secara luas. Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan emas kembali naik di awal April 2026.
1. Ketidakpastian Geopolitik Global
Isu ketegangan regional dan ancaman konflik bersenjata di beberapa negara terus mengganjal sentimen investor. Situasi ini mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.
2. Inflasi yang Masih Terjaga
Meski Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas harga, tekanan inflasi dari luar negeri masih terasa. Investor cenderung beralih ke emas sebagai lindung nilai terhadap daya beli.
3. Kebijakan Suku Bunga Global
Perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter bank sentral dunia, terutama The Fed, turut memengaruhi nilai tukar dolar dan berimbas pada harga emas dalam rupiah.
Perbandingan Harga Emas Perhiasan di Beberapa Toko
Mengetahui harga emas di berbagai toko bisa memberikan gambaran yang lebih realistis sebelum memutuskan untuk membeli. Berikut adalah data harga emas perhiasan 24 karat di dua toko besar, Raja Emas Indonesia dan Lakuemas Indonesia, per 1 April 2026.
| Toko | Kadar Emas | Harga Sebelumnya | Harga Sekarang | Selisih |
|---|---|---|---|---|
| Raja Emas Indonesia | 24 Karat (99,9%) | Rp2.290.000 | Rp2.300.000 | +Rp10.000 |
| Lakuemas Indonesia | 24 Karat (99%) | Rp2.258.000 | Rp2.278.000 | +Rp20.000 |
Harga emas dengan kadar lebih rendah, seperti 5 karat, masih bertahan di kisaran Rp425.000 per gram di Raja Emas Indonesia, tanpa ada perubahan signifikan.
Mengapa Harga Emas Perhiasan Sering Naik Turun?
Pergerakan harga emas perhiasan tidak hanya ditentukan oleh harga logam mulia dunia. Ada beberapa aspek lain yang turut memengaruhi, terutama di pasar lokal.
1. Permintaan Pasar Lokal
Menjelang hari besar keagamaan atau perayaan nasional, permintaan emas cenderung meningkat. Ini membuat harga bisa naik meski tidak ada perubahan besar di pasar internasional.
2. Kebijakan Harga Jual Toko
Setiap toko emas memiliki strategi penetapan harga yang berbeda. Ada yang menetapkan harga lebih tinggi untuk menjaga margin, dan ada juga yang menawarkan harga kompetitif untuk menarik pelanggan.
3. Kondisi Likuiditas Pasar
Ketika likuiditas pasar global ketat, investor cenderung menjual aset finansial termasuk emas. Namun, jika likuiditas longgar, permintaan emas bisa meningkat.
Tips Membeli Emas Perhiasan yang Menguntungkan
Bagi yang ingin membeli emas perhiasan sebagai investasi atau simpanan nilai, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak terjebak harga yang tidak wajar.
1. Bandingkan Harga di Beberapa Toko
Jangan terburu-buru membeli hanya karena ada promo. Cek harga di minimal dua atau tiga toko terpercaya untuk mendapatkan harga yang kompetitif.
2. Perhatikan Kadar dan Sertifikat
Emas 24 karat dengan kadar 99,9% atau lebih dianggap paling murni. Pastikan juga ada sertifikat keaslian dari toko atau lembaga pengujian terpercaya.
3. Pilih Waktu yang Tepat
Membeli saat harga sedang turun atau stabil bisa memberikan keuntungan lebih besar. Hindari membeli saat harga sedang naik tajam tanpa alasan kuat.
Perkiraan Harga Emas Mendatang
Meskipun sulit memprediksi harga emas secara pasti, beberapa indikator ekonomi global menunjukkan bahwa tekanan inflasi dan ketidakpastian geopolitik masih akan berlangsung beberapa bulan ke depan. Artinya, harga emas berpotensi tetap fluktuatif, bahkan bisa kembali naik jika situasi memburuk.
Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan harga dan tidak terjebak pada asumsi jangka pendek. Emas tetap menjadi instrumen investasi yang andal, asalkan dikelola dengan strategi yang tepat.
Disclaimer
Harga emas sangat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar. Data dalam artikel ini bersifat referensi dan berdasarkan pantauan pada 1 April 2026. Pembaca disarankan untuk melakukan pengecekan ulang langsung ke sumber terpercaya sebelum melakukan transaksi.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













