Setelah libur panjang Lebaran Idulfitri dan Hari Raya Nyepi, pasar modal Tanah Air diprediksi akan kembali bergerak menguat. Proyeksi ini didasari oleh beberapa sentimen global yang mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi, terutama terkait ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Meski begitu, tetap ada potensi volatilitas jangka pendek yang perlu diwaspadai.
Pekan ini menjadi titik balik penting bagi investor karena sejumlah peristiwa global berdampak langsung pada performa pasar saham domestik. Salah satunya adalah keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menunda rencana serangan militer ke fasilitas energi Iran. Keputusan ini memberikan efek positif pada bursa saham global, termasuk di Eropa dan Wall Street.
Dinamika Geopolitik dan Dampaknya ke Pasar Modal
Sentimen geopolitik menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan IHSG di awal pekan perdagangan pasca-libur Lebaran. Ketegangan antara AS dan Iran sempat memicu ketidakpastian besar di pasar global. Namun, dengan penundaan serangan militer oleh Trump, tekanan tersebut mulai mereda.
Iran sebelumnya merespons ancaman AS dengan ancaman balasan terhadap infrastruktur energi regional. Situasi ini memicu lonjakan harga minyak dan gas dunia, yang berdampak pada indeks-indeks saham di pasar global. Namun, pernyataan Trump yang menunda serangan selama lima hari memberikan ruang bagi investor untuk kembali optimis.
Sayangnya, ketenangan ini tidak berlangsung lama. Iran dikabarkan telah meluncurkan serangan baru ke Israel dan beberapa lokasi di Timur Tengah. Serangan tersebut di antaranya menargetkan pabrik gas di Qatar, yang berpotensi mengurangi pasokan LNG sebesar 17 persen selama tiga hingga lima tahun ke depan.
1. Penundaan Serangan Militer oleh Trump
Langkah Trump menunda serangan ke infrastruktur energi Iran menjadi titik balik penting bagi pasar global. Pasar saham Eropa dan AS langsung merespons positif. Indeks-indeks seperti DAX Jerman dan S&P 500 menguat secara signifikan pada perdagangan Senin, 23 Maret 2026.
2. Serangan Iran ke Qatar dan Dampaknya
Serangan terbaru dari Iran ke fasilitas gas di Qatar memicu kekhawatiran baru terhadap pasokan energi global. Qatar merupakan salah satu eksportir LNG terbesar di dunia. Gangguan di sana bisa berdampak langsung pada harga energi global dan, pada akhirnya, pada performa IHSG.
Pergerakan Pasar Global Menjelang Kembali ke IHSG
Sebelum libur Lebaran, IHSG ditutup menguat 84,55 poin atau 1,20 persen ke level 7.106,84 pada perdagangan Selasa, 17 Maret 2026. Angka ini menjadi acuan awal bagi investor saat kembali bertransaksi setelah libur panjang.
Pada perdagangan global, bursa saham Eropa menunjukkan performa positif. Euro Stoxx 50 naik 0,61 persen, DAX Jerman melonjak 1,22 persen, dan CAC 40 Prancis naik 0,79 persen. Sementara itu, FTSE 100 Inggris justru melemah tipis 0,24 persen.
Di Wall Street, ketiga indeks utama menguat secara bersamaan. Nasdaq Composite naik 1,22 persen ke level 24.188,59. S&P 500 naik 1,15 persen ke 6.581,00. Sementara Dow Jones Industrial Average melonjak 1,38 persen ke level 46.208,47.
3. Pergerakan Bursa Asia Sebelum Libur
Di kawasan Asia, sebelum libur Lebaran, bursa saham juga menunjukkan performa positif. Indeks Nikkei Jepang naik 1,56 persen ke level 52.320,00. Indeks Shanghai Composite naik 1,78 persen ke 3.881,28. Hang Seng Hong Kong naik 2,74 persen ke 25.051,50. Straits Times Singapura juga menguat 0,66 persen ke level 4.870,32.
Proyeksi IHSG di Awal Pekan Pasca-Lebaran
Ekonom keuangan Hans Kwee memproyeksikan bahwa IHSG akan bergerak terbatas pada perdagangan Rabu, 25 Maret 2026. Diperkirakan akan ada tekanan jual di awal sesi, namun pulihnya sentimen global bisa membantu pasar kembali stabil.
Support diperkirakan berada di kisaran 7.000 hingga 7.100. Resistance atau batas atas diperkirakan di level 7.250 hingga 7.349. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap sentimen geopolitik yang masih tinggi.
Kebijakan Moneter Global dan Dampaknya
Selain sentimen geopolitik, kebijakan moneter bank sentral juga menjadi sorotan penting. The Fed dalam pertemuan FOMC terakhir pada 19 Maret 2026 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50 hingga 3,75 persen.
Hans Kwee memperkirakan bahwa The Fed akan menahan suku bunga hingga akhir tahun 2026. Namun, masih ada kemungkinan kenaikan sebesar 25 bps pada Desember mendatang, tergantung pada perkembangan inflasi dan pertumbuhan ekonomi global.
4. Ekspektasi Suku Bunga The Fed
| Bulan | Ekspektasi Suku Bunga | Catatan |
|---|---|---|
| Maret 2026 | 3,50% – 3,75% | Dipertahankan |
| Juni 2026 | 3,50% – 3,75% | Dipertahankan |
| September 2026 | 3,50% – 3,75% | Dipertahankan |
| Desember 2026 | 3,75% – 4,00% | Potensi kenaikan 25 bps |
Rekomendasi untuk Investor
Investor pemula maupun profesional perlu memperhatikan beberapa hal sebelum kembali bertransaksi pasca-libur. Sentimen global yang belum sepenuhnya stabil membuat risiko tetap tinggi. Oleh karena itu, strategi investasi harus fleksibel dan responsif terhadap perubahan cepat.
5. Tips Investasi Awal Pekan
- Pantau Sentimen Global – Pergerakan bursa luar negeri bisa menjadi indikator awal arah IHSG.
- Waspadai Sektor Energi – Fluktuasi harga minyak dan gas dunia berdampak langsung ke saham energi lokal.
- Gunakan Support dan Resistance – Level teknis bisa menjadi panduan penting dalam pengambilan keputusan.
- Hindari Overtrading – Pasar yang belum stabil rentan terhadap volatilitas tiba-tiba.
- Diversifikasi Portofolio – Jangan terlalu fokus pada satu sektor, terutama yang sensitif terhadap geopolitik.
Penutup
Pergerakan IHSG di awal pekan pasca-libur Lebaran dipengaruhi oleh kombinasi faktor global dan domestik. Sentimen geopolitik, kebijakan moneter, serta performa bursa regional menjadi tiga pilar utama yang perlu terus dipantau.
Investor yang siap dengan strategi yang tepat bisa memanfaatkan peluang di tengah ketidakpastian ini. Namun, tetap diperlukan kewaspadaan karena situasi global masih dinamis dan bisa berubah kapan saja.
Disclaimer: Data dan proyeksi dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi hingga Maret 2026. Perubahan mendadak di pasar global dapat memengaruhi akurasi prediksi. Harap selalu merujuk pada sumber resmi terkini sebelum membuat keputusan investasi.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













