Nasional

Sistem QRIS Resmi Diterapkan di Indonesia pada 2026 untuk Kemudahan Transaksi Wisatawan Jepang

Danang Ismail
×

Sistem QRIS Resmi Diterapkan di Indonesia pada 2026 untuk Kemudahan Transaksi Wisatawan Jepang

Sebarkan artikel ini
Sistem QRIS Resmi Diterapkan di Indonesia pada 2026 untuk Kemudahan Transaksi Wisatawan Jepang

Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.

Reporter: Ade Hapsari Lestarini

Transaksi non-tunai kini semakin mengglobal. Baru-baru ini, Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa wisatawan Jepang akan segera bisa menggunakan QRIS saat berbelanja di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari sama antara BI dengan otoritas keuangan Jepang, yang akhirnya memberikan izin resmi untuk implementasi pembayaran lintas negara ini.

Deputi BI, Filianingsih Hendarta, menyampaikan bahwa izin dari Financial Services Agency (FSA) Jepang telah diterima. Ini membuka jalan bagi penggunaan QR code oleh wisatawan Jepang selama berada di Indonesia. Implementasi ini diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan dan transaksi, terutama bagi pelancong yang datang dari negeri matahari terbit.

Kerja Sama QRIS Indonesia-Jepang

Kerja sama ini bukan datang begitu saja. Prosesnya melibatkan berbagai pihak, termasuk BI, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Ministry of Economy, Trade, and Industry (METI) Jepang, serta Payment Japan Association (PJA). Kolaborasi ini secara resmi dimulai pada 17 Agustus 2025.

  1. Penandatanganan kerja sama antara BI dan mitra Jepang.
  2. Pengembangan infrastruktur agar kompatibel dengan sistem QRIS lokal.
  3. Pengujian sistem secara bertahap di beberapa lokasi strategis.
  4. Peluncuran resmi untuk penggunaan oleh wisatawan Jepang.

Langkah ini juga menjadi bagian dari ekspansi QRIS secara global. Sebelumnya, wisatawan Indonesia sudah bisa menggunakan QRIS saat berada di negara-negara seperti Thailand, Malaysia, , Jepang, dan Korea Selatan.

QRIS untuk Wisatawan Korea Selatan

Selain Jepang, BI juga tengah mengembangkan kerja sama serupa dengan Korea Selatan. Kerja sama ini resmi dimulai pada 1 April 2026. Inisiatif ini melibatkan BI, Bank of Korea, ASPI, dan Korea Financial Telecommunications & Clearings Institute (KFTC).

Beberapa poin penting dalam pengembangan kerja sama QRIS-Korea:

  • Sinergi antara lembaga keuangan kedua negara.
  • Penyesuaian sistem agar kompatibel dengan standar lokal masing-masing.
  • Pengujian transaksi di sejumlah merchant populer di Bali dan .

Ini menunjukkan bahwa QRIS bukan hanya alat pembayaran lokal, tapi juga menjadi jembatan transaksi internasional yang efisien.

Statistik Penggunaan QRIS hingga Februari 2026

QRIS terus tumbuh sejak diluncurkan. Sampai Februari 2026, penggunaan sistem ini telah mencapai angka yang sangat signifikan. Berikut adalah rinciannya:

Kategori Jumlah
aktif 60,77 juta
Merchant terdaftar 43 juta
Volume transaksi 3,72 miliar

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa QRIS tidak hanya populer di dalam negeri, tapi juga mulai dikenal dan digunakan secara global. BI terus berupaya memperluas jangkauan QRIS ke negara-negara Asia lainnya, termasuk Tiongkok.

Manfaat QRIS bagi Wisatawan dan Merchant

QRIS memberikan sejumlah keuntungan bagi kedua belah pihak. Bagi wisatawan, sistem ini memudahkan proses pembayaran tanpa harus menukar uang terlalu banyak atau membawa kartu kredit asing yang mungkin dikenai biaya tambahan.

Bagi merchant, QRIS membuka peluang untuk menarik lebih banyak wisatawan. Sistem ini juga mengurangi risiko pembayaran tunai dan mempercepat proses transaksi.

Beberapa manfaat utama:

  • Transaksi cepat dan aman.
  • Tidak perlu kartu fisik.
  • Biaya transaksi yang kompetitif.
  • Dapat digunakan di berbagai merchant yang terdaftar.

Tantangan dan Solusi Implementasi

Meski manfaatnya banyak, implementasi QRIS lintas negara juga menghadapi beberapa . Salah satunya adalah perbedaan regulasi antar negara. Setiap negara memiliki aturan tersendiri terkait sistem pembayaran digital.

Untuk mengatasi hal ini, BI bekerja sama dengan otoritas keuangan setempat untuk menyelaraskan regulasi dan memastikan sistem QRIS bisa diterima di negara mitra.

Langkah-langkah mitigasi:

  1. Sinkronisasi regulasi dengan otoritas keuangan negara mitra.
  2. Pengembangan sistem yang fleksibel dan dapat disesuaikan.
  3. Edukasi merchant dan pengguna tentang cara kerja QRIS.
  4. Monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan sistem berjalan optimal.

Prospek QRIS di Masa Depan

QRIS terus berkembang dan menjadi bagian penting dari ekosistem pembayaran digital global. Dengan semakin banyaknya negara yang menjalin kerja sama, QRIS berpotensi menjadi salah satu sistem pembayaran paling inklusif dan efisien di Asia Tenggara.

Beberapa negara yang menjadi fokus pengembangan QRIS ke depannya antara lain:

  • Tiongkok
  • Filipina
  • Vietnam
  • Kamboja

Pemerintah dan BI terus melakukan penyesuaian agar QRIS bisa bersaing dengan sistem pembayaran internasional lainnya, seperti Alipay, WeChat Pay, dan Visa.

Disclaimer

Data dan informasi dalam ini bersifat akurat berdasarkan kondisi hingga Februari 2026. Namun, angka dan kebijakan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan regulasi dan teknologi. Pembaca disarankan untuk selalu memperbarui informasi terkini melalui sumber resmi BI atau lembaga terkait.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.