PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali membagikan kabar gembira bagi para pemegang sahamnya. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar belum lama ini, BCA menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp336 per saham. Angka ini mencerminkan komitmen bank asing terbesar di Indonesia itu dalam memberikan return yang menarik kepada investor.
Dividen tersebut merupakan 72 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Sebagian dari jumlah itu sudah dibayarkan lebih dulu dalam bentuk dividen interim sebesar Rp55 per saham pada Desember 2025 lalu. Sisanya, yaitu sekitar Rp281 per saham, akan dibayarkan sesuai jadwal yang ditetapkan perseroan.
Rencana Dividen dan Buyback Saham
Rencana distribusi dividen ini tidak hanya mencerminkan kinerja keuangan BCA yang solid, tetapi juga strategi jangka panjang untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan penghargaan kepada pemegang saham. Selain itu, BCA juga merancang pembayaran dividen interim sebanyak tiga kali sepanjang 2026, dengan target pembayaran per kuartal.
1. Pembagian Dividen Tunai
Dividen tunai sebesar Rp336 per saham ini adalah hasil dari kinerja keuangan BCA yang menunjukkan pertumbuhan laba bersih sebesar 4,9 persen year-on-year. Dengan total laba bersih mencapai Rp57,5 triliun, BCA mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu bank terbaik di Tanah Air.
2. Jadwal Dividen Interim 2026
Direksi BCA berencana membagikan dividen interim sebanyak tiga kali dalam tahun ini. Rencana ini akan diwujudkan jika kondisi keuangan bank memungkinkan dan mendapat persetujuan dari dewan komisaris. Pembayaran akan dilakukan secara berkala per kuartal.
3. Rencana Buyback Saham
Selain dividen, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham perseroan (shares buyback) senilai maksimal Rp5 triliun. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan nilai perusahaan dan memberikan manfaat langsung kepada pemegang saham.
Perubahan di Jajaran Direksi dan Komisaris
Dalam agenda yang sama, RUPST juga membahas perombakan susunan dewan komisaris dan direksi. Beberapa nama lama melepas jabatan, sementara beberapa figur baru resmi bergabung.
1. Penyesuaian Masa Jabatan
Rapat memutuskan berakhirnya masa jabatan sejumlah anggota dewan komisaris dan direksi. Penghargaan disampaikan kepada Cyrillus Harinowo selaku komisaris independen dan Rudy Susanto selaku direktur atas kontribusi mereka selama menjabat.
2. Pengangkatan Direktur Baru
David Formula resmi diangkat sebagai direktur baru BCA. Ia telah lulus uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga siap menjalankan tugasnya dalam memimpin operasional bank.
3. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Terbaru
Berikut susunan kepengurusan BCA setelah RUPST:
Dewan Komisaris
- Presiden Komisaris: Jahja Setiaatmadja
- Komisaris: Tonny Kusnadi
- Komisaris Independen: Raden Pardede
- Komisaris Independen: Sumantri Slamet
Direksi
- Presiden Direktur: Hendra Lembong
- Wakil Presiden Direktur: Armand Wahyudi Hartono
- Wakil Presiden Direktur: John Kosasih
- Direktur: Subur Tan
- Direktur: Lianawaty Suwono
- Direktur: Santoso
- Direktur: Vera Eve Lim
- Direktur: Haryanto Tiara Budiman
- Direktur: Frengky Chandra Kusuma
- Direktur: Antonius Widodo Mulyono
- Direktur: Hendra Tanumihardja
- Direktur: David Formula
Kinerja Keuangan BCA di Tahun 2025
Kinerja BCA di tahun lalu menunjukkan pertumbuhan yang sehat di berbagai segmen bisnis. Laba bersih konsolidasi mencapai Rp57,5 triliun, naik 4,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menjadi dasar dari keputusan pembagian dividen yang menguntungkan pemegang saham.
1. Pertumbuhan Kredit
Total kredit BCA tumbuh 7,7 persen year-on-year, mencapai Rp993 triliun per Desember 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa bank terus menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pendanaan.
2. Dana Pihak Ketiga (DPK)
Dari sisi penghimpunan dana, DPK BCA mencatatkan pertumbuhan 10,2 persen year-on-year, mencapai Rp1.249 triliun. Lonjakan ini menunjukkan kepercayaan publik yang tinggi terhadap kualitas layanan dan keamanan dana di BCA.
Perbandingan Kinerja BCA Tahun 2024 dan 2025
Berikut adalah perbandingan kinerja keuangan BCA antara tahun 2024 dan 2025:
| Indikator | 2024 | 2025 | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp54,8 triliun | Rp57,5 triliun | 4,9% |
| Total Kredit | Rp922 triliun | Rp993 triliun | 7,7% |
| Dana Pihak Ketiga | Rp1.133 triliun | Rp1.249 triliun | 10,2% |
Penutup
Keputusan BCA untuk membagikan dividen sebesar Rp336 per saham menunjukkan konsistensi bank dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham. Ditambah dengan rencana buyback saham dan pembayaran dividen interim yang akan datang, BCA terus menunjukkan eksistensinya sebagai pemimpin pasar perbankan Indonesia.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat terbatas pada data yang tersedia hingga Maret 2026. Jumlah dividen, jadwal pembayaran, dan kebijakan lainnya dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi keuangan dan regulasi yang berlaku.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













