Nasional

Air Minum Berkualitas Jadi Kunci Keberhasilan Pencapaian SDGs 2030 Secara Berkelanjutan

Retno Ayuningrum
×

Air Minum Berkualitas Jadi Kunci Keberhasilan Pencapaian SDGs 2030 Secara Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Air Minum Berkualitas Jadi Kunci Keberhasilan Pencapaian SDGs 2030 Secara Berkelanjutan

Momen setiap tahun selalu jadi pengingat pentingnya air minum berkualitas dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi, saat ini aktivitas tangga makin tinggi, terutama di bulan dan jelang . Banyak kebutuhan pokok jadi prioritas, termasuk air minum. Tapi sayangnya, akses terhadap air minum yang benar-benar aman dan layak masih jadi tantangan di berbagai daerah.

Badan Pusat Statistik mencatat, lebih dari 90 persen rumah tangga di Indonesia sudah punya akses ke air minum layak. Tapi kalau bicara soal kualitas yang memenuhi standar , angkanya cuma sekitar 11-12 persen secara nasional. Artinya, masih banyak orang yang belum bisa menikmati air minum yang benar-benar aman. Padahal, ini adalah bagian dari Tujuan (SDGs) 2030.

Air Minum Berkualitas, Fondasi Dasar untuk Kehidupan Lebih Sehat

Air minum yang aman bukan cuma soal kebutuhan dasar. Ini adalah fondasi kesehatan dan masyarakat. Tanpa akses yang merata dan berkelanjutan, target SDGs 2030 soal air minum bersih dan terjangkau akan sulit tercapai. Dalam konteks ini, inisiatif swasta jadi salah satu pendorong penting.

Salah satunya dari PT Biru Semesta Abadi lewat program "Gratis Isi 1 Galon Air Minum Biru" setiap Hari Air Sedunia. Program ini sudah berjalan selama lima tahun dan terus berkembang. Tahun ini, pembagian dilakukan serentak di 766 gerai Biru yang tersebar di 46 kota dan 15 . Warga cukup bawa galon kosong dan bisa mengambil satu galon air minum gratis tanpa pembelian.

Tanggal pelaksanaan kali ini jatuh pada Minggu, 15 Maret 2026, pukul 08.00-12.00 waktu setempat. Diperkirakan sekitar 150 rib

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.