Menjelang akhir pekan, harga emas perhiasan pada Jumat, 10 April 2026 kembali mengalami penurunan di pasar domestik. Setelah sempat naik selama dua hari berturut-turut, fluktuasi harga kembali terjadi di beberapa toko perhiasan besar seperti Raja Emas Indonesia dan Lakuemas.
Pergerakan harga emas memang kerap kali tidak menentu dalam waktu singkat. Dalam rentang beberapa hari saja, harga bisa naik dan turun secara signifikan. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat yang ingin membeli atau menjual emas sebagai investasi maupun kebutuhan pribadi.
Harga Emas Perhiasan Hari Ini di Toko Besar
Perubahan harga emas di pasaran tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, tetapi juga oleh kebijakan internal toko perhiasan. Masing-masing toko memiliki sistem penetapan harga yang bisa berbeda-beda tergantung stok, permintaan, dan strategi pemasaran.
Berikut adalah rincian harga emas perhiasan di dua toko besar yang menjadi acuan banyak konsumen.
1. Raja Emas Indonesia
Raja Emas Indonesia mencatat penurunan harga emas 24 karat dari Rp2.525.000 per gram menjadi Rp2.485.000 per gram. Penurunan ini sekitar Rp40.000 dalam sehari.
Sementara untuk ukuran emas 5 karat, yang merupakan ukuran terkecil di toko ini, harga juga turun dari Rp465.000 menjadi Rp458.000 per gram. Harga ini menjadi yang paling murah saat ini untuk ukuran kecil.
2. Lakuemas
Di Lakuemas, emas 24 karat dengan kemurnian 99 persen juga mengalami penurunan harga. Dari Rp2.484.000 per gram, harga turun menjadi Rp2.420.000 per gram. Perbedaan harga antara dua toko ini bisa menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih tempat membeli emas.
Perbandingan Harga Emas di Beberapa Toko
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut tabel perbandingan harga emas 24 karat dan 5 karat di dua toko utama:
| Toko | Harga Emas 24 Karat (Rp/gram) | Harga Emas 5 Karat (Rp/gram) |
|---|---|---|
| Raja Emas | 2.485.000 | 458.000 |
| Lakuemas | 2.420.000 | – |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan toko dan kondisi pasar.
Faktor yang Mempengaruhi Fluktuasi Harga Emas
Harga emas tidak hanya ditentukan oleh pasokan dan permintaan. Ada beberapa faktor lain yang turut memengaruhi pergerakan harga emas di pasar domestik.
1. Kondisi Ekonomi Global
Ketidakpastian ekonomi global sering kali membuat emas sebagai aset safe haven. Namun, jika pasar mulai stabil, harga emas bisa turun karena permintaan terhadap aset berisiko meningkat.
2. Kebijakan Bank Sentral
Kenaikan atau penurunan suku bunga acuan juga bisa memengaruhi harga emas. Saat suku bunga tinggi, investor cenderung lebih memilih instrumen berbunga tinggi daripada emas.
3. Permintaan Pasar Lokal
Permintaan emas di pasar lokal juga sangat berpengaruh. Misalnya menjelang hari besar keagamaan atau perayaan, permintaan emas biasanya meningkat dan mendorong harga naik.
Tips Membeli Emas Perhiasan yang Tepat
Membeli emas bukan hanya soal harga murah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pembelian emas menjadi investasi yang bijak.
1. Pilih Toko Terpercaya
Pastikan membeli emas di toko yang sudah terpercaya dan memiliki sertifikat keaslian. Ini akan menghindarkan pembeli dari risiko emas palsu.
2. Perhatikan Kemurnian Emas
Emas 24 karat memiliki kemurnian paling tinggi. Namun, untuk perhiasan, emas 18 karat atau 22 karat sering digunakan karena lebih tahan lama dan tidak mudah rusak.
3. Cek Harga Pasar Secara Berkala
Harga emas bisa berubah dalam waktu singkat. Mengecek harga secara berkala membantu pembeli untuk membeli pada waktu yang tepat.
4. Simpan dengan Aman
Simpan emas di tempat yang aman, seperti brankas atau bank. Jangan menyimpannya di tempat sembarangan karena risiko kehilangan bisa sangat tinggi.
Disclaimer
Harga emas sangat dinamis dan bisa berubah kapan saja tergantung pada kondisi pasar dan kebijakan toko. Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat terbatas dan hanya berlaku pada tanggal 10 April 2026 pukul 09.42 WIB. Pembaca disarankan untuk mengecek harga terbaru secara langsung ke toko terpercaya sebelum melakukan transaksi.
Investasi emas tetap menjadi pilihan yang menarik karena sifatnya yang cenderung stabil di tengah gejolak ekonomi. Namun, keputusan membeli atau menjual sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keuangan pribadi dan tujuan investasi jangka panjang.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













