Nasional

Apa Itu PT Pos Indonesia? Sejarah, Profil, Layanan, dan Transformasi BUMN Tertua di Indonesia

Herdi Alif Al Hikam
×

Apa Itu PT Pos Indonesia? Sejarah, Profil, Layanan, dan Transformasi BUMN Tertua di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Apa Itu PT Pos Indonesia? Sejarah, Profil, Layanan, dan Transformasi BUMN Tertua di Indonesia
Apa Itu PT Pos Indonesia? Sejarah, Profil, Layanan, dan Transformasi BUMN Tertua di Indonesia

Pernah bertanya-tanya, perusahaan BUMN apa yang sudah berusia hampir 280 tahun dan masih eksis hingga sekarang?

PT Pos Indonesia (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa , logistik, dan keuangan. Didirikan pada 26 Agustus 1746 oleh Gubernur Jenderal G.W. Baron van Imhoff di Batavia (Jakarta), Pos Indonesia menjadi BUMN tertua di Indonesia yang masih beroperasi hingga hari ini. Per Januari 2026, perusahaan ini telah bertransformasi dari sekadar pengantar surat menjadi penyedia layanan logistik dan keuangan digital dengan jangkauan ke seluruh pelosok nusantara.

Artikel ini menyajikan profil lengkap PT Pos Indonesia, mulai dari sejarah panjangnya sejak era kolonial, visi misi, struktur organisasi, layanan produk, hingga transformasi digital yang terus dilakukan untuk menghadapi persaingan era modern.

Apa Itu PT Pos Indonesia (Persero)?

Pengertian dan Definisi

PT Pos Indonesia (Persero) adalah perusahaan milik negara Indonesia yang bergerak di bidang layanan pos, jasa kurir dan logistik, jasa keuangan, serta properti. Perusahaan ini merupakan penyelenggara layanan pos universal di Indonesia yang ditunjuk oleh pemerintah berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2009 tentang Pos.

Sebagai postal operator nasional, Pos Indonesia memiliki tugas menyelenggarakan layanan pos di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil yang tidak terjangkau oleh perusahaan kurir swasta.

Status sebagai BUMN

Pos Indonesia berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan bentuk Perseroan Terbatas (PT). Status ini ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor Tahun 1995 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum (Perum) Pos dan Giro menjadi Perusahaan Perseroan (Persero).

Seluruh saham PT Pos Indonesia dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian BUMN.

Nama Dagang dan Singkatan

Pos Indonesia menggunakan beberapa nama dagang dalam operasionalnya:

Nama Keterangan
PT Pos Indonesia (Persero) Nama resmi perusahaan
Pos Indonesia Nama umum yang dikenal masyarakat
POS IND Singkatan nama dagang
POS IND Logistik Indonesia Nama dagang untuk layanan logistik

Sejarah Panjang Pos Indonesia dari 1746 hingga 2026

Era Kolonial Belanda (1746-1942)

Sejarah Pos Indonesia dimulai pada tanggal 26 Agustus 1746 ketika Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff mendirikan pertama di Batavia (sekarang Jakarta). Pendirian ini bertujuan untuk menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi pedagang yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan yang datang dari atau pergi ke Negeri Belanda.

Empat tahun kemudian, pada 1750, kantor pos kedua didirikan di Semarang untuk mengadakan perhubungan pos yang teratur antara Batavia dan Semarang.

Perkembangan teknologi telegraf dan telepon pada akhir abad ke-19 membawa perubahan signifikan. Pada tahun 1877, Dinas Pos dan Telegraf Hindia Belanda bergabung sebagai anggota Union Postale Universelle (UPU), organisasi pos internasional yang memungkinkan pengiriman surat dan barang secara internasional.

Pada tahun 1906, nama lembaga diubah menjadi Post, Telegraaf, en Telefoon Dienst (PTT) atau Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon. Sejak 1931, PTT menjadi perusahaan negara kolonial Belanda.

Era Pendudukan Jepang (1942-1945)

Penguasaan Belanda atas telekomunikasi di Indonesia berakhir pada 1942 setelah kalah dari Jepang dalam Perang Dunia Kedua. Selama pendudukan Jepang, terjadi perubahan struktur organisasi Jawatan PTT. Jepang membagi Jawatan PTT menjadi beberapa bagian: Jawatan PTT Jawa, Jawatan PTT Sulawesi, dan Jawatan PTT Sumatera.

Era Kemerdekaan (1945-1961)

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, Angkatan Muda PTT (AMPTT) mengambil alih kekuasaan PTT dari pemerintah militer Jepang pada tanggal 27 September 1945 di Bandung. Peristiwa bersejarah ini kemudian diperingati sebagai Hari Bakti PTT atau Hari Bakti Postel setiap tahunnya.

Setelah pengambilalihan, nama lembaga diubah menjadi Djawatan Pos, Telegrap, dan Telepon (Jawatan PTT) Republik Indonesia. Pada era ini, Jawatan PTT berfungsi lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik dan belum bersifat komersial.

Era Perusahaan Negara (1961-1978)

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1960, status Jawatan PTT berubah menjadi Perusahaan Negara. Melalui PP No. 240 Tahun 1961, dibentuklah Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel).

Pada tahun 1965, berdasarkan PP No. 29 Tahun 1965, PN Postel dipecah menjadi dua perusahaan terpisah: Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro) dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (yang kemudian berkembang menjadi PT Telkom).

Era Perum Pos dan Giro (1978-1995)

Berdasarkan UU No. 9 Tahun 1969, status Badan Usaha Milik Negara dikelompokkan menjadi tiga: Perusahaan Jawatan (Perjan), Perusahaan Umum (Perum), dan Perusahaan Perseroan (Persero).

Melalui PP No. 9 Tahun 1978, status PN Pos dan Giro diubah menjadi Perusahaan Umum Pos dan Giro (Perum Pos dan Giro). Sejak saat itu, Perum Pos dan Giro ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos, baik untuk hubungan dalam maupun luar negeri.

Era PT Pos Indonesia Persero (1995-Sekarang)

Setelah 17 tahun berstatus Perusahaan Umum, pada tanggal 20 Juni 1995, Perum Pos dan Giro resmi berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero). Perubahan status ini ditetapkan melalui PP No. 5 Tahun 1995.

Sejak saat itu hingga Januari 2026, PT Pos Indonesia terus bertransformasi menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat. Dari sekadar pengantar surat, kini Pos Indonesia menjadi perusahaan logistik dan jasa keuangan digital yang terintegrasi.

Timeline Lengkap Perubahan Nama dan Status

Tahun Nama/Status Dasar Hukum
1746 Kantor Pos Batavia (Pendirian) Keputusan Gubernur Jenderal
1906 Post, Telegraaf, en Telefoon Dienst (PTT) Staatsblad
1945 Jawatan PTT Republik Indonesia Pengambilalihan 27 September 1945
1961 Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel) PP No. 240 Tahun 1961
1965 Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro) PP No. 29 Tahun 1965
1978 Perusahaan Umum Pos dan Giro (Perum Pos dan Giro) PP No. 9 Tahun 1978
1995 PT Pos Indonesia (Persero) PP No. 5 Tahun 1995

Profil Perusahaan PT Pos Indonesia

Data Perusahaan

Informasi Keterangan
Nama Resmi PT Pos Indonesia (Persero)
Tanggal Pendirian 26 Agustus 1746
Status Perseroan 20 Juni 1995
Jenis Badan Usaha BUMN (Perseroan Terbatas)
Bidang Usaha
Pemilik Saham Pemerintah Republik Indonesia (100%)
Logo Burung Merpati Pos
Keanggotaan Internasional Universal Postal Union (UPU)
Website Resmi www.posindonesia.co.id

Kantor Pusat dan Alamat

Kantor pusat PT Pos Indonesia berlokasi di:

Alamat: Jalan Banda No. 30, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, 40115

Pemilihan Kota Bandung sebagai lokasi kantor pusat memiliki nilai historis karena di sinilah pengambilalihan Jawatan PTT oleh Angkatan Muda PTT dari Jepang terjadi pada 27 September 1945.

Kepemilikan Saham

Seluruh saham PT Pos Indonesia (100%) dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Kementerian BUMN). Struktur ini menegaskan status Pos Indonesia sebagai perusahaan pelat merah yang sepenuhnya milik negara.

Pembagian Regional

Dalam melaksanakan pelayanan pos di Indonesia, PT Pos Indonesia membagi wilayah operasionalnya ke dalam beberapa regional yang mencakup seluruh provinsi di Indonesia:

Jenis Kantor Jumlah
Kantor Regional 11
Kantor Cabang Utama 42
Kantor Cabang 168
Kantor Cabang Pembantu 3.630

Dasar Hukum dan Regulasi

PT Pos Indonesia beroperasi berdasarkan sejumlah peraturan perundang-undangan:

Regulasi Tentang
UU No. 38 Tahun 2009 Pos
PP No. 5 Tahun 1995 Pengalihan Bentuk Perum Pos dan Giro menjadi Persero
PP No. 15 Tahun 2013 Pelaksanaan UU Pos
Permen Komdigi No. 8 Tahun 2025 Layanan Pos Komersial
Akta Notaris No. 117 tanggal 20 Juni 1995 Anggaran Dasar PT Pos Indonesia

Visi, Misi, dan Tata Nilai PT Pos Indonesia

Visi

PT Pos Indonesia memiliki visi untuk menjadi pilihan utama layanan logistik dan jasa keuangan. Perusahaan senantiasa berupaya menjadi penyedia sarana komunikasi kelas dunia yang peduli terhadap lingkungan, dikelola oleh SDM yang profesional, sehingga mampu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat serta tumbuh berkembang sesuai dengan konsep bisnis yang sehat.

Misi

Misi PT Pos Indonesia meliputi:

  1. Menyediakan sarana komunikasi yang handal dan terpercaya bagi masyarakat dan pemerintah guna menunjang pembangunan nasional serta memperkuat kesatuan dan keutuhan bangsa dan negara
  2. Mengembangkan usaha yang bertumpu pada peningkatan mutu pelayanan melalui penerapan IPTEK tepat guna untuk mencapai kepuasan pelanggan serta memberikan nilai tambah yang optimal bagi , pemegang saham, masyarakat, dan mitra kerja

Tujuan Perusahaan

Tujuan PT Pos Indonesia sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar adalah menyelenggarakan usaha pelayanan jasa pos dan giro bagi masyarakat, baik di dalam maupun di luar wilayah Indonesia.

Tata Nilai AKHLAK

PT Pos Indonesia menerapkan nilai-nilai AKHLAK yang menjadi koridor dalam menjalankan bisnis untuk melaksanakan tanggung jawab dan tugas yang bermartabat:

Nilai Makna
A Amanah – Memegang teguh kepercayaan yang diberikan
K Kompeten – Terus dan mengembangkan kapabilitas
H Harmonis – Saling peduli dan menghargai perbedaan
L Loyal – Berdedikasi dan mengutamakan kepentingan perusahaan
A Adaptif – Terus berinovasi dan antusias menghadapi perubahan
K Kolaboratif – Membangun kerja sama yang sinergis

Motto dan Kredo

Motto PT Pos Indonesia:

  • Tepat Waktu (Punctual)
  • Tepat Sasaran (Accurate)
  • Terpercaya (Reliable)

Kredo: “UNTUK ANDA KAMI ADA”

Kredo ini mengandung arti bahwa bisnis perusahaan adalah membantu mensukseskan misi pelanggan. Ketika perusahaan bisa menyampaikan kiriman dengan sebaik-baiknya, maka Pos Indonesia sudah ikut membantu menyukseskan misi pelanggan.

Logo dan Filosofi Merpati Pos

Logo PT Pos Indonesia menampilkan gambar burung merpati yang dikenal sebagai “Merpati Pos”. Burung merpati dipilih karena memiliki makna filosofi yang mendalam:

  • Kecepatan – Merpati dikenal sebagai burung yang terbang dengan cepat
  • Ketepatan – Merpati pos memiliki kemampuan navigasi yang akurat untuk kembali ke sarangnya
  • Kepercayaan – Sejak zaman dahulu, merpati digunakan untuk mengirim pesan
  • Kebebasan – Simbol jangkauan layanan yang luas ke seluruh penjuru

Logo ini telah mengalami beberapa evolusi sepanjang sejarah perusahaan, namun esensi burung merpati tetap dipertahankan sebagai identitas utama Pos Indonesia.

Struktur Organisasi dan Manajemen

Dewan Komisaris

Dewan Komisaris PT Pos Indonesia bertugas melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan perusahaan yang dilakukan oleh Direksi. Dewan Komisaris juga memberikan nasihat kepada Direksi dalam menjalankan tugas kepengurusan.

Direksi

Direksi PT Pos Indonesia dipimpin oleh Direktur Utama yang bertanggung jawab atas keseluruhan operasional perusahaan. Struktur Direksi terdiri dari beberapa direktur yang membawahi berbagai bidang:

  • Direktur Utama
  • Direktur Bisnis Kurir dan Logistik
  • Direktur Keuangan
  • Direktur Sumber Daya Manusia
  • Direktur Teknologi dan Digital

Catatan: Susunan Direksi dapat berubah sesuai keputusan RUPS

Regional dan Kantor Cabang

PT Pos Indonesia membagi wilayah operasionalnya ke dalam 11 kantor regional yang membawahi kantor-kantor cabang di seluruh Indonesia. Setiap regional bertanggung jawab atas operasional di wilayah provinsi-provinsi tertentu.

Lini Bisnis PT Pos Indonesia

Bisnis Kurir dan Logistik

Bisnis kurir dan logistik menjadi penopang utama pendapatan Pos Indonesia saat ini. Layanan ini mencakup:

  • Pengiriman surat dan dokumen
  • Pengiriman paket domestik dan internasional
  • Layanan logistik korporat
  • Warehousing dan fulfillment
  • Supply chain management

Bisnis Jasa Keuangan

Pos Indonesia menyediakan berbagai layanan jasa keuangan yang menjangkau masyarakat di seluruh pelosok Indonesia:

  • Weselpos (transfer uang domestik dan internasional)
  • Giropos
  • Pembayaran tagihan (listrik, PDAM, telepon)
  • Penyaluran dana pensiun
  • Penyaluran bantuan sosial pemerintah
  • Layanan perbankan melalui kemitraan (e-Batara Pos dengan BTN)

Bisnis Properti

Melalui anak perusahaan PT Pos Properti Indonesia, Pos Indonesia mengoptimalkan aset properti yang dimiliki untuk menghasilkan nilai tambah. Bisnis ini meliputi:

  • Pengelolaan gedung dan properti
  • Pos Bloc (transformasi gedung bersejarah menjadi ruang kreatif)
  • Perhotelan
  • Konstruksi properti

Bisnis Ritel

Bisnis ritel Pos Indonesia meliputi seluruh transaksi di loket kantor pos dan agen pos yang tersebar di seluruh Indonesia. Layanan ritel menjadi front line yang menghubungkan berbagai produk Pos Indonesia dengan masyarakat.

Layanan dan Produk Unggulan

Layanan Pengiriman Domestik

Layanan Estimasi Keterangan
Pos Sameday H+0 Pengiriman di hari yang sama
Pos Nextday H+1 Pengiriman keesokan hari
Pos Express H+1 s/d H+2 Pengiriman kilat
Pos Reguler H+2 s/d H+4 Pengiriman standar
Pos Kilat Khusus H+2 s/d H+4 Pengiriman kilat dengan jaminan

Layanan Pengiriman Internasional

Layanan Keterangan
EMS (Express Mail Service) Pengiriman dokumen dan barang ke luar negeri dengan layanan tercepat
Pos Ekspor Layanan pengiriman untuk kebutuhan ekspor
e-Packet Layanan pengiriman paket kecil internasional
Paket Pos Cepat Internasional Pengiriman paket ke 232 negara tujuan

Melalui keanggotaan di Universal Postal Union (UPU), Pos Indonesia mampu melayani pengiriman ke 232 negara di seluruh dunia.

Layanan Keuangan

Weselpos:

  • Weselpos Instan – Transfer uang online real-time ke seluruh Indonesia
  • Weselpos Biasa – Transfer uang dengan surat pemberitahuan
  • Weselpos Prima – Transfer ke semua rekening bank
  • Weselpos Internasional – Transfer uang dari dan ke luar negeri

Layanan Lainnya:

  • Pembayaran tagihan (PLN, PDAM, telepon, internet)
  • Pembayaran pajak
  • Pembelian pulsa dan paket data
  • Penyaluran gaji dan pensiun

Aplikasi Digital

Pospay: Aplikasi layanan keuangan digital untuk pembayaran tagihan, transfer uang, pembelian pulsa, QRIS, dan penyaluran bantuan sosial. Pospay juga digunakan untuk pencairan BSU bagi pekerja yang tidak memiliki rekening bank.

PosAja!: Aplikasi pengiriman online berbasis digital courier yang memungkinkan pengguna melakukan pengiriman barang dari mana saja tanpa harus ke kantor pos. Layanan mencakup regular, nextday, hingga sameday dengan fitur pick up dari lokasi pengirim.

Anak Perusahaan PT Pos Indonesia

PT Pos Indonesia memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang:

Anak Perusahaan Bidang Usaha Didirikan
PT Pos Logistik Indonesia (Poslog) Bisnis logistik, warehousing, supply chain 2012
PT Pos Properti Indonesia Perhotelan, konstruksi, pengelolaan properti
POSFIN (Pos Financial) Jasa keuangan berbasis teknologi (fintech)

PT Pos Logistik Indonesia (Poslog)

Poslog didirikan pada Maret 2012 sebagai hasil spin-off dari SBU Logistik yang dibentuk pada 2007. Anak perusahaan ini fokus pada bisnis logistik dan beroperasi secara independen untuk memaksimalkan peluang di pasar logistik Indonesia.

PT Pos Properti Indonesia

Anak perusahaan yang bergerak di bidang properti untuk mengoptimalkan aset-aset Pos Indonesia. Salah satu proyek terkenal adalah Pos Bloc Jakarta, transformasi gedung bersejarah kantor pos era Hindia Belanda menjadi ruang kreatif dan komersial.

POSFIN (Pos Financial)

POSFIN adalah layanan jasa keuangan berbasis teknologi yang mengembangkan ekosistem fintech Pos Indonesia. Inovasi terbaru adalah konsep Lo-Fintech, yaitu perpaduan bisnis jasa kurir logistik dengan bisnis jasa keuangan dalam satu platform .

Jaringan dan Infrastruktur

Jumlah Kantor Pos

Per Januari 2026, PT Pos Indonesia memiliki jaringan yang sangat luas:

Infrastruktur Jumlah
Total Titik Layanan 24.000+
Kantor Pos 4.800+
Agen Pos 28.000+
Gudang/Storage Ratusan unit

Jangkauan Layanan

Jaringan Pos Indonesia menjangkau:

  • 100% kota/kabupaten di Indonesia
  • 100% kecamatan di Indonesia
  • 42% desa di Indonesia
  • 940 lokasi transmigrasi terpencil
  • 232 negara tujuan internasional melalui Universal Postal Union

Transformasi Digital Pos Indonesia

Aplikasi Pospay

Pospay adalah aplikasi layanan keuangan digital transformasi dari produk kantor pos dan giro. Fitur utama meliputi:

  • Pembayaran tagihan (listrik, PDAM, telepon, internet)
  • Transfer uang
  • Pembelian pulsa dan paket data
  • QRIS untuk pembayaran merchant
  • Penyaluran bantuan sosial pemerintah
  • Cek status penerima Bantuan Subsidi Upah

Aplikasi PosAja!

PosAja! adalah platform digital courier untuk pengiriman barang berbasis aplikasi. Keunggulan:

  • Pilihan layanan regular, nextday, dan sameday
  • Fitur pick up dari lokasi pengirim
  • Pelacakan kiriman real-time
  • Pembayaran COD/CCOD
  • Integrasi dengan marketplace

Pospay Agen dan Lo-Fintech

Pospay Agen adalah program kemitraan yang memungkinkan masyarakat menjadi agen layanan keuangan Pos Indonesia. Inovasi terbaru adalah Pospay Agen KurLog yang menggabungkan layanan jasa keuangan dan jasa kurir logistik dalam satu platform.

Konsep ini disebut Lo-Fintech (Logistic-Fintech), perpaduan pertama di Indonesia antara bisnis jasa kurir logistik dengan bisnis jasa keuangan dalam satu mobile platform.

Peran Pos Indonesia dalam Program Pemerintah

Penyaluran Bantuan Sosial

Pos Indonesia menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyalurkan berbagai bantuan sosial:

  • Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja
  • Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM
  • Program Keluarga Harapan (PKH)
  • Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)
  • Bantuan sosial lainnya

Distribusi Logistik Pemilu

Pos Indonesia dipercaya sebagai salah satu penyedia layanan kurir dan logistik untuk pendistribusian logistik KPU dalam penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia.

Penyaluran BSU

Khusus untuk penyaluran Bantuan Subsidi Upah, Kementerian Ketenagakerjaan menggandeng PT Pos Indonesia sebagai mitra penyalur bagi pekerja yang mengalami kendala rekening bank atau tidak memiliki akun di Bank Himbara.

Penugasan Pemerintah Lainnya

  • Distribusi bansos beras
  • Distribusi set top box (STB) untuk migrasi TV digital
  • Penyaluran gaji dan dana pensiun

Museum Pos Indonesia

Museum Pos Indonesia berlokasi di kompleks kantor pusat PT Pos Indonesia di Bandung. Museum ini menyimpan koleksi benda-benda bersejarah terkait perkembangan layanan pos di Indonesia, termasuk:

  • Prangko-prangko kuno
  • Peralatan pos dari berbagai era
  • Dokumen dan arsip sejarah perposan
  • Seragam petugas pos dari masa ke masa

Museum ini menjadi bukti perjalanan panjang Pos Indonesia selama hampir 280 tahun melayani masyarakat Indonesia.

Good Corporate Governance

PT Pos Indonesia berkomitmen menerapkan praktik Good Corporate Governance (GCG) sebagai bagian dari bisnis untuk pencapaian visi dan misi perusahaan. Prinsip-prinsip GCG yang diterapkan meliputi:

  • Transparansi dalam pengelolaan perusahaan
  • Akuntabilitas kepada pemegang saham
  • Responsibilitas terhadap stakeholders
  • Independensi dalam pengambilan keputusan
  • Kewajaran dan kesetaraan

Pedoman Etika Bisnis dan Tata Perilaku (Code of Conduct) menjadi acuan perilaku bagi Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh karyawan sebagai Insan Pos Indonesia.

Kontak Layanan dan Pengaduan

PT Pos Indonesia: Pengertian, Sejarah 278 Tahun, Visi Misi, Layanan, dan Profil Lengkap BUMN
Kanal
Call Center Halo Pos 161 atau 1500161
WhatsApp 0811-9161-161
Email [email protected]
Website www.posindonesia.co.id
Instagram @posindonesia.ig
Twitter @poaborpos
Facebook Pos Indonesia
Telegram @posindonesia

Alamat Kantor Pusat: Jalan Banda No. 30, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115

Penutup

PT Pos Indonesia telah menempuh perjalanan panjang selama hampir 280 tahun sejak didirikan pada 1746. Dari sekadar kantor pos pengantar surat di era kolonial, kini Pos Indonesia telah bertransformasi menjadi perusahaan logistik dan jasa keuangan digital yang terintegrasi dengan jangkauan ke seluruh pelosok Indonesia.

Seluruh informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber resmi dari PT Pos Indonesia, Kementerian BUMN, dan berbagai regulasi terkait per Januari 2026. Data seperti struktur organisasi, susunan direksi, dan layanan produk dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan perusahaan. Untuk informasi terkini, selalu cek website resmi www.posindonesia.co.id atau hubungi Halo Pos di 161.

FAQ

PT Pos Indonesia (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang bergerak di bidang jasa kurir dan logistik, jasa keuangan, serta properti. Didirikan pada 26 Agustus 1746, Pos Indonesia menjadi BUMN tertua di Indonesia yang masih beroperasi hingga saat ini.

Pos Indonesia didirikan pada tanggal 26 Agustus 1746 oleh Gubernur Jenderal G.W. Baron van Imhoff di Batavia (sekarang Jakarta). Pada tahun 2026, usia Pos Indonesia sudah mencapai 280 tahun.

Kantor pusat PT Pos Indonesia berlokasi di Jalan Banda No. 30, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115. Pemilihan Bandung memiliki nilai historis karena di sinilah pengambilalihan Jawatan PTT dari Jepang terjadi pada 27 September 1945.

Pos Indonesia menyediakan berbagai layanan: pengiriman surat dan paket (domestik dan internasional), jasa keuangan (Weselpos, Giropos, pembayaran tagihan), penyaluran bantuan sosial, dan layanan digital melalui aplikasi Pospay dan PosAja!.

Per Januari 2026, PT Pos Indonesia memiliki lebih dari 4.800 kantor pos, 28.000+ agen pos, dan total 24.000+ titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia. Jaringan ini menjangkau 100% kota/kabupaten dan kecamatan di Indonesia.

Pospay adalah aplikasi layanan keuangan digital dari PT Pos Indonesia untuk pembayaran tagihan, transfer uang, pembelian pulsa, QRIS, dan penyaluran bantuan sosial pemerintah seperti BSU (Bantuan Subsidi Upah).

Pos Indonesia dapat dihubungi melalui Call Center Halo Pos di nomor 161 atau 1500161, WhatsApp 0811-9161-161, email [email protected], atau melalui media sosial resmi @posindonesia.ig (Instagram).

Logo burung merpati pos memiliki makna filosofi: kecepatan (merpati terbang cepat), ketepatan (kemampuan navigasi akurat), kepercayaan (sejak dahulu digunakan mengirim pesan penting), dan kebebasan (simbol jangkauan layanan yang luas).

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.