CEO Chateraise Holding Co. Ltd., Takako Saito, baru-baru ini membagikan rencana besar untuk pengembangan bisnis di Indonesia. Salah satu langkah strategis yang tengah digarap adalah pembangunan pabrik kedua yang diharapkan bisa meningkatkan kapasitas produksi hingga sepuluh kali lipat dari kapasitas awal. Rencana ini menunjukkan komitmen serius Chateraise untuk memperkuat posisinya di pasar kue premium Indonesia.
Pabrik baru ini akan berlokasi di Kawasan Industri Deltamas, Bekasi, dan ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2027. Produksi massal sendiri direncanakan dimulai pada September 2027, asalkan proses konstruksi berjalan sesuai rencana. Saat ini, kapasitas produksi pabrik pertama mencapai 1,2 miliar Yen per tahun. Dengan pabrik kedua, kapasitas tersebut akan melonjak hingga 12 miliar Yen per tahun.
Integrasi Teknologi Jepang dan Bahan Baku Lokal
Pabrik kedua Chateraise bukan sekadar ekspansi fisik. Ini adalah perwujudan kolaborasi strategis antara teknologi produksi Jepang dan kekayaan bahan baku lokal Indonesia. Pendekatan ini diharapkan bisa mempertahankan kualitas khas produk Chateraise sekaligus mengakomodasi kebutuhan produksi skala besar.
-
Transfer teknologi dari Jepang
Jepang akan memberikan dukungan penuh dalam bentuk transfer teknologi produksi terbaru. Ini mencakup proses manufaktur yang memungkinkan produk yang awalnya dibuat secara manual bisa diproduksi secara massal tanpa mengurangi kualitas. -
Pemanfaatan bahan baku lokal
Sementara itu, Indonesia menyuplai berbagai bahan baku berkualitas yang akan digunakan dalam produksi. Meski ada penyesuaian resep untuk menyesuaikan karakteristik bahan lokal, pengawasan ketat akan dilakukan untuk menjaga standar pengolahan ala Jepang.
Dengan pendekatan ini, Chateraise tidak hanya mempercepat proses produksi, tapi juga memperkuat rantai pasok lokal. Hal ini sejalan dengan tren industri makanan global yang semakin mendorong penggunaan bahan lokal untuk mendukung keberlanjutan dan efisiensi biaya.
Rencana Ekspor dan Perluasan Jaringan Ritel
Peningkatan kapasitas produksi bukan hanya ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar domestik. Chateraise juga melirik potensi ekspor ke negara-negara tetangga, terutama di kawasan Asia dan ASEAN. Ini adalah langkah strategis yang sudah ditempuh oleh Chateraise Jepang, yang selama ini mengekspor produknya ke Singapura, Hong Kong, Taiwan, dan Vietnam.
-
Target ekspor ke negara ASEAN
Produk Chateraise diharapkan bisa memenuhi standar internasional dan menarik minat pasar di negara-negara tetangga. Dengan kapasitas produksi yang lebih besar, perusahaan siap memenuhi permintaan ekspor dalam jumlah besar. -
Perluasan gerai ritel di Indonesia
Di sisi dalam negeri, Chateraise juga menyiapkan strategi ekspansi agresif. Targetnya, setiap tahun akan dibuka sekitar 20 gerai baru yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Saat ini, Chateraise sudah memiliki lebih dari 60 toko ritel sejak pertama kali hadir di Indonesia pada 2017.
Langkah ini menunjukkan bahwa Chateraise tidak hanya fokus pada produksi, tapi juga pada penguatan brand awareness dan jangkauan pasar. Dengan kombinasi produk berkualitas dan distribusi yang luas, Chateraise berpotensi menjadi salah satu pemain utama di industri kue premium nasional.
Perbandingan Kapasitas Produksi Sebelum dan Sesudah Pabrik Kedua
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah perbandingan kapasitas produksi Chateraise sebelum dan sesudah pabrik kedua beroperasi:
| Aspek | Sebelum Pabrik Kedua | Setelah Pabrik Kedua |
|---|---|---|
| Kapasitas Produksi | 1,2 miliar Yen/tahun | 12 miliar Yen/tahun |
| Lokasi Pabrik | Kawasan Industri Deltamas (pabrik pertama) | Kawasan Industri Deltamas (pabrik pertama dan kedua) |
| Teknologi Produksi | Manual hingga semi-otomatis | Full otomatis dengan transfer teknologi Jepang |
| Target Pasar | Domestik | Domestik dan ekspor ASEAN |
Jadwal Proyek Pabrik Kedua
Pembangunan pabrik kedua ini memiliki jadwal yang cukup ketat namun realistis. Berikut adalah timeline proyek secara keseluruhan:
- Juli 2026: Dimulainya proses konstruksi pabrik kedua
- Juli 2027: Pembukaan fisik pabrik
- September 2027: Produksi massal dimulai
Dengan timeline ini, Chateraise menunjukkan komitmen kuat untuk mempercepat ekspansi bisnisnya. Namun, tentu saja, semua bergantung pada kelancaran proses konstruksi dan pengadaan peralatan produksi.
Strategi Jangka Panjang Chateraise di Indonesia
Langkah pembangunan pabrik kedua dan ekspansi gerai adalah bagian dari strategi jangka panjang Chateraise di Indonesia. Perusahaan tidak hanya ingin menjadi pemain lokal, tapi juga ingin membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan berkembang.
- Peningkatan kapasitas produksi untuk mendukung ekspor
- Pemanfaatan bahan baku lokal untuk efisiensi biaya dan keberlanjutan
- Ekspansi ritel yang merata di seluruh Indonesia
- Penguatan brand melalui konsistensi kualitas produk
Dengan pendekatan ini, Chateraise tidak hanya memperluas pangsa pasar, tapi juga membangun fondasi bisnis yang kuat untuk masa depan.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat sesuai dengan pernyataan resmi dari CEO Chateraise Holding Co. Ltd. pada April 2026. Jadwal, target produksi, dan rencana ekspansi bisa berubah tergantung pada faktor eksternal seperti regulasi, kondisi pasar, dan situasi global yang tidak terduga. Data kapasitas produksi dalam Yen bisa berubah seiring fluktuasi nilai tukar.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













