Entertaiment

Penjualan EV Xiaomi SU7 Capai 21.000 Unit di Maret 2026, Melonjak Usai Insiden Meledak

Rista Wulandari
×

Penjualan EV Xiaomi SU7 Capai 21.000 Unit di Maret 2026, Melonjak Usai Insiden Meledak

Sebarkan artikel ini

Setelah cukup lama dikenal sebagai produsen smartphone dan gadget, Xiaomi akhirnya memperlihatkan tajinya di ranah . Bulan Maret 2026 jadi momen penting bagi Xiaomi, di mana penjualan mereka menyentuh angka 21.440 unit. Angka itu naik dari bulan sebelumnya, tapi mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu. Meski begitu, munculnya model baru seperti Xiaomi SU7 langsung mencuri perhatian publik.

Pergerakan angka penjualan EV Xiaomi bulan Maret juga memberi sinyal bahwa pasar mulai merespons strategi harga dan desain yang ditawarkan. Terutama setelah SU7 resmi meluncur dan mulai dikirim ke , permintaan langsung melesat. Ini menunjukkan bahwa Xiaomi bukan cuma main-main soal EV, tapi punya target pasar yang jelas.

Performa Penjualan EV Xiaomi di Maret 2026

Angka penjualan EV Xiaomi di Maret 2026 mencatatkan total 21.440 unit. Artinya, meskipun ada fluktuasi karena faktor musiman seperti libur Tahun Baru Imlek, bisnis EV Xiaomi tetap berjalan dengan cukup stabil. Lonjakan tertinggi datang dari model terbaru mereka, SU7, yang baru mulai dikirim di akhir Maret.

Beberapa poin penting dari pencapaian ini:

  • Naik sekitar 5% dari
  • Turun 27% dibanding Maret 2025
  • Dipengaruhi oleh siklus libur dan antisipasi baru

Penurunan tahunan memang terasa, tapi ini umum terjadi di banyak industri menjelang pergantian tahun. cenderung membuat aktivitas ekonomi melambat, termasuk pembelian kendaraan besar.

1. Xiaomi YU7 Tetap Jadi Andalan Utama

Model SUV Xiaomi YU7 masih menjadi tulang punggung penjualan EV Xiaomi. Di Maret lalu, total pengiriman mencapai 13.558 unit. Meski jumlahnya besar, angka ini turun sekitar 33% dari Februari. Penurunan ini diduga karena banyak konsumen menahan diri sambil menunggu peluncuran SU7.

Kontribusi YU7 terhadap total penjualan masih dominan, yakni lebih dari 63%. Artinya, hampir dua pertiga mobil listrik Xiaomi yang terjual masih berasal dari model ini. Tapi tren menunjukkan bahwa minat sedikit demi sedikit bergeser ke segmen sedan.

2. SU7 Hadir, Antusiasme Langsung Meledak

Peluncuran Xiaomi SU7 pada 19 Maret langsung menjadi sorotan. Baru mulai dikirim tanggal 23 Maret, tapi unit terkirim sudah mencapai 7.882 unit. Angka ini jauh melonjak dari Februari yang hanya mencatat 218 unit. Lonjakan ini menunjukkan bahwa pasar sangat haus akan model sedan listrik dari Xiaomi.

SU7 hadir dengan desain elegan dan harga yang kompetitif. Bukan cuma soal tampilan, tapi juga fitur-fitur modern yang disematkan. Tidak heran jika banyak konsumen langsung memesan begitu diluncurkan.

3. Pesanan SU7 Tembus 40.000 Unit

Lei Jun, CEO Xiaomi, mengungkapkan bahwa pesanan SU7 sudah mencapai lebih dari 40.000 unit. Yang menarik, sebagian besar pembeli sudah membayar deposit. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen terhadap merek Xiaomi di bidang otomotif semakin meningkat.

pun diprediksi bakal padat dalam beberapa bulan mendatang. Tim manufaktur Xiaomi harus bekerja ekstra untuk memenuhi permintaan pasar yang terus naik.

Harga SU7 Bikin Kompetitor Gigit Jari

Salah satu daya tarik utama SU7 adalah harganya. Mulai dari RMB 219.900 atau sekitar Rp 470 jutaan, mobil ini langsung bersaing ketat dengan brand besar seperti Tesla. Xiaomi tampaknya sadar betul bahwa harga adalah faktor penentu di pasar EV China.

Strategi ini sangat cerdas. Dengan menawarkan mobil berkualitas tinggi namun tetap terjangkau, Xiaomi berhasil menarik kalangan menengah ke atas yang ingin upgrade ke kendaraan listrik.

Perbandingan Harga SU7 vs Kompetitor

Model Harga Mulai (RMB) Harga Mulai (IDR)
Xiaomi SU7 219.900 ~Rp 470 juta
Tesla Model 3 245.900 ~Rp 525 juta
NIO ET5 320.000 ~Rp 685 juta
XPeng P7 249.900 ~Rp 534 juta

Dari tabel di atas terlihat jelas bahwa SU7 menawarkan nilai yang sangat kompetitif. Selisih harga dengan utama bisa mencapai puluhan juta rupiah, padahal spesifikasi dan fitur tidak kalah menarik.

Faktor Lain yang Dorong Penjualan SU7

Selain harga, ada beberapa alasan lain mengapa SU7 langsung laris manis:

  • Desain aerodinamis dan futuristik
  • Teknologi konektivitas canggih
  • Performa akselerasi yang responsif
  • Jarak tempuh per pengisian yang jauh

Kombinasi semua elemen ini membuat SU7 cocok untuk kalangan muda urban maupun menengah yang ingin tampil beda di jalanan.

4. Produksi dan Distribusi Mengikuti Permintaan

Menyikapi lonjakan pesanan, Xiaomi langsung menyesuaikan kapasitas produksi. Pabrik-pabrik di China dialokasikan kembali untuk memenuhi target pengiriman SU7. Rencana distribusi juga disesuaikan agar unit bisa sampai ke konsumen secepat mungkin.

Langkah ini penting agar tidak terjadi kekecewaan di sisi pelanggan. Apalagi dengan adanya deposit yang sudah dibayarkan, ekspektasi konsumen tentu tinggi.

Potensi Pertumbuhan di Kuartal II

Melihat performa Maret, potensi pertumbuhan di kuartal kedua 2026 terlihat sangat menjanjikan. Apalagi jika Xiaomi bisa menjaga ritme produksi dan terus memperkenalkan varian baru. SU7 sendiri masih dalam fase awal, artinya ruang untuk peningkatan masih luas.

Beberapa hal yang bisa dilakukan Xiaomi ke depan:

  • Memperluas jaringan dealer dan layanan purna jual
  • Menghadirkan varian warna dan spesifikasi baru
  • Menawarkan program cicilan menarik

Disclaimer

Data penjualan dan harga yang disebutkan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi terkini. Nilai tukar RMB ke IDR bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi makro ekonomi. Informasi ini ditulis berdasarkan situasi hingga April 2025 dan dapat berbeda di masa mendatang.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.