Investasi

BFIN Raih Pembiayaan Segar Rp21,9 Triliun di 2025 dengan Kenaikan 9,3%

Rista Wulandari
×

BFIN Raih Pembiayaan Segar Rp21,9 Triliun di 2025 dengan Kenaikan 9,3%

Sebarkan artikel ini
BFIN Raih Pembiayaan Segar Rp21,9 Triliun di 2025 dengan Kenaikan 9,3%

PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) mencatat pencapaian baru di tahun 2025. Perusahaan membukukan pembiayaan baru sebesar Rp21,9 triliun, naik 9,3% secara year-on-year (YoY). Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang solid di tengah yang cukup menantang sepanjang tahun.

Managed receivables atau piutang dikelola juga mengalami kenaikan sebesar 8,9% YoY, mencapai Rp26,3 triliun. Total aset BFI Finance per Desember 2025 tercatat sebesar Rp25,5 triliun, naik tipis 1,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski pertumbuhan aset terbilang moderat, kenaikan ini tetap menunjukkan stabilitas operasional perusahaan.

Kinerja Keuangan yang Stabil di Tengah Ketidakpastian

Pencapaian ini diraih di tengah kondisi industri pembiayaan yang tidak mudah. Presiden Direktur BFI Finance, Sutadi, menyebut bahwa 2025 adalah tahun yang penuh tantangan. Perubahan perilaku konsumen dan sensitivitas terhadap risiko menjadi faktor utama yang memengaruhi kinerja .

Namun, BFI Finance mampu menjaga konsistensi lewat strategi yang fleksibel dan pengelolaan risiko yang ketat. Perusahaan tetap menunjukkan ketahanan operasional serta pertumbuhan yang sehat, berkat penerapan prinsip agility dan kolaborasi strategis.

1. Fokus pada Portofolio Berkualitas

Langkah pertama yang diambil BFI Finance adalah memperkuat kualitas portofolio pembiayaan. Tidak semua segmen disasar secara merata. Perusahaan lebih fokus pada pembiayaan produktif yang berkontribusi langsung terhadap aktivitas ekonomi.

2. Penyesuaian Strategi Produk

Seiring dengan perubahan kebutuhan pasar, BFI Finance menyesuaikan strategi produknya. Layanan disesuaikan untuk berbagai segmen, mulai dari individu, pelaku UMKM, hingga korporasi berskala besar.

3. Penguatan Manajemen Risiko

Perusahaan memperketat pengawasan terhadap risiko . Hal ini tercermin dari posisi -Performing Financing (NPF) yang tetap berada di bawah rata-rata industri.

Komposisi Pembiayaan yang Produktif

Hingga akhir 2025, portofolio pembiayaan BFI Finance didominasi oleh pembiayaan produktif. Modal menyumbang 57,3% dari total piutang dikelola. Sementara investasi menyumbang 17,6%. Keduanya menjadi tulang punggung pertumbuhan perusahaan.

Pembiayaan multiguna menyumbang 22,0%, dan pembiayaan berbasis syariah sebesar 3,1%. Meskipun proporsinya lebih kecil, segmen syariah tetap menjadi perhatian khusus sebagai bagian dari diversifikasi layanan.

Pendapatan dan Profitabilitas yang Terjaga

Total pendapatan BFI Finance pada 2025 mencapai Rp6,7 triliun, naik 6,5% YoY. Meski pertumbuhan pendapatan lebih rendah dibandingkan pembiayaan baru, perusahaan tetap mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,581 triliun.

Profitabilitas tetap terjaga dengan laba bersih yang stabil. Return on Asset (ROA) mencapai 7,9% dan Return on Equity (ROE) sebesar 14,8%. Angka ini menunjukkan efisiensi penggunaan aset dan modal yang baik.

Kondisi NPF yang Lebih Baik dari Industri

Salah satu indikator yang penting adalah tingkat Non-Performing Financing. Pada akhir 2025, NPF bruto BFI Finance berada di level 1,39%, dan NPF neto hanya 0,22%. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan rata-rata industri yang mencatat NPF bruto 2,51% dan neto 0,77%.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa BFI Finance memiliki risiko yang lebih baik. Manajemen risiko yang ketat membantu menjaga kualitas aset dan stabilitas operasional.

Rasio Keuangan yang Sehat

Gearing ratio BFI Finance tercatat sebesar 1,3 kali. Angka ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak terlalu bergantung pada utang untuk mendanai operasionalnya. ini juga mencerminkan keseimbangan antara modal sendiri dan .

Dengan rasio yang sehat, BFI Finance memiliki ruang untuk tumbuh tanpa mengorbankan stabilitas keuangan jangka panjang.

Dividen yang Konsisten

Selain fokus pada pertumbuhan bisnis, BFI Finance juga tetap memperhatikan imbal hasil bagi pemegang saham. Di tahun 2025, perusahaan menyelesaikan pembagian dividen tunai senilai total Rp902 miliar untuk tahun buku 2024.

Tambahan dividen interim sebesar Rp35,00 per lembar saham atau setara Rp520 miliar juga dibagikan pada 18 Desember 2025. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pengembalian kepada investor.

Tabel Ringkasan Kinerja Keuangan BFI Finance 2025

Indikator Nilai
Pembiayaan Baru Rp21,9 triliun (↑9,3% YoY)
Managed Receivables Rp26,3 triliun (↑8,9% YoY)
Total Aset Rp25,5 triliun (↑1,4% YoY)
Pendapatan Rp6,7 triliun (↑6,5% YoY)
Laba Bersih Rp1,581 triliun
ROA 7,9%
ROE 14,8%
NPF Bruto 1,39%
NPF Neto 0,22%
Gearing Ratio 1,3x
Dividen 2024 Rp902 miliar
Dividen Interim 2025 Rp520 miliar

Posisi BFIN di Tengah Dinamika Industri

Di tengah tantangan makroekonomi dan perubahan perilaku konsumen, BFI Finance tetap mampu menjaga eksistensinya. Perusahaan tidak hanya bertahan, tapi juga tumbuh dengan strategi yang tepat.

Kehadiran layanan yang responsif dan pengelolaan risiko yang ketat menjadi kunci utama keberhasilan ini. Dengan portofolio yang produktif dan kinerja keuangan yang stabil, BFI Finance menunjukkan bahwa perusahaan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Disclaimer

Data yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari laporan resmi BFI Finance per 2025. Angka-angka dan persentase dapat berubah seiring dengan pengumuman resmi selanjutnya dari perusahaan. Pembaca disarankan untuk merujuk pada sumber resmi untuk informasi terkini.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.