Pembiayaan Multiguna iB Hijrah dari Bank Muamalat mencatatkan pertumbuhan yang cukup signifikan sepanjang tahun 2025. Dengan outstanding mencapai Rp647 miliar, produk ini tumbuh 37,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatat Rp472 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan permintaan dari nasabah consumer yang semakin tertarik dengan solusi pembiayaan berbasis syariah.
Peningkatan ini tidak hanya terlihat dari sisi nilai pembiayaan, tetapi juga dari jumlah akun yang aktif menggunakan produk Multiguna iB Hijrah. Jumlah akun naik 25,3 persen secara year-on-year menjadi 8.865 akun. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak nasabah yang mempercayakan kebutuhan pembiayaannya kepada Bank Muamalat, khususnya produk yang satu ini.
Faktor Pendorong Pertumbuhan Pembiayaan
-
Perluasan Kerja Sama Payroll
Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini adalah perluasan kerja sama tabungan payroll dengan berbagai institusi. Penunjukan Bank Muamalat sebagai bank penyalur gaji bagi aparatur sipil negara (ASN) menjadi salah satu pendorong utama. ASN yang biasanya memiliki penghasilan tetap dan tercatat dengan baik menjadi target ideal untuk produk pembiayaan yang membutuhkan analisis risiko lebih rinci. -
Ekspansi ke Segmen Pendidikan dan Kesehatan
Selain ASN, Bank Muamalat juga memperluas jangkauan ke sektor pendidikan dan kesehatan. Sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan lembaga kesehatan lainnya menjadi bagian dari strategi penetrasi pasar. Dengan basis pegawai yang stabil dan kebutuhan operasional yang terus berjalan, kedua sektor ini memiliki potensi besar dalam memanfaatkan pembiayaan berbasis syariah. -
Pemanfaatan Ekosistem Haji, Umrah, dan Industri Halal
Bank Muamalat juga memanfaatkan ekosistem haji dan umrah serta industri halal sebagai celah pasar yang belum sepenuhnya digarap oleh bank konvensional. Segmen ini memiliki kebutuhan khusus yang selaras dengan prinsip syariah, dan Bank Muamalat menjadikannya sebagai salah satu pilar dalam strategi bisnisnya.
Strategi Keberlanjutan Pertumbuhan
-
Fokus pada Nasabah Eksisting
Meski agresif dalam pertumbuhan, Bank Muamalat tetap menjaga kualitas portofolio pembiayaan. Langkah yang diambil adalah dengan memperdalam penetrasi terhadap nasabah eksisting, terutama yang berasal dari segmen payroll, customer base funding, dan financing. Ini menjadi langkah strategis untuk mempertahankan loyalitas sekaligus meningkatkan nilai transaksi dari tiap nasabah. -
Penguatan Corporate dan Commercial Client
Selain nasabah ritel, Bank Muamalat juga terus memperkuat hubungan dengan klien dari sektor korporasi dan komersial. Dengan pendekatan yang lebih personal dan solusi yang disesuaikan, bank ini berupaya memenuhi kebutuhan pembiayaan yang lebih kompleks namun tetap berlandaskan prinsip syariah. -
Penerapan Prinsip Kehati-hatian
Meskipun tumbuh pesat, Bank Muamalat tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan. Hal ini penting untuk menjaga kualitas aset dan memastikan bahwa pertumbuhan yang terjadi bersifat berkelanjutan. Dengan sistem kontrol yang ketat, risiko macet atau kredit bermasalah dapat diminimalkan.
Perbandingan Pencapaian Pembiayaan Multiguna iB Hijrah (2024 vs 2025)
| Parameter | 2024 | 2025 | Pertumbuhan |
|---|---|---|---|
| Outstanding Pembiayaan | Rp472 miliar | Rp647 miliar | 37,1% |
| Jumlah Akun (NoA) | 7.074 akun | 8.865 akun | 25,3% |
Catatan: Data bersifat preliminary dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan laporan resmi Bank Muamalat.
Keunggulan Produk Multiguna iB Hijrah
Produk Multiguna iB Hijrah menawarkan fleksibilitas dalam penggunaan dana pembiayaan. Nasabah bisa menggunakannya untuk berbagai kebutuhan seperti renovasi rumah, modal usaha, pendidikan, atau kebutuhan konsumtif lainnya. Yang membedakan dari produk lain adalah pendekatannya yang berbasis prinsip syariah, tanpa riba, dan transparan.
Tidak hanya itu, proses pengajuan yang semakin digital juga memudahkan nasabah dalam mengakses layanan. Dengan aplikasi mobile dan sistem online, nasabah bisa mengajukan, memantau, hingga melakukan pembayaran cicilan secara lebih praktis.
Tantangan ke Depan
Meskipun pencapaian di tahun 2025 sangat positif, tantangan ke depan tetap ada. Persaingan di sektor perbankan syariah semakin ketat, terutama dengan masuknya lebih banyak pemain baru. Bank Muamalat harus terus berinovasi dalam menawarkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah.
Selain itu, menjaga kualitas portofolio pembiayaan di tengah pertumbuhan yang cepat juga menjadi tantangan tersendiri. Bank harus mampu menyeimbangkan antara ekspansi dan pengendalian risiko agar tetap berjalan sehat dan berkelanjutan.
Penutup
Pertumbuhan pembiayaan Multiguna iB Hijrah sebesar 37,1 persen di tahun 2025 menunjukkan bahwa Bank Muamalat berhasil memanfaatkan peluang pasar dengan baik. Dengan strategi yang tepat dan komitmen terhadap prinsip syariah, bank ini terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pionir perbankan syariah di Indonesia.
Namun, seperti halnya dalam dunia bisnis, angka dan kondisi bisa berubah sewaktu-waktu. Data yang disajikan bersifat berdasarkan informasi resmi per April 2026 dan dapat mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan terkini.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













