Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) kembali menggarap sektor-sektor strategis yang dinilai memiliki potensi besar untuk mendongkrak ekspor nasional. Tahun ini, fokus utama jatuh pada industri tekstil dan furnitur. Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk memperkuat industri dalam negeri, khususnya yang memiliki daya saing di pasar global.
Sukatmo Padmosukarso, Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif LPEI, menyampaikan bahwa sektor tekstil dan furnitur memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Dukungan pembiayaan dari LPEI diharapkan bisa menjadi katalisator bagi pertumbuhan industri tersebut. Pemerintah pun memberikan lampu hijau penuh untuk pengembangan sektor ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai ekspor non-migas.
Fokus Baru Indonesia Eximbank di Tahun 2026
Langkah strategis ini bukan datang dari ruang kosong. LPEI telah lama berperan sebagai lembaga pembiayaan yang mendukung proyek-proyek strategis nasional. Namun, dengan fokus baru pada industri tekstil dan furnitur, bank ini ingin memperluas sayapnya ke sektor yang selama ini belum maksimal dilayani oleh perbankan komersial.
1. Penyesuaian Strategi Bisnis
Indonesia Eximbank tidak hanya bergerak sebagai bank pembiayaan biasa. Lembaga ini memiliki tugas khusus untuk memberikan dukungan beyond financing, artinya tidak hanya soal pinjaman, tapi juga konsultasi, asuransi, hingga penjaminan. Ini penting agar industri dalam negeri bisa bersaing di pasar internasional.
2. Penugasan Pemerintah yang Mendukung
Sebagai lembaga milik negara, LPEI mendapat arahan langsung dari pemerintah untuk mendukung sektor produktif. Sektor tekstil dan furnitur dipilih karena memiliki basis industri yang kuat dan potensi ekspor yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.
3. Kolaborasi dengan Industri Strategis
LPEI sebelumnya telah membantu perusahaan besar seperti PT PAL dan PT Dirgantara Indonesia. Kini, fokus beralih ke industri yang lebih luas, seperti tekstil dan furnitur. Kolaborasi ini diharapkan bisa membuka peluang ekspor baru ke pasar global.
Kinerja Keuangan LPEI di Tahun 2025
Sebelum melangkah lebih jauh ke sektor baru, LPEI menunjukkan performa keuangan yang solid di tahun lalu. Ini menjadi modal penting untuk mendukung misi barunya.
1. Pertumbuhan Laba Bersih
Di tahun 2025, LPEI mencatat laba bersih sebesar Rp252 miliar, naik 8% dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa bisnis pembiayaan ekspor terus menunjukkan tren positif.
2. Penyaluran Pembiayaan yang Meningkat
Total penyaluran pembiayaan mencapai Rp57,2 triliun, naik 2% dari tahun sebelumnya. Meski pertumbuhan terlihat moderat, namun ini menunjukkan bahwa LPEI terus aktif menyalurkan dana ke sektor produktif.
3. Volume Asuransi dan Penjaminan
Volume asuransi mencapai Rp8,8 triliun, sementara penjaminan yang diberikan mencapai Rp4,9 triliun. Ini menunjukkan bahwa selain pembiayaan, LPEI juga aktif memberikan perlindungan risiko kepada pelaku ekspor.
Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE)
Program PKE menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung ekspor nasional. Realisasi penyaluran pembiayaan melalui program ini mencapai Rp13,5 triliun di tahun 2025.
| Tahun | Realisasi PKE | Pertumbuhan |
|---|---|---|
| 2024 | Rp7,3 triliun | – |
| 2025 | Rp13,5 triliun | +85% |
Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, dan menjadi bukti bahwa program ini efektif dalam mendorong ekspor.
Peran LPEI dalam Ekosistem Ekspor Nasional
LPEI bukan sekadar lembaga pembiayaan. Lembaga ini memiliki peran penting dalam menyediakan layanan beyond financing. Artinya, selain memberikan dana, LPEI juga membantu pelaku usaha dalam hal riset pasar, konsultasi bisnis, hingga perlindungan risiko ekspor.
1. Membantu UKM Naik Kelas
Salah satu fokus utama adalah membantu usaha kecil dan menengah (UKM) agar bisa bersaing di pasar global. Dengan dukungan pembiayaan dan konsultasi, UKM bisa meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk.
2. Mendorong Inovasi Produk
Indonesia Eximbank juga mendorong pelaku industri untuk terus berinovasi. Dengan dukungan teknologi dan akses pasar internasional, produk lokal bisa bersaing dengan produk impor.
3. Meningkatkan Daya Saing Global
Melalui berbagai program, LPEI membantu pelaku usaha memahami standar internasional, regulasi pasar luar negeri, hingga strategi pemasaran global.
Potensi Sektor Tekstil dan Furnitur
Sektor tekstil dan furnitur dipilih karena memiliki potensi ekspor yang besar. Indonesia memiliki sumber daya manusia yang terampil dan bahan baku yang cukup melimpah.
1. Permintaan Global yang Tinggi
Permintaan terhadap produk tekstil dan furnitur terus meningkat di pasar internasional. Negara-negara Eropa dan Amerika Serikat menjadi pasar potensial bagi produk Indonesia.
2. Basis Industri yang Kuat
Indonesia memiliki basis industri tekstil dan furnitur yang cukup besar, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan dukungan pembiayaan, industri ini bisa berkembang lebih pesat.
3. Potensi Ekspor yang Belum Dimaksimalkan
Meski memiliki potensi besar, ekspor tekstil dan furnitur belum sepenuhnya dimanfaatkan. Banyak pelaku usaha masih menghadapi tantangan akses pasar dan pembiayaan.
Langkah Strategis LPEI ke Depan
Untuk mendukung sektor ini, LPEI akan mengembangkan berbagai skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Mulai dari pembiayaan modal kerja hingga investasi mesin dan teknologi.
1. Skema Pembiayaan Khusus
LPEI akan menyediakan skema pembiayaan yang lebih fleksibel dan sesuai dengan karakteristik industri tekstil dan furnitur. Ini termasuk pembiayaan jangka panjang dan bunga yang kompetitif.
2. Kolaborasi dengan Asosiasi Industri
Lembaga ini juga akan bekerja sama dengan berbagai asosiasi industri untuk memahami kebutuhan pelaku usaha secara lebih mendalam.
3. Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha
Program pelatihan dan pendampingan teknis akan terus digelar untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha, terutama UKM.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terbuka dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah dan perkembangan ekonomi nasional. Angka-angka yang disebutkan merupakan data resmi dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) per tanggal 31 Desember 2025.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













