Kabar bahagia datang dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Anggaran THR untuk ASN tahun 2026 telah siap disalurkan, dengan total nilai mencapai Rp35 miliar lebih. Rencananya, dana ini akan cair pada 16 Maret 2026 mendatang.
Pencairan THR ini melibatkan hampir 10 ribu pegawai, termasuk PNS, PPPK, dan yang paling ditunggu-tunggu adalah keikutsertaan PPPK paruh waktu. Ini menjadi kabar penting, mengingat sebelumnya belum semua daerah memberikan THR kepada kelompok ini.
Rincian THR ASN Kotim 2026
Penyaluran THR tahun ini mengacu pada PP Nomor 9 Tahun 2026. Total penerima THR mencapai 9.331 orang, yang terdiri dari tiga kategori ASN. Berikut rinciannya:
| Kategori ASN | Jumlah Penerima |
|---|---|
| PNS | 4.754 orang |
| PPPK | 2.730 orang |
| PPPK Paruh Waktu | 1.847 orang |
Dengan adanya angka ini, terlihat bahwa pemerintah daerah serius memperhatikan seluruh aparatur sipil negara, termasuk yang bekerja secara paruh waktu. Ini adalah langkah penting dalam mendorong keadilan dan pengakuan terhadap kontribusi mereka.
1. Jadwal Pencairan THR ASN
Pencairan THR direncanakan akan dilakukan pada 16 Maret 2026. Tanggal ini dipilih agar sesuai dengan jadwal pembayaran gaji dan tunjangan lainnya, sehingga proses distribusi bisa berjalan efisien dan tepat waktu.
2. Dasar Perhitungan THR
THR yang diterima ASN dihitung berdasarkan penghasilan pada bulan Februari 2026. Artinya, besaran tunjangan yang diterima akan sebanding dengan gaji pokok dan tunjangan tetap lainnya yang diterima pada bulan sebelumnya.
3. Kebijakan Inklusif untuk PPPK Paruh Waktu
Salah satu poin penting dari kebijakan THR tahun ini adalah inklusi PPPK paruh waktu sebagai penerima THR. Ini menjadi langkah strategis dalam memberikan penghargaan kepada seluruh ASN yang aktif berkontribusi, meskipun tidak bekerja penuh waktu.
4. Penyaluran THR Melalui Mekanisme Terpadu
THR disalurkan melalui mekanisme keuangan daerah yang sudah terintegrasi. Ini memastikan bahwa dana bisa langsung mengalir ke rekening masing-masing ASN tanpa hambatan administratif yang berarti.
5. Evaluasi dan Monitoring Penyaluran
Setelah pencairan, BKAD Kotim akan melakukan evaluasi untuk memastikan bahwa THR telah diterima seluruh ASN sesuai dengan ketentuan. Ini adalah bagian dari transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran daerah.
Perlakuan THR untuk ASN di Tahun 2026
Tahun ini menandai perubahan signifikan dalam kebijakan THR ASN di Kotim. Tidak hanya penerimaan yang lebih luas, tapi juga penjadwalan yang lebih matang dan sistem distribusi yang lebih rapi. PPPK paruh waktu yang selama ini kerap terabaikan, akhirnya mendapat tempat di meja perhitungan THR.
Perubahan ini tidak serta merta terjadi begitu saja. Ada proses panjang evaluasi dan penyesuaian kebijakan agar lebih inklusif dan adil. Termasuk juga penyesuaian anggaran yang lebih realistis untuk mencakup seluruh ASN.
Perbandingan THR Tahun Ini dengan Tahun Sebelumnya
Tahun 2026 ini menunjukkan peningkatan dalam hal cakupan penerima THR. Tahun-tahun sebelumnya, THR biasanya hanya diberikan kepada PNS dan PPPK penuh waktu. Namun tahun ini, PPPK paruh waktu juga menjadi bagian dari daftar penerima.
| Tahun | Penerima THR | Jumlah Dana | Catatan Khusus |
|---|---|---|---|
| 2024 | 7.200 orang | Rp28 miliar | Hanya PNS & PPPK penuh waktu |
| 2025 | 8.100 orang | Rp31 miliar | Mulai inklusi beberapa PPPK paruh waktu |
| 2026 | 9.331 orang | Rp35 miliar | Semua kategori ASN termasuk PPPK paruh waktu |
Dampak THR terhadap Kesejahteraan ASN
THR bukan sekadar tunjangan. Bagi banyak ASN, terutama yang bekerja paruh waktu, THR menjadi salah satu sumber pendapatan penting menjelang Idul Fitri. Dengan adanya THR ini, diharapkan ASN bisa merayakan hari raya dengan lebih tenang dan bahagia.
Apalagi tahun ini, jumlah penerima THR meningkat signifikan. Ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah semakin peduli terhadap kesejahteraan aparatur sipil negaranya.
Kebijakan THR: Langkah Menuju Keadilan Internal
Inklusi PPPK paruh waktu dalam daftar penerima THR adalah cerminan dari kebijakan yang lebih inklusif. Ini juga menjadi langkah awal untuk membangun keadilan internal di lingkungan ASN. Tidak ada lagi diskriminasi berdasarkan status kepegawaian.
Kebijakan ini juga diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menyusun anggaran THR yang lebih merata dan adil.
Penutup
THR ASN tahun 2026 di Kotawaringin Timur bukan hanya soal angka. Ini adalah cerita tentang pengakuan, keadilan, dan perhatian terhadap seluruh ASN yang bekerja di daerah ini. Termasuk mereka yang selama ini bekerja paruh waktu namun tetap memberikan kontribusi nyata.
Dengan total anggaran Rp35 miliar lebih, pencairan THR pada 16 Maret 2026 mendatang menjadi momentum penting menjelang Idul Fitri. Semoga THR ini bisa menjadi berkah bagi seluruh ASN Kotim.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat valid berdasarkan data yang dirilis oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur per 12 Maret 2026. Jumlah penerima, jadwal pencairan, dan besaran THR dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan daerah setempat.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













