Perbankan

Cara Menghitung Pelunasan KUR BRI Sebelum Jatuh Tempo Lengkap dengan Rumus dan Simulasinya

Fadhly Ramadan
×

Cara Menghitung Pelunasan KUR BRI Sebelum Jatuh Tempo Lengkap dengan Rumus dan Simulasinya

Sebarkan artikel ini
Cara Menghitung Pelunasan KUR BRI Sebelum Jatuh Tempo Lengkap Dengan Rumus dan Simulasinya
Cara Menghitung Pelunasan KUR BRI Sebelum Jatuh Tempo Lengkap Dengan Rumus dan Simulasinya

Angsuran masih berjalan, tapi ada rezeki lebih dan ingin segera melunasi? Pertanyaan besarnya: berapa sebenarnya total yang harus dibayar jika ingin lunas lebih awal?

Pelunasan dipercepat Rakyat (KUR) di Bank BRI memang diperbolehkan kapan saja selama masa kredit berjalan. Berdasarkan ketentuan program KUR dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, debitur memiliki hak untuk melunasi kewajiban sebelum tenor berakhir tanpa penalti yang memberatkan.

Nah, artikel ini akan membongkar tuntas cara menghitung pelunasan KUR BRI sebelum jatuh tempo — mulai dari rumus dasar, simulasi lengkap berbagai plafon, hingga prosedur yang harus dilalui. Semua informasi disusun berdasarkan ketentuan resmi BRI dan regulasi OJK agar tidak ada kebingungan saat mengambil keputusan.

Apa Itu Pelunasan Dipercepat KUR BRI?

Apa Itu Pelunasan Dipercepat KUR BRI?

Pelunasan dipercepat adalah pembayaran seluruh sisa kewajiban kredit sebelum tenor yang disepakati dalam perjanjian berakhir. Dalam konteks KUR BRI, ini berarti debitur membayar lunas sisa pokok pinjaman beserta bunga berjalan di luar jadwal angsuran bulanan reguler.

Berbeda dengan pelunasan normal yang dilakukan di akhir tenor, pelunasan dipercepat memungkinkan debitur terbebas dari cicilan lebih cepat. Keputusan ini biasanya diambil saat ada dana lebih dari hasil usaha, warisan, atau sumber pendapatan lainnya.

Penting dipahami bahwa KUR BRI menggunakan sistem bunga flat. Artinya, bunga dihitung dari pokok pinjaman awal dan dibagi rata selama tenor — bukan dari sisa pokok seperti bunga efektif.

Konsekuensinya, saat pelunasan dipercepat, tidak ada “potongan bunga” otomatis karena bunga sudah dihitung di awal. Namun, debitur tetap diuntungkan karena tidak perlu membayar bunga untuk sisa periode yang belum berjalan.

Rumus Menghitung Pelunasan KUR BRI Sebelum Jatuh Tempo

Sebelum ke kantor cabang, ada baiknya menghitung sendiri estimasi total pelunasan. Rumus ini membantu mempersiapkan dana yang dibutuhkan.

Komponen Perhitungan Pelunasan

Total pelunasan KUR BRI terdiri dari beberapa komponen:

  • Sisa Pokok Pinjaman — Jumlah pokok yang belum terbayar dari angsuran sebelumnya
  • Bunga Berjalan — Bunga untuk bulan berjalan hingga tanggal pelunasan
  • Biaya Administrasi — Jika ada, sesuai kebijakan cabang (umumnya tidak ada untuk KUR)

Rumus Dasar

Berikut rumus yang bisa digunakan untuk menghitung estimasi pelunasan:

Sisa Pokok = Pokok Pinjaman Awal – (Pokok per Bulan × Jumlah Angsuran Terbayar)

Pokok per Bulan = Pokok Pinjaman Awal ÷ Tenor (bulan)

Bunga per Bulan = (Pokok Pinjaman Awal × Suku Bunga per Tahun) ÷ 12

Bunga Berjalan = (Bunga per Bulan ÷ 30) × Jumlah Hari di Bulan Berjalan

Total Pelunasan = Sisa Pokok + Bunga Berjalan + Biaya Admin (jika ada)

Catatan Penting

Rumus di atas merupakan perhitungan estimasi berdasarkan sistem bunga flat yang umum digunakan KUR BRI. Angka pasti tetap bergantung pada perjanjian kredit masing-masing debitur dan kebijakan cabang pengelola.

Dilansir dari laman resmi BRI, untuk mendapatkan jumlah pelunasan yang akurat, debitur disarankan menghubungi Mantri BRI atau mengecek langsung melalui aplikasi BRImo.

Simulasi Perhitungan Pelunasan KUR BRI

Agar lebih mudah dipahami, berikut tiga skenario simulasi pelunasan dipercepat berdasarkan plafon yang berbeda.

Simulasi 1: KUR Mikro Rp50 Juta

Data Pinjaman:

  • Plafon: Rp50.000.000
  • Tenor: 36 bulan (3 tahun)
  • Suku bunga: 6% per tahun (flat)
  • Angsuran per bulan: Rp1.638.889

Kondisi: Sudah berjalan 12 bulan, ingin melunasi di bulan ke-

Perhitungan:

Komponen Perhitungan Nominal
Pokok per Bulan Rp50.000.000 ÷ 36 Rp1.388.889
Pokok Terbayar (12 bulan) Rp1.388.889 × 12 Rp16.666.668
Sisa Pokok Rp50.000.000 – Rp16.666.668 Rp33.333.332
Bunga per Bulan (Rp50.000.000 × 6%) ÷ 12 Rp250.000
Total Pelunasan Sisa Pokok + Bunga Bulan Berjalan Rp33.583.332

Simulasi 2: KUR Mikro Rp100 Juta

Data Pinjaman:

  • Plafon: Rp100.000.000
  • Tenor: 48 bulan (4 tahun)
  • Suku bunga: 6% per tahun (flat)
  • Angsuran per bulan: Rp2.583.333

Kondisi: Sudah berjalan 24 bulan, ingin melunasi di bulan ke-25

Komponen Perhitungan Nominal
Pokok per Bulan Rp100.000.000 ÷ 48 Rp2.083.333
Pokok Terbayar (24 bulan) Rp2.083.333 × 24 Rp49.999.992
Sisa Pokok Rp100.000.000 – Rp49.999.992 Rp50.000.008
Bunga per Bulan (Rp100.000.000 × 6%) ÷ 12 Rp500.000
Total Pelunasan Sisa Pokok + Bunga Bulan Berjalan Rp50.500.008

Simulasi 3: KUR Kecil Rp250 Juta

Data Pinjaman:

  • Plafon: Rp250.000.000
  • Tenor: 60 bulan ( tahun)
  • Suku bunga: 6% per tahun (flat)
  • Angsuran per bulan: Rp5.416.667

Kondisi: Sudah berjalan 36 bulan, ingin melunasi di bulan ke-37

Komponen Perhitungan Nominal
Pokok per Bulan Rp250.000.000 ÷ 60 Rp4.166.667
Pokok Terbayar (36 bulan) Rp4.166.667 × 36 Rp150.000.012
Sisa Pokok Rp250.000.000 – Rp150.000.012 Rp99.999.988
Bunga per Bulan (Rp250.000.000 × 6%) ÷ 12 Rp1.250.000
Total Pelunasan Sisa Pokok + Bunga Bulan Berjalan Rp101.249.988

Ringkasan Ketiga Simulasi

Plafon Tenor Sudah Berjalan Total Pelunasan Hemat dari Sisa Tenor
Rp50 juta 36 bulan 12 bulan Rp33.583.332 24 × angsuran
Rp100 juta 48 bulan 24 bulan Rp50.500.008 24 × angsuran
Rp250 juta 60 bulan 36 bulan Rp101.249.988 24 × angsuran

Simulasi di atas menggunakan asumsi pelunasan di awal bulan berjalan. Jika pelunasan dilakukan di pertengahan bulan, bunga berjalan akan dihitung proporsional berdasarkan jumlah hari. Data ini berdasarkan sistem bunga flat 6% per tahun dan dapat berbeda sesuai perjanjian kredit masing-masing.

Biaya Administrasi dan Penalty Pelunasan Dipercepat

Ada pertanyaan klasik yang sering muncul: apakah pelunasan dipercepat KUR BRI dikenakan penalti?

Fakta tentang Penalty

Berdasarkan praktik umum di lapangan, KUR BRI tidak mengenakan penalty atau denda untuk pelunasan dipercepat. Ini berbeda dengan kredit konsumtif seperti atau yang biasanya memiliki klausul penalti 1-3% dari sisa pokok.

Namun, beberapa cabang mungkin mengenakan biaya administrasi pelunasan dalam nominal kecil (umumnya Rp50.000 – Rp100.000). ini sangat tergantung pada kebijakan masing-masing unit kerja BRI.

Perbandingan dengan Kredit Lain

Jenis Kredit Penalty Pelunasan Dipercepat Keterangan
KUR BRI Tidak ada / Minimal Hanya biaya admin kecil jika ada
Kupedes BRI Tidak ada / Minimal Kebijakan serupa dengan KUR
KPR BRI 1-3% dari sisa pokok Berlaku jika lunas di bawah tenor tertentu
KKB / Kredit Kendaraan Bervariasi Tergantung perjanjian awal

Jadi, klaim bahwa “pelunasan dipercepat KUR BRI kena penalti besar” tidak akurat. Sebaiknya konfirmasi langsung ke Mantri BRI untuk memastikan tidak ada biaya tersembunyi.

Keuntungan Melunasi KUR BRI Sebelum Jatuh Tempo

Mengapa pelunasan dipercepat layak dipertimbangkan? Berikut beberapa keuntungan yang bisa didapatkan.

1. Terbebas dari Beban Cicilan Bulanan

Keuntungan paling jelas adalah tidak perlu lagi memikirkan angsuran setiap bulan. Dana yang biasanya untuk cicilan bisa dialokasikan untuk pengembangan usaha atau kebutuhan lain.

2. Terhindar dari Risiko Denda Keterlambatan

Dengan melunasi lebih awal, risiko terkena denda keterlambatan KUR di otomatis hilang. Ini penting karena denda bisa terakumulasi dan membebani keuangan.

3. Membuka Peluang Pengajuan KUR Baru

Setelah KUR lunas, debitur bisa langsung mengajukan KUR baru dengan plafon lebih besar. Riwayat pelunasan tepat waktu atau dipercepat menjadi nilai plus di mata bank.

Berbeda jika masih ada KUR berjalan — pengajuan KUR berikutnya bisa ditolak karena dianggap sudah menerima fasilitas kredit produktif.

4. Riwayat Kredit Positif di SLIK OJK

Pelunasan dipercepat tercatat sebagai riwayat kredit yang baik di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Status ini meningkatkan profil kredit untuk pengajuan pinjaman di bank lain di masa depan.

5. Agunan Bisa Segera Dikembalikan

Khusus untuk KUR Kecil yang menggunakan agunan, pelunasan dipercepat mempercepat proses pengambilan jaminan. Sertifikat tanah atau BPKB bisa segera digunakan untuk keperluan lain.

Prosedur Pelunasan KUR BRI: Kantor Cabang dan BRImo

Ada dua cara untuk melakukan pelunasan dipercepat KUR BRI. Berikut langkah-langkahnya.

Prosedur di Kantor Cabang BRI

Pelunasan melalui kantor cabang menjadi cara paling umum, terutama untuk KUR dengan agunan. Berikut tahapannya:

  1. Hubungi Mantri BRI yang menangani pinjaman untuk konfirmasi total pelunasan
  2. Siapkan seluruh dokumen yang diperlukan (lihat bagian selanjutnya)
  3. Datang ke kantor cabang atau unit BRI tempat pengajuan kredit dilakukan
  4. Sampaikan kepada Customer Service bahwa ingin melakukan pelunasan dipercepat
  5. Tunggu proses penghitungan total pelunasan oleh petugas
  6. Lakukan pembayaran di teller atau melalui transfer ke rekening yang ditentukan
  7. Terima bukti pelunasan dan Surat Keterangan Lunas
  8. Untuk KUR dengan agunan, jadwalkan pengambilan jaminan (biasanya 7-14 hari kerja)

Prosedur via Aplikasi BRImo

Untuk pengecekan sisa tagihan dan beberapa jenis pelunasan, BRImo bisa menjadi opsi praktis. Pastikan sudah memiliki akun BRImo aktif. Jika belum, bisa membuat rekening BRI secara online terlebih dahulu.

Berikut langkah pengecekan dan pelunasan via BRImo:

  1. Buka aplikasi BRImo dan login dengan username serta password
  2. Pilih menu “Pinjaman” atau “Loan” di halaman utama
  3. Klik pada produk KUR yang sedang berjalan
  4. Lihat informasi sisa pokok dan total tagihan saat ini
  5. Jika tersedia opsi pelunasan, pilih “Pelunasan Dipercepat” atau “Payoff”
  6. Ikuti instruksi dan konfirmasi pembayaran
  7. Simpan bukti transaksi

Catatan: Tidak semua jenis KUR bisa dilunasi sepenuhnya via BRImo. Untuk KUR dengan agunan, proses tetap harus diselesaikan di kantor cabang untuk keperluan pengambilan jaminan.

Dokumen yang Diperlukan untuk Pelunasan

Persiapan dokumen yang lengkap akan mempercepat proses pelunasan. Berikut daftar yang perlu dibawa:

Dokumen Wajib

  • KTP asli debitur (dan pasangan jika sudah menikah)
  • Buku tabungan BRI yang digunakan untuk pencairan kredit
  • Bukti angsuran terakhir atau print out rekening koran pinjaman
  • Perjanjian Kredit asli (jika masih disimpan)

Dokumen Tambahan untuk KUR dengan Agunan

  • Fotokopi dokumen agunan (sertifikat tanah, BPKB, dll)
  • Surat kuasa pengambilan agunan (jika dikuasakan)
  • KTP penerima kuasa (jika dikuasakan)

Tips Persiapan Dokumen

Sebaiknya hubungi Mantri BRI atau Customer Service terlebih dahulu untuk memastikan dokumen yang diperlukan. Setiap cabang mungkin memiliki persyaratan tambahan sesuai kebijakan internal.

Tips Agar Pelunasan KUR BRI Berjalan Lancar

Beberapa tips berikut bisa membantu proses pelunasan berjalan lebih mulus.

Sebelum Pelunasan

  • Konfirmasi total pelunasan — Hubungi Mantri BRI minimal 1-2 hari sebelumnya untuk mendapatkan angka pasti
  • Pastikan tidak ada tunggakan — Jika ada angsuran tertunggak, selesaikan dulu sebelum mengajukan pelunasan dipercepat
  • Siapkan dana lebih — Tambahkan buffer 5-10% dari estimasi untuk mengantisipasi biaya tak terduga
  • Pilih waktu yang tepat — Hindari tanggal akhir bulan atau menjelang hari libur panjang karena antrean biasanya lebih padat

Saat Pelunasan

  • Datang di pagi hari — Pelayanan biasanya lebih cepat di awal jam operasional
  • Bawa dokumen asli dan fotokopi — Antisipasi jika ada permintaan tambahan
  • Minta rincian perhitungan — Pastikan memahami setiap komponen yang dibebankan
  • Simpan semua bukti — Bukti pelunasan, struk, dan Surat Keterangan Lunas adalah dokumen penting

Negosiasi dengan Mantri BRI

Apakah bisa negosiasi total pelunasan? Secara sistem, angka pelunasan sudah ter-generate otomatis berdasarkan sisa pokok dan bunga berjalan.

Namun, dalam kondisi tertentu, ada beberapa hal yang bisa didiskusikan:

  • Keringanan biaya administrasi — Jika ada, bisa diminta untuk dihapuskan
  • Penyesuaian tanggal perhitungan — Jika pelunasan dilakukan di awal bulan, bunga berjalan bisa lebih kecil
  • Percepatan proses pengambilan agunan — Untuk KUR Kecil dengan jaminan

Kunci negosiasi adalah komunikasi yang baik dan menunjukkan itikad positif sebagai debitur yang kooperatif.

Apa yang Terjadi Setelah KUR Lunas?

Setelah pelunasan berhasil dilakukan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Surat Keterangan Lunas

Dokumen ini wajib diminta dan disimpan dengan baik. Surat Keterangan Lunas membuktikan bahwa kewajiban kredit sudah selesai dan tidak ada lagi tanggungan.

Fungsi surat ini:

  • Bukti legal bahwa kredit sudah lunas
  • Syarat pengambilan agunan (untuk KUR dengan jaminan)
  • Dokumentasi untuk keperluan pengajuan kredit baru

Pembaruan Status di SLIK OJK

Setelah pelunasan, status kredit di SLIK OJK akan berubah dari “Aktif” menjadi “Lunas.” Proses pembaruan ini biasanya memakan waktu 1-3 bulan sejak tanggal pelunasan.

Untuk memastikan status sudah terupdate, debitur bisa melakukan pengecekan mandiri melalui:

  • Website: idebku.ojk.go.id (gratis)
  • Kantor OJK terdekat dengan membawa KTP asli

Riwayat kredit yang baik — termasuk pelunasan dipercepat — akan tercatat positif dan meningkatkan profil kredit untuk keperluan masa depan.

Pengambilan Agunan

Khusus untuk KUR Kecil yang menggunakan jaminan, proses pengambilan agunan bisa dilakukan setelah pelunasan selesai.

Langkah-langkahnya:

  1. Pastikan sudah menerima Surat Keterangan Lunas
  2. Hubungi bagian Legal atau Administrasi Kredit di kantor cabang
  3. Bawa dokumen: KTP, Surat Keterangan Lunas, dan bukti kepemilikan agunan
  4. Tanda tangani berita acara serah terima
  5. Terima dokumen agunan asli (sertifikat, BPKB, dll)

Proses pengambilan agunan biasanya memakan waktu 7-14 hari kerja sejak pelunasan, tergantung prosedur internal masing-masing cabang.

Peluang Pengajuan KUR Baru

Setelah KUR lunas, debitur bisa langsung mengajukan KUR baru jika membutuhkan tambahan modal. Beberapa keuntungan sebagai debitur existing:

  • Proses verifikasi lebih cepat karena sudah ada track record
  • Peluang mendapat plafon lebih besar
  • Mantri BRI sudah mengenal profil usaha

Kontak Layanan dan Pengaduan BRI

Kontak Layanan dan Pengaduan BRI

Jika membutuhkan informasi lebih lanjut atau mengalami kendala selama proses pelunasan, berikut kontak resmi yang bisa dihubungi.

Layanan Kontak Keterangan
Call Center BRI 14017 atau (021) 1500-017 24 jam (berbayar sesuai tarif operator)
WhatsApp Sabrina 0812-1214-017 Chatbot + Live Agent (gratis)
Email Pengaduan [email protected] Respon 1×24 jam kerja
Website KUR BRI kur.bri.co.id Informasi dan simulasi online
Instagram @bankbri_id (verified) DM untuk pertanyaan
Twitter/X @kontakBRI (verified) Respon cepat via mention/DM

Alamat Kantor Pusat BRI:

Gedung BRI I, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 44-46, Jakarta 10210

Telepon: (021) 2510244, 2510254, 2510264

Untuk menemukan kantor cabang atau unit BRI terdekat, gunakan fitur pencarian lokasi di Google Maps dengan kata kunci “BRI terdekat” atau akses melalui menu lokasi di aplikasi BRImo.

Pastikan hanya menghubungi kontak resmi yang terverifikasi. Jangan pernah memberikan PIN, OTP, password, atau data sensitif kepada pihak manapun — termasuk yang mengaku sebagai petugas bank.

Kesimpulan

Melunasi KUR BRI sebelum jatuh tempo bisa menjadi keputusan finansial yang menguntungkan jika dilakukan dengan perhitungan matang. Total pelunasan terdiri dari sisa pokok pinjaman ditambah bunga berjalan untuk periode bersangkutan — tanpa penalti yang memberatkan seperti kredit konsumtif lainnya.

Kunci utamanya adalah konfirmasi langsung ke Mantri BRI atau Customer Service untuk mendapatkan angka pasti sebelum melakukan pembayaran. Jangan hanya mengandalkan perhitungan mandiri karena bisa ada dengan data di sistem bank.

Setelah lunas, jangan lupa meminta Surat Keterangan Lunas dan memastikan status kredit sudah terupdate di SLIK OJK. Dokumen ini penting untuk keperluan pengajuan kredit di masa depan.

Semua informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan ketentuan umum program KUR BRI, regulasi OJK, dan praktik di lapangan per Desember 2025. Besaran biaya, prosedur, dan kebijakan dapat berbeda di setiap cabang sesuai perjanjian kredit masing-masing debitur. Untuk kepastian informasi, selalu verifikasi langsung ke kantor BRI tempat kredit dikelola atau hubungi Call Center 14017.

Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Semoga artikel ini membantu dalam mengambil keputusan yang tepat terkait pelunasan KUR BRI!


FAQ Seputar Pelunasan KUR BRI

Total pelunasan terdiri dari sisa pokok pinjaman yang belum terbayar ditambah bunga berjalan untuk bulan pelunasan. Tidak ada potongan bunga karena KUR BRI menggunakan sistem bunga flat yang sudah dihitung di awal. Untuk angka pasti, hubungi Mantri BRI atau cek melalui aplikasi BRImo.

Secara umum, KUR BRI tidak mengenakan penalti untuk pelunasan dipercepat. Ini berbeda dengan kredit konsumtif seperti KPR yang biasanya ada klausul penalti 1-3%. Beberapa cabang mungkin mengenakan biaya administrasi kecil (Rp50.000 – Rp100.000), namun hal ini bervariasi tergantung kebijakan masing-masing unit kerja.

Rumusnya: Sisa Pokok = Pokok Pinjaman Awal – (Pokok per Bulan × Jumlah Angsuran Terbayar). Pokok per bulan didapat dari pembagian total pinjaman dengan tenor. Misalnya, pinjaman Rp50 juta tenor 36 bulan, pokok per bulan = Rp1.388.889. Jika sudah bayar 12 bulan, sisa pokok = Rp50 juta – (Rp1.388.889 × 12) = Rp33.333.332.

Untuk pengecekan sisa tagihan, BRImo bisa digunakan melalui menu Pinjaman. Namun, untuk pelunasan penuh — terutama KUR dengan agunan — prosesnya tetap harus diselesaikan di kantor cabang BRI. Ini karena ada proses administrasi pengambilan jaminan yang memerlukan verifikasi fisik dan tanda tangan.

meliputi: KTP asli debitur, buku tabungan BRI, dan bukti angsuran terakhir. Untuk KUR dengan agunan, tambahkan fotokopi dokumen jaminan dan surat kuasa (jika dikuasakan). Sebaiknya konfirmasi ke Mantri BRI terlebih dahulu karena setiap cabang mungkin memiliki persyaratan tambahan.

Proses pengambilan agunan biasanya memakan waktu 7-14 hari kerja sejak pelunasan. Pastikan sudah menerima Surat Keterangan Lunas sebelum mengajukan pengambilan jaminan. Bawa dokumen lengkap seperti KTP, Surat Keterangan Lunas, dan bukti kepemilikan agunan saat pengambilan.

Ya, setelah KUR lunas, debitur bisa langsung mengajukan KUR baru. Bahkan ada keuntungan sebagai debitur existing: proses verifikasi lebih cepat, peluang mendapat plafon lebih besar, dan Mantri BRI sudah mengenal profil usaha. Pastikan status lunas sudah tercatat di sistem sebelum mengajukan.

Ya, dan pengaruhnya positif. Pelunasan dipercepat tercatat sebagai riwayat kredit yang baik di SLIK OJK. Status akan berubah dari “Aktif” menjadi “Lunas” dalam waktu 1-3 bulan. Riwayat positif ini meningkatkan profil kredit untuk keperluan pengajuan pinjaman di masa depan.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.