Industri asuransi umum di Indonesia menunjukkan performa yang cukup stabil di tengah dinamika ekonomi nasional. Berdasarkan laporan terbaru, total pendapatan premi asuransi umum sepanjang tahun 2025 berhasil mencapai angka Rp112,81 miliar, atau mengalami pertumbuhan sebesar 4,8 persen dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp107,66 miliar. Tren positif ini didorong oleh ekspansi pada beberapa lini bisnis spesifik yang mampu menutupi penurunan di sektor lainnya.
Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik dan Riset, Trinita Situmeang, menjelaskan dalam konferensi pers di Jakarta pada Jumat, 19 Februari 2026, bahwa peningkatan ini merefleksikan daya tahan sektor asuransi. Meskipun terdapat tantangan pada lini asuransi kendaraan dan kesehatan, sektor penjaminan serta asuransi aneka justru melesat cukup signifikan. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran fokus pasar atau peningkatan kesadaran risiko pada sektor-sektor non-tradisional.
Performa Lini Bisnis dan Dinamika Pertumbuhan Premi
Pertumbuhan total premi sebesar 4,8 persen didominasi oleh asuransi aneka (miscellaneous) yang melonjak hingga 26,8 persen. Di sisi lain, beberapa sektor inti seperti kesehatan dan kendaraan bermotor justru menunjukkan grafik menurun. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor operasional dan kondisi pasar otomotif serta perubahan kebijakan pada penyedia jasa kesehatan.
Berikut adalah rincian perbandingan pertumbuhan premi asuransi berdasarkan data resmi AAUI:
| Lini Bisnis Asuransi | Capaian Premi 2024 (Miliar) | Capaian Premi 2025 (Miliar) | Persentase Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Asuransi Aneka (Miscellaneous) | Rp4,16 | Rp5,28 | +26,8% |
| Penjaminan (Surety Ship) | – | – | +24,9% |
| Energy On Shore | – | – | +21,3% |
| Rangka Kapal (Marine Hull) | – | – | +14,7% |
| Asuransi Kredit | – | – | +11,0% |
| Properti | – | – | +8,6% |
| Pengangkutan (Marine Cargo) | – | – | +7,2% |
| Kendaraan Bermotor | Rp19,85 | Rp19,01 | -4,2% |
| Energy Off Shore | Rp1,54 | Rp1,35 | -12,8% |
| Kesehatan | Rp11,82 | Rp9,34 | -20,9% |
1. Pertumbuhan Signifikan pada Sektor Aneka dan Penjaminan
Lini asuransi aneka menjadi jawara pertumbuhan dengan angka 26,8 persen. Posisi ini diikuti oleh lini penjaminan atau surety ship yang tumbuh 24,9 persen serta energy on shore yang naik 21,3 persen. Sektor-sektor ini menjadi motor penggerak utama total pendapatan premi nasional.
2. Kenaikan Stabil pada Sektor Maritim dan Properti
Sektor maritim menunjukkan tren positif dengan kenaikan 14,7 persen untuk asuransi rangka kapal dan 7,2 persen untuk asuransi pengangkutan barang. Sementara itu, asuransi properti tetap tumbuh secara organik di angka 8,6 persen meskipun situasi pasar properti sangat fluktuatif.
3. Penurunan pada Lini Bisnis Utama
Terdapat tiga lini usaha yang mencatatkan rapor merah. Penurunan paling dalam dialami oleh asuransi kesehatan yang merosot 20,9 persen. Lini energy off shore melemah 12,8 persen, dan asuransi kendaraan bermotor terkoreksi sebesar 4,2 persen yang disinyalir akibat penyesuaian daya beli masyarakat terhadap aset bergerak.
Faktor Penyebab Fluktuasi Premi
Beberapa poin utama yang memengaruhi dinamika angka-angka di atas meliputi:
- Peningkatan proyek infrastruktur yang mendorong permintaan asuransi penjaminan dan kredit.
- Kontraksi di pasar kendaraan bermotor yang berdampak langsung pada volume premi asuransi otomotif.
- Penyesuaian skema kerja sama atau tarif pada asuransi kesehatan yang memicu perpindahan nasabah atau restrukturisasi polis.
- Aktivitas eksplorasi energi di daratan (on shore) yang lebih masif dibandingkan kegiatan di lepas pantai (off shore).
Secara keseluruhan, industri asuransi umum menunjukkan resiliensi yang baik dengan pertumbuhan total premi mendekati 5 persen. Meski beberapa sektor utama mengalami koreksi, diversifikasi ke lini asuransi aneka dan penjaminan mampu menjaga stabilitas pendapatan industri secara kolektif.
Disclaimer: Data statistik yang disajikan bersifat historis berdasarkan laporan tahunan AAUI 2025. Angka dan persentase dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan hasil audit final atau penyesuaian pelaporan dari masing-masing perusahaan anggota asosiasi.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













