Ilustrasi. Foto: dok MI.
Reporter: Ade Hapsari Lestarini
Jakarta: Bank SMBC Indonesia kembali membagikan dividen tunai kepada para pemegang sahamnya. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan belum lama ini, diputuskan pembagian dividen sebesar 20 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Total dana yang dialokasikan mencapai sekitar Rp101,11 miliar, atau senilai Rp9,49 per saham (sebelum pajak).
Keputusan ini diambil karena perseroan telah memenuhi kewajiban cadangan wajib sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007. Artinya, tidak ada dana yang disisihkan untuk cadangan, dan seluruh sisa laba setelah pembayaran dividen akan dibukukan sebagai laba ditahan.
Pembagian Dividen dan Kebijakan Permodalan
Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar, menjelaskan bahwa pembagian dividen kali ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Namun, tetap menjaga keseimbangan agar struktur permodalan tetap kuat dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Dengan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) sebesar 20 persen, SMBC Indonesia menunjukkan bahwa fokus utamanya masih pada pengembangan bisnis dan penguatan aset. Ini menjadi salah satu langkah strategis agar perusahaan tetap kompetitif di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
1. Besaran Dividen dan Alokasi Dana
Berikut rincian pembagian dividen yang telah disetujui dalam RUPST:
- Total Dividen Tunai: Rp101,11 miliar
- Dividen per Saham: Rp9,49 (gross)
- Sumber Dana: Laba bersih tahun buku 2025
- Cadangan Wajib: Tidak dialokasikan karena telah memenuhi ketentuan UU
2. Laba Ditahan dan Penggunaan Sisa Dana
Setelah pembayaran dividen, sisa laba akan dibukukan sebagai laba ditahan. Ini memberikan fleksibilitas bagi manajemen untuk mengalokasikan dana guna mendukung pertumbuhan bisnis, pengembangan produk, dan peningkatan layanan nasabah.
Perubahan Susunan Pengurus
Dalam agenda yang sama, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Perubahan ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola perusahaan dan peningkatan kapasitas tim manajemen.
3. Susunan Direksi yang Baru
Berikut adalah susunan Direksi SMBC Indonesia yang efektif setelah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK):
- Direktur Utama: Henoch Munandar
- Wakil Direktur Utama: Jun Saito
- Wakil Direktur Utama: Michellina Laksmi Triwardhany
- Direktur Kepatuhan: Dini Herdini
- Direktur: Atsushi Hino
- Direktur: Yuki Terayama
- Direktur: Merisa Darwis
- Direktur: Hanna Tantani
- Direktur: Emilya Tjahjadi (Efektif setelah persetujuan OJK)
4. Susunan Dewan Komisaris yang Baru
Sementara itu, susunan Dewan Komisaris terbaru adalah sebagai berikut:
- Komisaris Utama: Chow Ying Hoong
- Komisaris: Takeshi Kimoto
- Komisaris Independen: Linus Ekabranko Windoe (Efektif setelah persetujuan OJK)
- Komisaris Independen: Onny Widjanarko
- Komisaris Independen: Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono
- Komisaris Independen: Marita Alisjahbana
Perubahan ini bertujuan untuk memperkuat pengambilan keputusan strategis, khususnya dalam segmen wholesale banking dan commercial banking. Dengan kehadiran anggota baru yang membawa keahlian dan pengalaman di bidangnya, SMBC Indonesia berharap bisa terus mengembangkan layanan dan memperluas jangkauan pasar.
Kinerja Keuangan Tahun 2025
Selain pembagian dividen, RUPST juga mengesahkan laporan keuangan konsolidasian perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Berdasarkan laporan tersebut, total aset SMBC Indonesia mencapai Rp245,9 triliun, naik 2,0 persen secara year-on-year (yoy).
Laba bersih setelah pajak untuk operasional bank saja mencapai Rp1,5 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan tetap stabil meskipun menghadapi berbagai tantangan eksternal.
5. Penyesuaian Rencana Aksi Pemulihan
Rapat juga menyetujui sejumlah penyesuaian dalam Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) perusahaan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan operasional dan kesiapan menghadapi berbagai kondisi ekonomi yang tidak menentu.
6. Laporan dan Komitmen Transparansi
Beberapa laporan penting juga disampaikan dalam RUPST, di antaranya:
- Laporan rencana bisnis Bank
- Laporan rencana aksi keuangan berkelanjutan
- Laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum obligasi
Semua laporan ini menunjukkan komitmen SMBC Indonesia terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan bisnis.
Rencana Ke Depan
Ke depan, SMBC Indonesia akan terus memperkuat layanan kepada berbagai segmen nasabah. Fokus utama adalah memberikan pengalaman perbankan yang semakin seamless, serta mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Langkah-langkah yang akan diambil antara lain:
- Penguatan kualitas aset
- Optimalisasi sinergi dalam grup
- Peningkatan layanan digital dan operasional
- Pemantapan strategi pengelolaan portofolio
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat valid berdasarkan data yang tersedia hingga tanggal publikasi. Jumlah dividen, susunan direksi, dan kondisi keuangan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan perusahaan dan regulasi yang berlaku.
Tags: perbankan, emiten, smbc indonesia, dividen saham
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













