Bank Raya Indonesia (AGRO) menunjukkan performa solid di awal tahun 2026. Kuartal I menjadi bukti nyata dari komitmen perusahaan dalam menjalankan transformasi digital yang berkelanjutan. Dukungan dari pertumbuhan kredit digital, peningkatan simpanan, serta penguatan struktur keuangan membawa laba bersih bank mencapai Rp6,79 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan yang konsisten dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan bunga juga naik signifikan, mencapai Rp308,35 miliar atau tumbuh 7,5% year-on-year. Kredit digital menjadi salah satu pendorong utama, dengan outstanding mencapai Rp3,14 triliun, naik 33,1% (yoy). Penyaluran kredit digital sendiri tercatat sebesar Rp8,14 triliun, tumbuh 29% dibanding tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa ekosistem digital Bank Raya mulai menemukan ritme pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan.
Peningkatan Kinerja Digital dan Fundamental Keuangan
Transformasi digital bukan sekadar isu tren, tapi sudah menjadi tulang punggung pertumbuhan Bank Raya. Strategi ini terlihat dari peningkatan produk andalan seperti Pinang Dana Talangan yang disalurkan sebesar Rp7,25 triliun selama tiga bulan pertama tahun 2026. Produk ini tumbuh 33,4% (yoy) dan berhasil mencatatkan outstanding sebesar Rp1,15 triliun atau naik 63% (yoy). Penyaluran ini disalurkan kepada sekitar 52 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai, menunjukkan penetrasi yang kuat di segmen inklusi keuangan.
1. Pertumbuhan Kredit Digital yang Menjanjikan
Kredit digital menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan Bank Raya. Dengan penyaluran yang terus meningkat, outstanding kredit digital mencatatkan pertumbuhan 33,1% (yoy) menjadi Rp3,14 triliun. Ini menunjukkan bahwa produk-produk digital Bank Raya mulai menemukan pasar yang luas, terutama di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah.
2. Peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) Melalui Simpanan Digital
Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Raya juga mengalami peningkatan hingga mencapai Rp8,44 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh simpanan murah seperti giro dan tabungan yang naik 30,2% (yoy) menjadi Rp3 triliun. Simpanan digital sendiri tumbuh 63,9% (yoy) mencapai Rp2,30 triliun. Ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai lebih nyaman menggunakan layanan digital Bank Raya untuk menyimpan dananya.
3. Rasio Profitabilitas dan Likuiditas yang Sehat
Rasio Net Interest Margin (NIM) Bank Raya meningkat 91 basis poin menjadi 5,78%. Ini menunjukkan efisiensi pengelolaan aset produktif dan biaya dana. Di sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat di kisaran 81,64%, sedangkan Liquidity Coverage Ratio (LCR) mencapai 442,55%. Rasio Net Stable Funding Ratio (NSFR) juga berada di atas ambang batas, yaitu 164,71%. Dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 41,8%, Bank Raya menunjukkan ketahanan modal yang sangat kuat.
Inovasi dan Strategi Jangka Panjang
Bank Raya tidak hanya fokus pada pertumbuhan kuantitatif, tapi juga terus mengembangkan inovasi untuk meningkatkan inklusi keuangan. Salah satu langkah strategisnya adalah melalui program "Raya Poin", yang memberikan reward kepada nasabah aktif di aplikasi digital. Program ini berlangsung hingga 31 Januari 2027 dan memberikan insentif berupa poin yang bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik.
1. Program Raya Poin untuk Meningkatkan Aktivitas Nasabah
Program Raya Poin dirancang untuk mendorong nasabah agar lebih aktif menggunakan aplikasi digital Bank Raya. Dengan meningkatkan saldo dan melakukan transaksi, nasabah bisa mengumpulkan poin yang nantinya bisa ditukarkan dengan berbagai reward seperti voucher, kupon undian, dan lainnya. Ini adalah cara cerdas untuk membangun loyalitas nasabah sekaligus meningkatkan frekuensi penggunaan layanan digital.
2. Optimalisasi QRIS Tampil untuk Transaksi Cepat
Fitur QRIS Tampil juga dikembangkan untuk memudahkan pelaku usaha dalam menerima pembayaran. Dengan sistem yang terintegrasi dan praktis, pelaku usaha bisa melakukan transaksi dengan lebih cepat dan aman. Ini menjadi salah satu langkah Bank Raya dalam memperluas ekosistem digital dan mempercepat inklusi keuangan di kalangan UMKM.
Visi Ke Depan: Bank Digital dengan Akses Terluas
Bank Raya terus berkomitmen untuk menjadi bank digital utama di Indonesia. Dengan fokus pada inovasi produk, penguatan ekosistem digital, dan peningkatan pengalaman nasabah, bank ini ingin menjadi solusi keuangan digital yang inklusif dan mudah diakses. Langkah-langkah strategis seperti ekspansi digital, optimalisasi layanan, dan penguatan kapabilitas teknologi menjadi fondasi utama dalam perjalanan jangka panjang Bank Raya.
Melalui sinergi antara teknologi dan layanan keuangan, Bank Raya berharap bisa membuka peluang pertumbuhan baru di berbagai segmen pasar. Dengan visi tersebut, bank ini tidak hanya ingin bertahan, tapi juga menjadi pemimpin di industri perbankan digital Indonesia.
Tabel Kinerja Utama Bank Raya Kuartal I/2026
| Indikator | Nilai | Pertumbuhan (yoy) |
|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp6,79 miliar | – |
| Pendapatan Bunga | Rp308,35 miliar | +7,5% |
| Pendapatan Bunga Kredit | Rp226,29 miliar | +11,0% |
| Penyaluran Kredit Digital | Rp8,14 triliun | +29,0% |
| Outstanding Kredit Digital | Rp3,14 triliun | +33,1% |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | Rp8,44 triliun | – |
| Simpanan Digital | Rp2,30 triliun | +63,9% |
| NIM | 5,78% | +91 bps |
| LDR | 81,64% | – |
| LCR | 442,55% | – |
| NSFR | 164,71% | – |
| CAR | 41,8% | – |
Disclaimer: Data di atas bersifat sifat dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar dan regulasi yang berlaku.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













