PT Perkebunan Nusantara III (Persero) kembali memperjelas komitmen jangka panjangnya dalam memperkuat struktur finansial dan nilai ekonomi perusahaan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mencapai target Return on Asset (ROA) sebesar 7,6% pada tahun 2029. Target ini tertuang dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029 yang menjadi peta jalan pengembangan berkelanjutan PTPN III.
Fokus utama dalam pencapaian target tersebut adalah optimalisasi pemanfaatan aset tetap, khususnya tanah dan bangunan. Direktur Aset PTPN III, Agung Setya Imam Effendi, menyampaikan bahwa pendekatan konvensional sudah tidak lagi relevan di tengah dinamika bisnis yang terus berubah. Diperlukan paradigma baru yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada tata kelola yang baik.
Strategi ini bukan hanya soal angka di laporan keuangan. Ada dimensi sosial dan kemanusiaan yang juga harus diperhitungkan agar solusi yang diambil benar-benar efektif dan berkelanjutan. Agung menegaskan bahwa setiap aset harus tidak hanya tercatat, tetapi juga terus dimonitor dan dikembangkan nilainya dari waktu ke waktu.
Pencapaian ROA Saat Ini dan Target Mendatang
Pada akhir 2025, ROA konsolidasi PTPN Group mencatatkan angka 3,27% (unaudited), melampaui target tahunan sebesar 2,78%. Meski demikian, pencapaian ini masih jauh dari target jangka panjang yang ditetapkan dalam RJPP. Untuk itu, optimalisasi aset menjadi pilar penting dalam upaya mengejar target ROA 7,6% di tahun 2029.
1. Evaluasi Kinerja Aset yang Rendah
Langkah pertama dalam optimalisasi adalah identifikasi aset yang memiliki kinerja rendah atau bahkan negatif. Dengan pendekatan berbasis data, PTPN III dapat mengevaluasi entitas Sub Holding dan Anak Perusahaan yang belum maksimal dalam memanfaatkan asetnya.
2. Peningkatan Efisiensi Operasional
Efisiensi operasional menjadi kunci dalam meningkatkan kontribusi laba dari setiap aset. Ini mencakup peningkatan produktivitas, pengurangan pemborosan, serta pemanfaatan teknologi untuk mempercepat proses pengelolaan aset.
3. Penyelarasan dengan Sistem Tata Kelola yang Terintegrasi
PTPN III bergerak menuju sistem pengelolaan aset yang seragam dan terintegrasi. Ini mencakup penggunaan platform digital untuk monitoring dan pelaporan yang transparan, sehingga setiap unit dapat diawasi secara real time.
Pendekatan Sosial yang Strategis
Selain fokus pada sisi finansial dan teknologi, Agung juga menekankan pentingnya pendekatan sosial yang humanis. Dengan memahami konteks lokal dan melibatkan masyarakat sekitar, solusi yang dihasilkan diharapkan lebih relevan dan dapat diterima secara luas.
Langkah ini tidak hanya meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap program perusahaan, tetapi juga memperkuat stabilitas operasional di lapangan. Pendekatan yang terlalu teknokratik tanpa mempertimbangkan aspek sosial bisa berujung pada resistensi dan hambatan lainnya.
Tantangan dan Solusi dalam Optimalisasi Aset
Optimalisasi aset bukan tanpa tantangan. Banyak faktor yang bisa menghambat efektivitas pengelolaan aset, mulai dari kondisi geografis hingga dinamika sosial di lapangan. Namun, dengan pendekatan yang tepat, tantangan tersebut bisa dijadikan peluang untuk inovasi dan peningkatan kinerja.
1. Identifikasi Potensi Aset
Langkah awal adalah mengidentifikasi potensi dari setiap aset yang dimiliki. Tidak semua aset harus digunakan untuk fungsi yang sama seperti sebelumnya. Ada ruang untuk diversifikasi penggunaan, baik untuk investasi, kerja sama, maupun pengembangan usaha baru.
2. Penggunaan Teknologi dalam Monitoring
Teknologi menjadi alat penting dalam mempercepat proses monitoring dan evaluasi. Dengan sistem digital, setiap aset dapat dipantau secara real time, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.
3. Kolaborasi dengan Pihak Eksternal
Kerja sama dengan pihak eksternal, baik dari sektor swasta maupun pemerintah, bisa memberikan nilai tambah yang signifikan. Misalnya melalui skema kerja sama pengelolaan atau investasi bersama yang memungkinkan optimalisasi tanpa harus mengeluarkan modal besar dari perseroan.
Rencana Jangka Panjang: Menuju ROA 7,6%
Target ROA 7,6% pada 2029 bukan angka yang muncul begitu saja. Ini merupakan hasil dari perencanaan yang matang dan strategi yang terukur. Berikut adalah beberapa pilar utama dalam pencapaian target tersebut:
1. Penyusunan Rencana Aksi Operasional
Setiap unit bisnis dalam PTPN Group harus menyusun rencana aksi operasional yang selaras dengan target ROA nasional. Ini mencakup peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, dan optimalisasi pendapatan dari aset yang ada.
2. Penguatan Sistem Informasi Aset
Sistem informasi yang kuat akan memungkinkan pengelolaan aset secara lebih transparan dan efisien. Data yang akurat dan terkini menjadi dasar pengambilan keputusan strategis.
3. Peningkatan Kompetensi SDM
SDM yang kompeten adalah kunci keberhasilan setiap strategi. Oleh karena itu, pelatihan dan pengembangan kapasitas menjadi bagian penting dalam upaya optimalisasi aset.
Perbandingan ROA PTPN Group dan Target RJPP
Berikut adalah perbandingan pencapaian ROA PTPN Group dari tahun ke tahun hingga target 2029:
| Tahun | ROA Tercatat | Target ROA | Capaian (%) |
|---|---|---|---|
| 2023 | 2,15% | 2,00% | 107,5% |
| 2024 | 2,65% | 2,50% | 106,0% |
| 2025 | 3,27% | 2,78% | 117,6% |
| 2026 | – | 4,00% | – |
| 2027 | – | 5,50% | – |
| 2028 | – | 6,50% | – |
| 2029 | – | 7,60% | – |
Catatan: Data ROA 2026-2029 merupakan target yang ditetapkan dalam RJPP 2025-2029. Capaian aktual akan diperbarui secara berkala sesuai laporan keuangan tahunan.
Kesimpulan
Langkah optimalisasi aset oleh PTPN III bukan sekadar upaya meningkatkan angka di neraca. Ini adalah bagian dari transformasi besar yang dilakukan perusahaan untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Dengan pendekatan yang seimbang antara finansial, teknologi, dan sosial, target ROA 7,6% pada 2029 bukan sekadar impian, tetapi pencapaian yang bisa diraih dengan strategi yang tepat dan komitmen yang kuat.
Disclaimer: Data dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi terkini dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan kondisi bisnis dan kebijakan perusahaan.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













