Nasional

Capaian Laba Bersih Bank Neo Commerce Tembus Rp136,98 Miliar Sepanjang Kuartal 1 2026

Retno Ayuningrum
×

Capaian Laba Bersih Bank Neo Commerce Tembus Rp136,98 Miliar Sepanjang Kuartal 1 2026

Sebarkan artikel ini
Capaian Laba Bersih Bank Neo Commerce Tembus Rp136,98 Miliar Sepanjang Kuartal 1 2026

PT Commerce Tbk (BNC) kembali mencatatkan performa impresif di awal tahun 2026. Laporan keuangan kuartal I-2026 menunjukkan perolehan laba bersih sebesar Rp136,98 miliar, sebuah capaian yang mempertegas tren positif kinerja keuangan perusahaan sejak tahun sebelumnya.

Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bagi industri perbankan digital di Indonesia. Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, BNC mampu menjaga stabilitas operasional dan kepercayaan pasar secara konsisten.

Analisis Kinerja Keuangan Kuartal I-2026

Pencapaian laba tersebut didukung oleh pengelolaan aset yang terukur serta strategi pendanaan yang lebih efisien. Bank fokus pada peningkatan porsi untuk memperkuat struktur permodalan jangka panjang.

Berikut adalah data keuangan utama Bank Neo Commerce per 31 2026 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya:

Indikator Keuangan Kuartal I-2025 Kuartal I-2026 Perubahan
Laba Bersih Rp136,98 Miliar
Total Aset Rp18,17 Triliun Rp18,34 Triliun +0,94%
Dana (DPK) Rp13,69 Triliun Rp13,42 Triliun -1,97%
Penyaluran Kredit Rp8,49 Triliun Rp7,03 Triliun -17,24%
Capital Adequacy Ratio (CAR) 35,81% 50,60% +,79%

Data di atas menunjukkan adanya pergeseran strategi dalam penyaluran kredit dan manajemen likuiditas. Meskipun terjadi kontraksi pada total penyaluran kredit, rasio permodalan justru mengalami penguatan yang signifikan.

Strategi Pendanaan dan Kualitas Aset

Fokus utama BNC saat ini terletak pada peningkatan kualitas aset melalui penyaluran kredit yang lebih selektif. Langkah ini diambil untuk menjaga profil risiko tetap rendah di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik dunia.

Perubahan komposisi Dana Pihak Ketiga (DPK) mencerminkan keberhasilan strategi bank dalam mengoptimalkan dana murah. Berikut adalah rincian perubahan komposisi dana nasabah:

  1. Peningkatan Tabungan: Terjadi kenaikan sebesar 8,62 persen, dari Rp3,22 triliun menjadi Rp3,50 triliun.
  2. Penurunan Deposito: Terjadi kontraksi sebesar 2,18 persen, dari Rp9,56 triliun menjadi Rp9,35 triliun.
  3. Optimalisasi CASA: Rasio CASA berhasil menyentuh angka 30,34 persen pada akhir kuartal pertama 2026.

ini membuktikan bahwa bank semakin efisien dalam mengelola biaya dana. Dengan fokus pada kapabilitas , nasabah cenderung lebih memilih menempatkan dana pada instrumen tabungan dibandingkan deposito konvensional.

Penguatan Fundamental dan Ekspansi Layanan

Kesehatan bank tidak hanya dilihat dari laba, tetapi juga dari rasio efisiensi dan manajemen risiko. Rasio kecukupan modal atau CAR yang mencapai 50,60 persen memberikan ruang gerak yang luas bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi bisnis di masa depan.

Selain itu, tercermin dari beberapa indikator kunci berikut:

  • Cost to Income Ratio (CIR) berada di level 32,93 persen.
  • Net Interest Margin (NIM) terjaga di posisi 13,50 persen.
  • Non Performing Loan (NPL) neto tetap stabil di angka 0,43 persen.

Setelah memahami kondisi fundamental perusahaan, langkah selanjutnya adalah melihat bagaimana BNC merespons kebutuhan nasabah melalui inovasi teknologi. Komitmen untuk memperluas ekosistem digital menjadi prioritas utama dalam mempertahankan pertumbuhan di tahun 2026.

Langkah Inovasi dan Prospek Saham

Inovasi menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan di industri perbankan digital. BNC berencana meluncurkan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) untuk memberikan akses pembiayaan yang lebih relevan dan aman bagi nasabah.

Perkembangan positif ini juga berdampak pada kepercayaan investor di pasar modal. Saham dengan kode BBYB kini telah resmi masuk ke dalam jajaran anggota Indeks Economic 30 sejak 2 Maret 2026.

Masuknya BBYB ke dalam indeks tersebut merupakan pengakuan atas konsistensi kinerja keuangan perusahaan. Hal ini semakin memperkokoh posisi BNC sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem perbankan digital nasional yang diperhitungkan oleh berbagai pemangku kepentingan.

Optimisme manajemen terhadap sisa tahun 2026 tetap tinggi. Dengan tata kelola yang hati-hati dan dukungan dari ekosistem digital yang kuat, BNC diproyeksikan mampu menjaga momentum pertumbuhan yang telah dicapai selama dua tahun terakhir.


Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Data keuangan yang disajikan merujuk pada laporan resmi perusahaan per kuartal I-2026. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor, dan disarankan untuk selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan finansial.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.