Nasional

Harga Emas Global Anjlok 2026 Setelah Data Inflasi AS Melemahkan Permintaan Investasi

Danang Ismail
×

Harga Emas Global Anjlok 2026 Setelah Data Inflasi AS Melemahkan Permintaan Investasi

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Global Anjlok 2026 Setelah Data Inflasi AS Melemahkan Permintaan Investasi

Harga emas dunia kembali mengalami penurunan pada awal pekan ini. Penurunan ini terjadi seiring dengan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran. Investor tampaknya mulai mengurangi posisi aman mereka di emas, karena adanya harapan akan tercapainya gencatan senjata meski belum final.

Pada Senin, April 2026, harga emas spot (XAU/USD) turun sekitar 0,6 persen menjadi USD4.650,56 per ons. Sementara itu, berjangka emas juga mengalami penurunan tipis sebesar 0,1 persen, mencatatkan angka USD4.676,20 per ons. Meski begitu, harga emas sepanjang pekan sebelumnya masih mencatat sebesar empat persen.

Dinamika Geopolitik dan Dampaknya pada Harga Emas

Ketegangan antara AS dan Iran memang kerap kali memengaruhi pergerakan harga emas. Emas biasanya dianggap sebagai aset pengaman ketika ketidakpastian global meningkat. Namun, kali ini, investor tampaknya lebih optimis terhadap potensi penyelesaian konflik, yang membuat permintaan terhadap emas sedikit melandai.

Iran telah mengajukan proposal gencatan senjata yang ditengahi oleh Pakistan. Meski begitu, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa proposal tersebut belum cukup memadai. Ia bahkan memberikan tenggat waktu kepada Iran untuk membuka kembali jalur Selat Hormuz, yang menjadi jalur strategis pengiriman global.

1. Penolakan Iran terhadap Gencatan Senjata

Iran menolak rencana gencatan senjata yang ditawarkan melalui mediator Pakistan. Negara tersebut menilai bahwa proposal tersebut tidak menjamin pengakhiran permanen konflik. Media pemerintah Iran menyebut bahwa tanggapan mereka mencakup 10 klausul penting, termasuk jalur aman di Selat Hormuz dan pencabutan sanksi ekonomi.

2. Trump Tetapkan Ultimatum untuk Iran

Presiden Trump memberikan tenggat waktu Selasa, pukul 20.00 ET, agar Iran membuka kembali jalur pengiriman di Selat Hormuz. Jika tidak, AS akan mengambil langkah tegas, termasuk kemungkinan serangan terhadap infrastruktur sipil Iran. Ancaman ini menjadi perhatian pasar, karena Selat Hormuz menjadi jalur penting bagi pasokan .

3. Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi

Penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran telah menyebabkan lonjakan harga minyak mentah. Lonjakan ini memicu kekhawatiran akan global. Inflasi yang tinggi biasanya mendorong bank sentral untuk menaikkan suku bunga, yang pada akhirnya membuat emas kurang menarik karena tidak memberikan bunga.

Respons Pasar dan Sentimen Investor

Meski retorika Trump terdengar keras, Wall Street justru menunjukkan kenaikan pada perdagangan Senin. Harapan akan tercapainya gencatan senjata membuat investor optimis. Namun, ketidakpastian masih tinggi karena belum adanya kesepakatan pasti.

4. Optimisme Pasar Terhadap Potensi Perdamaian

Para ekonom dan analis pasar mencatat bahwa investor sedang menunggu hasil dari negosiasi antara AS dan Iran. Ada harapan bahwa kesepakatan gencatan senjata bisa tercapai, meski belum final. Optimisme ini mendorong kenaikan indeks saham, meski volatilitas masih tinggi.

5. Emas sebagai Aset Pengaman dalam Ketidakpastian

Emas tetap menjadi pilihan utama investor saat ketidakpastian meningkat. Namun, kali ini, sentimen pasar lebih condong ke optimisme daripada ketakutan. Hal ini membuat pergerakan harga emas lebih terkendali dan tidak melonjak tajam seperti biasanya.

Perbandingan Harga Emas Sebelum dan Sesudah Ketegangan

Berikut adalah perbandingan harga emas dalam beberapa pekan terakhir untuk melihat dampak ketegangan geopolitik:

Periode Harga Emas Spot (USD/ons) Kondisi Geopolitik
Awal Maret 2026 4.450,00 Ketegangan awal meningkat
Akhir Maret 2026 4.600,00 Ancaman meningkat
Awal April 2026 4.650,56 Penurunan setelah harapan gencatan senjata

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas

Selain ketegangan geopolitik, ada beberapa faktor lain yang turut memengaruhi harga emas dunia. Berikut adalah beberapa di antaranya:

6. Kebijakan Suku Bunga Global

Saat , investor cenderung beralih ke instrumen berbunga tinggi. Emas yang tidak memberikan bunga menjadi kurang menarik. Saat ini, ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi membuat emas tertekan.

7. Kekuatan Dolar AS

Dolar yang kuat juga membuat emas lebih mahal bagi investor lain. Kenaikan dolar sering kali berbanding terbalik dengan harga emas.

8. Sentimen Inflasi

Emas sering kali menjadi lindung nilai terhadap inflasi. Namun, jika inflasi terlalu tinggi dan berujung pada kenaikan suku bunga, emas bisa justru terkena dampak negatif.

Kesimpulan

Harga emas dunia kembali turun seiring dengan optimisme pasar terhadap potensi gencatan senjata antara AS dan Iran. Meski begitu, emas tetap menjadi aset penting dalam , terutama saat ketidakpastian global meningkat. Investor tetap harus waspada terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global.

Disclaimer: Data harga emas dan informasi geopolitik bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung situasi global. Informasi di atas disusun berdasarkan kondisi hingga April 2026.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.