Nasional

Harga Minyak Dunia Terbaru 2026 Brent Capai USD105 Per Barel

Rista Wulandari
×

Harga Minyak Dunia Terbaru 2026 Brent Capai USD105 Per Barel

Sebarkan artikel ini
Harga Minyak Dunia Terbaru 2026 Brent Capai USD105 Per Barel

Harga minyak dunia kembali naik tajam menjelang akhir pekan. Minyak mentah jenis Brent mencatatkan level tertinggi baru di atas USD105 per barel. Lonjakan ini dipicu oleh semakin memanasnya ketegangan geopolitik di Teluk Persia, khususnya di kawasan Selat Hormuz. Pasar energi global langsung merespons dengan antisipasi gangguan pasokan yang bisa terjadi kapan saja.

Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) juga ikut menguat. Di New York Mercantile Exchange, harga WTI untuk pengiriman Juni naik USD2,89 atau sekitar 3,11 persen, mencapai USD95,85 per barel. Sementara itu, Brent untuk kontrak Juni di London ICE Futures melonjak USD3,16 atau 3,1 persen, hingga menyentuh USD105,07 per barel. Kenaikan ini memperpanjang tren bullish yang sudah terlihat sejak awal pekan.

Ketegangan Geopolitik Picu Lonjakan Harga Minyak

Ketidakpastian di kawasan Timur Tengah menjadi faktor utama di balik lonjakan harga minyak. Selat Hormuz, jalur strategis yang dilewati sebagian besar ekspor minyak global, kembali menjadi sorotan. Aktivitas militer dari berbagai negara, termasuk AS dan Iran, membuat situasi semakin tegang.

1. Penutupan Selat Hormuz Ganggu Jalur Pasokan Global

Iran terus mempertahankan posisi untuk tidak membuka akses penuh ke Selat Hormuz. Langkah ini diambil sebagai atas blokade yang diberlakukan oleh AS. Situasi ini menciptakan kebuntuan dalam proses , yang semakin memperburuk ekspektasi pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak.

2. Serangan dan Penyitaan Kapal Tingkatkan Risiko

Beberapa insiden penyitaan kapal serta penemuan ranjau di perairan sensitif tersebut memicu di kalangan pelaku pasar. Militer AS bahkan mengklaim telah menahan sebuah kapal tanker yang diduga berafiliasi dengan Iran. Rekaman yang dirilis menunjukkan pasukan AS berada di atas dek kapal tersebut di Samudra Hindia.

Iran juga tidak tinggal diam. Negara itu merilis video yang menunjukkan tentaranya menaiki kapal kargo di dekat Selat Hormuz. Insiden-insiden ini menambah daftar alasan mengapa investor dan trader minyak mulai khawatir.

3. Retorika Trump Semakin Panaskan Suasana

Presiden AS, Donald Trump, turut andil dalam memperkeruh suasana. Melalui platform sosial Truth Social, Trump mengeluarkan pernyataan tegas bahwa siapa pun yang meletakkan ranjau di Selat Hormuz akan ditembak. Ia juga memerintahkan angkatan untuk meningkatkan operasi pembersihan ranjau dengan intensitas tiga kali lipat.

Unggahan tersebut datang tak lama setelah laporan Axios yang menyebut Iran telah memasang lebih banyak ranjau di kawasan tersebut. Meski sebelumnya Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata, tekanan politik dan militer tetap terus meningkat.

Dampak Terhadap Pasar Energi Global

Lonjakan harga minyak ini bukan hanya soal geopolitik belaka. Ada dinamika makroekonomi dan psikologis pasar yang turut berperan. Investor mulai mengantisipasi risiko gangguan pasokan yang bisa berdampak langsung pada stabilitas harga energi global.

1. Ekspektasi Gangguan Pasokan Memicu Spekulasi

Analisis dari ING menyebut bahwa pasar sedang menyesuaikan kembali ekspektasi terhadap kondisi pasokan minyak. Semakin memudarnya harapan akan penyelesaian diplomatik membuat realitas gangguan pasokan mulai terasa nyata. Ini memberi ruang bagi harga untuk terus naik.

2. Investor Bereaksi Cepat terhadap Isu Geopolitik

Trader dan investor cenderung bereaksi cepat terhadap isu-isu geopolitik yang berpotensi mengganggu rantai pasokan energi. Apalagi jika melibatkan jalur strategis seperti Selat Hormuz. Lonjakan harga minyak dalam beberapa hari terakhir merupakan cerminan dari volatilitas tinggi yang terjadi di pasar komoditas.

3. Potensi Kenaikan Lebih Lanjut Masih Terbuka

Aksi terus menguat karena pasar belum melihat tanda-tanda penyelesaian . Jika situasi tetap tidak kunjung membaik, harga minyak berpotensi melonjak lebih tinggi lagi. Terutama jika ada eskalasi lebih lanjut dari pihak-pihak yang terlibat.

Perbandingan Harga Minyak Mentah Dunia

Berikut adalah rincian dunia pada akhir pekan ini:

Jenis Minyak Harga (USD/Barel) Perubahan (%)
Brent 105,07 +3,1%
WTI 95,85 +3,11%

Data di atas menunjukkan bahwa Brent masih unggul dalam hal harga, mencerminkan ekspektasi terhadap risiko pasokan global yang lebih tinggi dibandingkan WTI.

Faktor Pendukung Kenaikan Harga Minyak

Lonjakan harga minyak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor eksternal. Ada beberapa elemen lain yang turut memperkuat tren positif di pasar minyak dunia.

1. Permintaan Global yang Stabil

Meskipun ada ketegangan geopolitik, permintaan minyak global tetap stabil. Banyak negara belum mengurangi konsumsi energi fosil secara signifikan, terutama di sektor transportasi dan industri.

2. Produksi OPEC+ yang Terbatas

OPEC+ masih membatasi produksi minyak sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga. Kebijakan ini memberikan tekanan pada pasokan global, terutama di tengah lonjakan permintaan.

3. Dollar AS Melemah Sementara

Melemahnya nilai tukar dollar AS terhadap mata lain turut mendorong harga komoditas, termasuk minyak. Investor asing cenderung lebih aktif membeli komoditas saat dollar melemah karena biayanya menjadi lebih murah.

Disclaimer

Harga minyak sangat rentan terhadap fluktuasi pasar dan perkembangan geopolitik. Data yang disajikan bersifat terkini namun dapat berubah sewaktu-waktu tergantung situasi global. Informasi ini dimaksudkan untuk tujuan edukasi dan tidak sebagai rekomendasi investasi.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.