Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi bergulir kembali mulai Selasa, 31 Maret 2026. Namun, di balik semangat menjalankan program yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak, terdengar suara tegas dari Badan Gizi Nasional (BGN). Peringatan keras dilontarkan buat mitra yang kedapatan melakukan praktik mark up harga bahan baku secara tidak wajar.
Langkah tegas ini diambil untuk menjaga agar program yang didanai negara ini tetap berjalan sesuai tujuan. Bukan cuma soal angka, tapi juga soal keadilan dan kesejahteraan yang seharusnya dirasakan oleh anak-anak, khususnya di daerah rawan gizi dan tertinggal.
Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, menyampaikan bahwa praktik mark up yang dilakukan oleh sejumlah mitra sudah masuk kategori pelanggaran berat. Apalagi jika ada upaya tekan-menekan pihak sekolah atau pengawas.
Sanksi Tegas untuk Mitra Pelanggar
BGN tidak main-main soal ini. Mitra yang kedapatan melakukan mark up harga secara berlebihan dan melakukan tekanan pada pihak terkait bakal kena sanksi berat. Salah satunya adalah penangguhan operasional selama satu minggu lengkap dengan pemotongan insentif.
Sanksi ini bukan isapan jari. Ini merupakan bagian dari upaya BGN untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan untuk MBG benar-benar digunakan untuk kepentingan utama: menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak.
1. Sanksi Suspend Tanpa Insentif
Mitra yang terbukti melakukan pelanggaran berat, seperti menaikkan harga bahan baku secara tidak masuk akal, akan langsung disuspend selama satu minggu. Selama masa penangguhan ini, mereka tidak berhak mendapatkan insentif apapun.
2. Wajib Buat Pernyataan Tidak Mengulangi
Selama masa suspend, mitra juga diwajibkan membuat pernyataan resmi bahwa mereka tidak akan mengulangi pelanggaran. Selain itu, mereka juga harus menjamin tidak akan melakukan praktik monopoli dalam pengadaan bahan baku.
3. Evaluasi Ulang oleh BGN
Setelah masa penangguhan berakhir, BGN akan melakukan evaluasi ulang. Jika mitra masih melanggar atau tidak menunjukkan perubahan, langkah selanjutnya bisa lebih tegas lagi, termasuk pemutusan kerja sama.
Anggaran Per Porsi Sudah Ditentukan
BGN telah menetapkan anggaran per porsi MBG sekitar Rp8.000 hingga Rp10.000. Jumlah ini sudah memperhitungkan biaya bahan baku, tenaga kerja, hingga distribusi. Dengan anggaran yang sudah jelas, seharusnya tidak ada ruang bagi mitra untuk mengambil keuntungan berlebih.
Namun, kenyataannya masih ada saja pihak yang memanipulasi harga. Padahal, praktik ini tidak hanya merugikan program, tapi juga mencoreng niat baik pemerintah dalam menangani masalah gizi di Indonesia.
Mengapa Mark Up Harus Dihentikan?
Praktik mark up harga bahan baku bisa berdampak luas. Pertama, kualitas makanan bisa menurun karena bahan yang digunakan tidak sesuai standar. Kedua, tujuan utama program, yaitu meningkatkan gizi anak, jadi tidak tercapai.
Selain itu, jika mitra saling menaikkan harga, bisa terjadi praktik monopoli yang merugikan pihak lain, termasuk calon mitra baru yang ingin bergabung secara sehat dan profesional.
Langkah Pencegahan yang Dilakukan BGN
BGN tidak hanya memberikan sanksi, tapi juga berupaya mencegah pelanggaran sejak awal. Salah satu caranya adalah dengan memperketat pengawasan dan melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja mitra.
1. Monitoring Rutin oleh Tim Pengawas
Tim pengawas dari BGN akan melakukan kunjungan mendadak ke lokasi pelaksanaan MBG. Mereka akan memeriksa kualitas bahan baku, harga pembelian, hingga laporan keuangan mitra.
2. Sistem Pelaporan Pelanggaran
BGN juga membuka saluran pelaporan bagi siapa saja yang mengetahui adanya praktik mark up atau pelanggaran lainnya. Informasi ini akan ditindaklanjuti secara cepat dan transparan.
3. Sosialisasi Aturan ke Mitra
Selain pengawasan, BGN juga melakukan sosialisasi rutin kepada mitra agar memahami betul aturan main. Tujuannya agar tidak ada kesalahpahaman yang berujung pada pelanggaran.
Tabel Perbandingan Anggaran MBG
Berikut adalah rincian anggaran per porsi yang ditetapkan oleh BGN:
| Komponen Biaya | Besaran |
|---|---|
| Bahan baku | Rp5.000-Rp6.500 |
| Tenaga kerja | Rp1.500-Rp2.000 |
| Operasional & distribusi | Rp1.000-Rp1.500 |
| Total per porsi | Rp8.000-Rp10.000 |
Angka ini sudah menjadi patokan utama dalam pelaksanaan program. Jika ada mitra yang melaporkan biaya di atas angka ini, maka perlu klarifikasi lebih lanjut.
Harapan BGN ke Seluruh Mitra
BGN berharap agar semua mitra bisa menjalankan program ini dengan profesional dan penuh tanggung jawab. Program MBG bukan sekadar proyek pemerintah, tapi juga bentuk komitmen terhadap masa depan generasi bangsa.
Dengan pengawasan yang lebih ketat dan sanksi yang tegas, BGN optimis program ini bisa berjalan lebih efektif. Terutama dalam mendukung peningkatan gizi anak-anak di daerah tertinggal dan rawan stunting.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat valid berdasarkan data dan pernyataan resmi yang dirilis oleh Badan Gizi Nasional per 30 Maret 2026. Namun, kebijakan dan sanksi bisa berubah sewaktu-waktu tergantung situasi dan hasil evaluasi di lapangan.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













