Penggunaan mobile banking di Indonesia terus menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Semakin banyak orang memilih aplikasi perbankan digital untuk melakukan transaksi harian, baik transfer, pembayaran tagihan, maupun belanja online. Dalam persaingan layanan digital yang ketat, aplikasi BRImo milik Bank Rakyat Indonesia (BRI) berhasil mempertahankan posisi teratas sebagai mobile banking dengan jumlah pengguna aktif tertinggi.
Data dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,26 miliar transaksi pada kuartal IV 2025, naik 39,21% secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh semakin luasnya adopsi teknologi digital dan ekspansi akseptansi pembayaran elektronik, termasuk QRIS yang tumbuh sangat pesat sebesar 139,99% YoY.
Rangking Pengguna Mobile Banking Terbanyak Sepanjang 2025
Dari hasil survei dan laporan resmi beberapa bank pelat merah serta swasta nasional, berikut adalah lima besar mobile banking dengan jumlah pengguna terbanyak sepanjang 2025. Data ini mencerminkan popularitas, kenyamanan, dan kepercayaan publik terhadap platform digital masing-masing bank.
Sebelum masuk ke daftar lengkapnya, mari kita lihat apa saja faktor yang membuat satu aplikasi bisa unggul dari yang lain. Mulai dari kemudahan akses, fitur unggulan, hingga strategi promosi berkontribusi pada angka pengguna yang tinggi.
1. BRImo – Mobile Banking Andalan BRI
BRImo milik BRI menjadi aplikasi mobile banking paling populer sepanjang 2025. Total pengguna aktifnya mencapai 45,9 juta orang menjadikannya pemimpin absolut di industri perbankan digital Tanah Air.
Direktur Network dan Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, menyampaikan bahwa pertumbuhan pengguna BRImo mencatatkan lonjakan 18,9% dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, total nilai transaksi melalui aplikasi ini mencapai Rp7.076,9 triliun, naik 26,4% YoY.
Fitur-fitur andalan seperti BRIZIGO, BRI PayLater, dan integrasi dompet digital turut mendongkrak minat pengguna. Ditambah lagi dengan kampanye edukasi keuangan dan percepatan inklusi digital di wilayah pedesaan.
2. Livin’ by Mandiri – Kuatnya Performa Mandiri
Di posisi kedua, Livin’ by Mandiri mencatatkan jumlah pengguna aktif sebanyak 37,2 juta. Angka ini naik 27% dibanding tahun lalu, menandakan daya tarik aplikasi ini terus meningkat.
Frekuensi transaksi melalui Livin’ mencapai 4.689 juta kali sepanjang 2025. Transaksi transfer mendominasi dengan 1.512 juta kali transaksi, diikuti oleh QR Payment sebanyak 1.274 juta transaksi.
Total nilai transaksi Livin’ mencapai Rp4.401 triliun, naik 9,32% secara tahunan. Mayoritas berasal dari layanan transfer yang menyumbang Rp3.514 triliun. Fitur-fitur seperti Mandiri Online Deals dan integrasi e-commerce memperkuat loyalitas nasabah.
3. BCA Mobile – Stabilitas dan Kepercayaan
Bank Central Asia (BCA) menempati posisi ketiga dengan jumlah pengguna mobile banking mencapai 34,3 juta. Meski pertumbuhan tahunan hanya 3,6%, BCA tetap solid dalam hal stabilitas sistem dan layanan pelanggan.
Transaksi melalui mobile dan internet banking BCA mencapai 37,5 miliar kali, naik 18,8% YoY. Nilai transaksinya juga meningkat 15,2% YoY. Ini menunjukkan bahwa meskipun bukan yang tercepat, BCA tetap menjadi pilihan utama kalangan menengah ke atas dan pelaku usaha.
4. Wondr by BNI – Lonjakan Spektakuler
Wondr by BNI mencatatkan lonjakan fantastis dalam jumlah pengguna. Dari 5,3 juta pengguna di akhir 2024, jumlahnya melonjak menjadi 12,1 juta di akhir 2025, atau tumbuh 128,3% YoY.
Nilai transaksi melalui aplikasi ini mencapai Rp1.198 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,34 miliar kali. Angka ini menunjukkan bahwa strategi transformasi digital BNI berhasil menarik minat generasi milenial dan Gen Z.
5. OCTO – CIMB Niaga Tetap Kompetitif
CIMB Niaga juga tidak ingin ketinggalan. Aplikasi OCTO mencatatkan 5,9 juta pengguna aktif di akhir 2025, naik 10,6% dibanding tahun sebelumnya. Frekuensi transaksi melalui OCTO mencapai 515 juta kali selama setahun.
Desain antarmuka yang ramah pengguna dan program cashback rutin membuat OCTO tetap diminati. Apalagi CIMB sering menggelar promo menarik untuk pengguna baru dan eksisting.
6. Bale by BTN – Pertumbuhan Tinggi di Segmen UMKM
BTN dengan aplikasi Bale by BTN mencatatkan 3,7 juta pengguna aktif, naik 66,1% YoY. Transaksi melalui aplikasi ini mencapai 2,21 miliar kali, melonjak 79,2% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Nilai transaksi Bale by BTN mencapai Rp103,6 triliun, naik 27,7% YoY. Fokus BTN pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ini.
Perbandingan Statistik Pengguna Mobile Banking 2025
| Nama Aplikasi | Pengguna Aktif (Juta) | Pertumbuhan YoY (%) | Frekuensi Transaksi (Juta) | Nilai Transaksi (Triliun IDR) |
|---|---|---|---|---|
| BRImo | 45,9 | 18,9 | – | 7.076,9 |
| Livin’ by Mandiri | 37,2 | 27,0 | 4.689 | 4.401 |
| BCA Mobile | 34,3 | 3,6 | 37.500 | – |
| Wondr by BNI | 12,1 | 128,3 | 1.340 | 1.198 |
| OCTO (CIMB Niaga) | 5,9 | 10,6 | 515 | – |
| Bale by BTN | 3,7 | 66,1 | 2.210 | 103,6 |
Catatan: Data dapat berubah sewaktu-waktu sesuai update dari masing-masing bank.
Faktor Pendukung Dominasi BRImo
Beberapa faktor mendukung keberhasilan BRImo dalam memimpin pasar mobile banking di 2025. Pertama, basis pengguna BRI yang sudah sangat luas, terutama di wilayah pedesaan. Kedua, strategi digitalisasi yang agresif dan adaptif terhadap kebutuhan pengguna modern.
Selain itu, integrasi layanan finansial seperti cicilan tanpa kartu kredit, investasi reksa dana, hingga asuransi langsung dari aplikasi membuat BRImo lebih dari sekadar alat transaksi.
Kesimpulan
Mobile banking telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas finansial masyarakat Indonesia. Dengan perkembangan teknologi dan gaya hidup digital yang semakin intens, bank-bank besar terus berlomba meningkatkan kualitas layanan mereka.
BRImo sukses mempertahankan dominasi berkat kombinasi infrastruktur kuat, inovasi produk, dan strategi inklusi keuangan. Namun, para pesaing seperti Mandiri, BCA, dan BNI juga tidak tinggal diam, dengan berbagai upaya untuk menarik dan mempertahankan loyalitas pengguna.
Disclaimer: Data dalam artikel ini bersumber dari laporan resmi bank dan otoritas moneter yang dirilis hingga Maret 2026. Angka dan statistik bisa berubah sewaktu-waktu karena dinamika pasar dan kebijakan internal masing-masing institusi.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.












