Maybank Indonesia terus memperkuat langkah dalam mendorong transisi hijau di sektor perbankan. Langkah ini sejalan dengan komitmen berkelanjutan untuk mendukung pembangunan yang ramah lingkungan dan mitigasi perubahan iklim. Sebagai bagian dari strategi jangka panjangnya, bank ini mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam operasional maupun portofolio pembiayaan.
Transisi hijau bukan sekadar isu global, tapi juga menjadi prioritas utama dalam strategi bisnis Maybank Indonesia. Ini terlihat dari berbagai inisiatif yang dirancang untuk membangun ekosistem keuangan yang mendukung kelestarian lingkungan. Salah satunya adalah Program “Jejak Hijau Desa Sanding” yang mendukung visi Bali Net Zero 2045.
Komitmen Maybank Indonesia dalam Transisi Hijau
Maybank Indonesia memandang transisi hijau sebagai bagian dari tanggung jawab korporat yang tidak bisa ditawar. Bank ini memahami bahwa sektor keuangan memiliki peran penting dalam mengarahkan dana ke aktivitas yang ramah lingkungan. Strategi ini tidak hanya berdampak pada operasional internal, tetapi juga pada portofolio pembiayaan yang dikelola.
1. Penguatan Fondasi Data Emisi
Pada 2025, Maybank Indonesia memperkuat fondasi data emisi untuk pelaporan yang lebih akuntabel. Langkah ini menjadi dasar dalam pengambilan keputusan yang berkelanjutan dan transparan. Dengan data yang akurat, bank bisa lebih mudah mengukur dampak lingkungan dari setiap kegiatan operasional maupun pembiayaan.
2. Akselerasi Transisi Energi
Selain itu, transisi energi menjadi fokus utama. Maybank Indonesia berkomitmen untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan beralih ke sumber energi terbarukan. Langkah ini tidak hanya mengurangi jejak karbon, tapi juga memberikan contoh nyata bagi perusahaan lain dalam sektor keuangan.
Strategi Dekarbonisasi yang Terukur
Maybank Indonesia menyadari bahwa dampak iklim terbesar berasal dari aktivitas pembiayaan kepada nasabah. Oleh karena itu, strategi dekarbonisasi dikembangkan secara sistematis dan berbasis data ilmiah. Tujuannya jelas: menekan emisi karbon secara bertahap dan berkelanjutan.
1. Pengukuran Jejak Karbon Operasional
Bank ini melakukan pengukuran jejak karbon dari seluruh operasionalnya. Data ini menjadi acuan dalam menentukan langkah-langkah pengurangan emisi yang efektif. Setiap divisi di Maybank Indonesia dilibatkan dalam proses ini untuk memastikan akurasi dan konsistensi.
2. Integrasi Prinsip Hijau dalam Pembiayaan
Maybank Indonesia juga mengintegrasikan prinsip hijau dalam setiap keputusan pembiayaan. Ini termasuk memprioritaskan proyek-proyek yang mendukung energi terbarukan, efisiensi energi, dan pengelolaan limbah yang baik. Dengan begitu, bank tidak hanya menjadi penyalur dana, tapi juga agen perubahan dalam ekosistem keuangan.
Inisiatif Berkelanjutan yang Mendukung Visi Bali Net Zero
Program “Jejak Hijau Desa Sanding” adalah salah satu wujud nyata komitmen Maybank Indonesia. Program ini dirancang untuk mendukung visi Bali Net Zero 2045 melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan. Desa Sanding dipilih sebagai lokasi percontohan karena potensinya dalam pengembangan ekosistem hijau.
1. Pengembangan Ekosistem Hijau di Desa Sanding
Desa Sanding menjadi pusat pengembangan inisiatif hijau yang mencakup pengelolaan sampah, pertanian organik, dan pemanfaatan energi terbarukan. Maybank Indonesia bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan program ini berjalan efektif dan berkelanjutan.
2. Edukasi dan Literasi Lingkungan
Selain itu, program ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga lingkungan. Literasi lingkungan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap isu perubahan iklim.
Maybank Marathon dan Kalkulator Jejak Karbon
Maybank Indonesia juga mengintegrasikan 27 inisiatif keberlanjutan dalam Maybank Marathon ke-14. Salah satu yang menarik adalah peluncuran Kalkulator Jejak Karbon. Alat ini dirancang untuk membantu individu dan organisasi menghitung emisi karbon mereka dan menemukan cara menguranginya.
1. Mendorong Kesadaran Individu
Kalkulator ini tidak hanya alat ukur, tapi juga sarana edukasi. Pengguna bisa memahami dampak aktivitas sehari-hari terhadap lingkungan dan mulai mengambil langkah kecil untuk mengurangi jejak karbon mereka.
2. Menuju Netral Karbon pada 2030
Maybank Indonesia menargetkan menjadi ajang marathon netral karbon pada 2030. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang untuk mencapai target emisi nol di masa depan.
Peran Maybank Indonesia dalam Hari Bumi 2026
Dalam peringatan Hari Bumi 2026 dengan tema Our Power, Our Planet, Maybank Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai katalis dalam mitigasi perubahan iklim. Bank ini tidak hanya bergerak dari dalam, tetapi juga membangun kesadaran di masyarakat dan industri.
1. Mendorong Kolaborasi Sektor Keuangan
Maybank Indonesia mengajak seluruh pelaku industri keuangan untuk bergandengan tangan dalam mendorong transisi hijau. Kolaborasi ini penting untuk menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
2. Menjadi Penggerak Ekonomi Berkelanjutan
Bank ini tidak hanya berfokus pada profit, tapi juga pada nilai-nilai keberlanjutan. Dengan strategi ROAR30, Maybank Indonesia menempatkan keberlanjutan sebagai diferensiasi utama dalam memimpin ekosistem perbankan.
Tabel Perbandingan Capaian Keberlanjutan Maybank Indonesia
| Indikator | Target 2025 | Realisasi 2025 | Status |
|---|---|---|---|
| Pengurangan Emisi Operasional | 20% | 22% | Tercapai |
| Penggunaan Energi Terbarukan | 40% | 45% | Tercapai |
| Proyek Pembiayaan Hijau | 15 proyek | 18 proyek | Tercapai |
| Edukasi Lingkungan | 10.000 peserta | 12.500 peserta | Tercapai |
Disclaimer: Data di atas bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung pada perkembangan operasional dan kebijakan internal Maybank Indonesia.
Penutup
Maybank Indonesia terus membuktikan bahwa transisi hijau bukan hanya isu lingkungan, tapi juga peluang bisnis yang berkelanjutan. Dengan strategi yang terukur dan komitmen yang kuat, bank ini menjadi salah satu pelopor dalam mendorong ekosistem keuangan yang ramah lingkungan. Langkah-langkah konkret yang diambil, baik dari dalam maupun luar perusahaan, menunjukkan bahwa masa depan perbankan bisa hijau dan berkelanjutan.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













