Permata Bank terus memperluas layanan syariahnya sebagai langkah strategis untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Meski pertumbuhan aset industri keuangan syariah mencapai Rp3.100 triliun di akhir 2025, angka inklusi masih terbilang rendah, yakni sekitar 13,41 persen. Angka ini jauh di bawah rata-rata inklusi keuangan nasional, yang menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum terjangkau oleh layanan keuangan syariah.
Salah satu upaya Permata Bank adalah melalui Unit Usaha Syariah (UUS) yang menawarkan berbagai solusi finansial berbasis prinsip syariah. Layanan ini tidak hanya ditujukan untuk kalangan tertentu, tetapi dirancang agar bisa dinikmati oleh semua kalangan, dari muda hingga tua. Dengan semangat “Syariah untuk Semua”, bank ini ingin menjadikan prinsip syariah sebagai pilihan inklusif yang sejalan dengan nilai-nilai amanah, keadilan, dan keberkahan.
Perluasan Layanan Syariah Permata Bank
Permata Bank memperkenalkan sejumlah layanan syariah yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan finansial di berbagai fase kehidupan. Salah satunya adalah pembiayaan berbasis emas yang memungkinkan nasabah memiliki aset sejak awal masa pembiayaan. Produk ini menjadi daya tarik tersendiri karena memberikan kemudahan dan kepastian dalam berinvestasi.
Selain itu, layanan digital juga menjadi bagian penting dari pengembangan UUS Permata Bank. Nasabah bisa mengakses berbagai fitur perbankan syariah melalui aplikasi mobile banking, mulai dari pengelolaan tabungan hingga pengajuan pembiayaan. Integrasi ini memudahkan pengguna untuk mengelola keuangan secara mandiri dan transparan.
1. Pembiayaan Emas Syariah
Permata Bank menawarkan fasilitas pembiayaan emas yang memungkinkan nasabah langsung memiliki emas sejak awal masa pembiayaan. Produk ini dirancang untuk memberikan manfaat investasi sekaligus aksesibilitas finansial yang lebih luas.
Keunggulan dari layanan ini adalah sistem cicilan yang fleksibel dan sesuai dengan prinsip syariah. Nasabah tidak hanya mendapatkan emas sebagai aset, tetapi juga bisa menggunakannya sebagai investasi jangka panjang yang relatif stabil.
2. Tabungan dan Investasi Digital
Melalui aplikasi mobile banking, nasabah bisa mengelola tabungan dan investasi syariah secara mandiri. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi, cek saldo, hingga mengajukan produk pembiayaan tanpa harus datang ke cabang.
Bank juga menyediakan berbagai edukasi keuangan digital yang membantu nasabah memahami prinsip syariah dan manfaat investasi. Ini menjadi salah satu cara untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan masyarakat.
3. Solusi Pembiayaan untuk Kebutuhan Ibadah
Permata Bank menyediakan produk pembiayaan khusus untuk kebutuhan ibadah seperti haji dan umrah. Produk ini dirancang agar masyarakat bisa merencanakan keuangan dengan lebih baik dan mempersiapkan dana secara bertahap.
Dengan sistem cicilan yang transparan, nasabah bisa mengumpulkan dana secara konsisten tanpa merasa terbebani. Ini menjadi solusi praktis bagi keluarga yang ingin menjalankan ibadah dengan tenang dan terencana.
Peran Brand Ambassador dalam Mendorong Literasi Keuangan
Permata Bank juga melibatkan brand ambassador untuk menyebarkan pesan pentingnya literasi keuangan syariah. Morgan Oey, salah satu brand ambassador, menekankan bahwa perencanaan keuangan sejak dini sangat penting untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat.
Menurutnya, layanan syariah bukanlah hal yang rumit atau eksklusif. Ia melihat bahwa produk syariah justru relevan untuk generasi muda karena mendorong pengelolaan keuangan yang lebih bijak dan bertanggung jawab.
Atiqah Hasiholan, brand ambassador lainnya, menambahkan bahwa perencanaan keuangan memberikan rasa tenang tidak hanya untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk masa depan. Ia juga menekankan pentingnya persiapan finansial dalam menjalankan ibadah, seperti haji dan umrah.
Tantangan dan Peluang Inklusi Keuangan Syariah
Meski pertumbuhan industri keuangan syariah terus meningkat, tantangan dalam hal literasi dan inklusi masih menjadi kendala utama. Data OJK menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan syariah baru mencapai 43,42 persen. Ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami prinsip dan manfaat dari produk syariah.
Namun, hal ini juga membuka peluang besar bagi bank seperti Permata untuk terus mengembangkan layanan yang lebih inklusif dan mudah diakses. Dengan pendekatan digital dan edukasi yang tepat sasaran, inklusi keuangan syariah bisa terus meningkat.
Perbandingan Produk Pembiayaan Syariah Permata Bank
| Produk | Fitur Utama | Tenor | Keunggulan |
|---|---|---|---|
| Pembiayaan Emas | Cicilan fleksibel, langsung miliki emas | 12–60 bulan | Investasi stabil sejak awal pembiayaan |
| Tabungan Syariah | Akses digital, bebas riba | – | Mudah dikelola via mobile banking |
| Pembiayaan Ibadah | Cicilan terencana, transparan | Sesuai kebutuhan | Persiapan dana haji/umrah bertahap |
Tips Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah
-
Ikuti Edukasi dari Bank
Banyak bank, termasuk Permata, menyediakan materi edukasi digital yang bisa diakses kapan saja. Manfaatkan fitur ini untuk memahami prinsip dasar syariah. -
Mulai dengan Produk Sederhana
Coba produk seperti tabungan syariah atau cicilan emas untuk memahami bagaimana sistem syariah bekerja dalam kehidupan sehari-hari. -
Gunakan Aplikasi Mobile Banking
Akses layanan syariah secara digital untuk mempermudah pengelolaan keuangan dan memantau transaksi secara real time. -
Rencanakan Keuangan Jangka Panjang
Gunakan produk pembiayaan syariah untuk tujuan jangka panjang seperti ibadah atau investasi, agar lebih terencana dan tenang.
Permata Bank terus berkomitmen untuk memperluas akses layanan syariah yang inklusif dan mudah dimengerti. Dengan dukungan teknologi dan pendekatan yang humanis, bank ini ingin menjadikan prinsip syariah sebagai pilihan finansial yang relevan untuk semua kalangan.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi hingga April 2026. Informasi lebih lanjut dapat berubah seiring perkembangan kebijakan dan regulasi yang berlaku.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













