Menjelang Idulfitri 2026, Bantuan Hari Raya (BHR) Keagamaan bagi PPPK Paruh Waktu di Sumatera Utara mulai disalurkan. Bantuan ini menjadi pengganti THR yang biasa diterima pegawai negeri. Sayangnya, penyaluran tidak berjalan mulus di semua pihak. Ada sekitar 240 rekening yang bermasalah, baik karena salah input data maupun karena rekening tidak aktif.
Kendala ini memicu keresahan di kalangan penerima, terutama yang juga belum menerima gaji bulan Januari dan Februari secara penuh. Penyaluran BHR dilakukan lewat dua jalur, yaitu rekening pribadi dan rekening sekolah. Langkah ini diambil untuk mempercepat distribusi sebelum libur Lebaran.
Penyebab Bantuan Hari Raya Belum Cair Sepenuhnya
Masalah penyaluran BHR dan gaji bulanan ini tidak datang begitu saja. Ada beberapa faktor teknis dan administratif yang memengaruhi prosesnya. Dari data yang diterima, sekitar 240 rekening gagal menerima pencairan karena berbagai alasan.
1. Kesalahan Input Data Rekening
Salah satu penyebab utama adalah kesalahan input data rekening. Bisa jadi, nomor rekening yang dimasukkan ke sistem salah ketik atau tidak lengkap. Ini menyebabkan transfer gagal dan dana dikembalikan ke bank pusat.
2. Rekening Tidak Aktif
Rekening yang tidak aktif juga menjadi penghambat. Meski nomor rekening benar, jika tidak digunakan dalam jangka waktu tertentu, bank bisa menonaktifkannya. Ini membuat dana tidak bisa masuk meski proses transfer sudah dilakukan.
3. Retur Transfer dari Bank
Beberapa bank mengembalikan dana karena alasan teknis. Misalnya, rekening tidak ditemukan, atau nama pemilik rekening tidak sesuai dengan data yang ada. Retur ini kemudian harus diverifikasi ulang oleh pihak pengelola.
4. Keterlambatan Verifikasi Data
Proses verifikasi data rekening oleh Cabang Dinas Pendidikan juga memakan waktu. Banyaknya jumlah penerima membuat sistem harus bekerja ekstra, dan jika ada data yang tidak lengkap, pencairan bisa tertunda.
Mekanisme Penyaluran Bantuan Hari Raya
Penyaluran BHR dilakukan dengan dua metode berbeda, tergantung status dan lokasi kerja penerima. Ini dilakukan untuk mempercepat pencairan sebelum Lebaran. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:
1. Melalui Rekening Pribadi
Sebagian besar PPPK Paruh Waktu Guru dan Tenaga Teknis menerima BHR langsung ke rekening pribadi masing-masing. Cara ini dianggap lebih cepat karena tidak melibatkan pihak ketiga.
2. Melalui Rekening Sekolah
Untuk kasus tertentu, terutama bagi Guru Tidak Tetap (GTT), penyaluran dilakukan lewat rekening sekolah. Ini mengikuti mekanisme yang digunakan saat pembayaran gaji bulan Januari dan Februari.
Gaji Januari–Februari Masih Jadi Sorotan
Selain BHR, isu gaji bulan Januari dan Februari juga menjadi perhatian. Banyak penerima mengaku belum menerima gaji penuh, meski sudah beberapa minggu berlalu. Padahal, gaji ini menjadi bagian penting dalam persiapan Lebaran.
Beberapa pihak menduga, keterlambatan ini terkait dengan sistem administrasi yang belum sepenuhnya siap. Masalah rekening yang sama juga terjadi saat penyaluran gaji bulanan. Artinya, ini bukan kasus terisolasi, melainkan pola yang berulang.
Langkah Perbaikan yang Sedang Dilakukan
Pihak pengelola menyadari kendala ini dan mulai melakukan perbaikan. Ada beberapa langkah konkret yang diambil untuk memastikan bantuan dan gaji bisa diterima tepat waktu.
1. Verifikasi Ulang Data Rekening
Tim dari Cabang Dinas Pendidikan sedang melakukan verifikasi ulang terhadap seluruh data rekening penerima. Data yang bermasalah akan diperbaiki dan diverifikasi kembali sebelum pencairan ulang dilakukan.
2. Koordinasi dengan Bank Penyalur
Pihak pengelola juga berkoordinasi langsung dengan bank yang menangani penyaluran. Tujuannya untuk memastikan tidak ada kesalahan teknis di sisi bank yang menyebabkan retur dana.
3. Pencairan Ulang Dana yang Gagal
Untuk dana yang gagal masuk ke rekening, pihak pengelola akan melakukan pencairan ulang. Proses ini akan dilakukan secepat mungkin agar tidak mengganggu persiapan Lebaran para penerima.
Perbandingan Mekanisme Penyaluran BHR dan Gaji Bulanan
| Aspek | Bantuan Hari Raya | Gaji Bulanan |
|---|---|---|
| Metode Penyaluran | Rekening pribadi & sekolah | Rekening pribadi & sekolah |
| Waktu Penyaluran | Menjelang Idulfitri | Tiap awal bulan |
| Masalah Umum | Rekening tidak aktif, salah input | Sama seperti BHR |
| Langkah Perbaikan | Verifikasi ulang & pencairan ulang | Verifikasi data & koordinasi bank |
Tips agar Bantuan dan Gaji Tidak Terkendala
Agar tidak mengalami kendala serupa di masa depan, penerima disarankan untuk memastikan beberapa hal. Ini bisa mengurangi risiko pencairan yang gagal.
1. Pastikan Rekening Aktif
Rekening yang digunakan harus aktif dan bisa menerima transfer. Jika sudah lama tidak digunakan, sebaiknya dilakukan transaksi kecil untuk mengaktifkannya kembali.
2. Periksa Kembali Data Rekening
Pastikan nomor rekening yang terdaftar di sistem sudah benar. Jika ada perubahan, segera laporkan ke Cabang Dinas agar tidak terjadi kesalahan saat penyaluran.
3. Ikuti Informasi Resmi
Selalu pantau informasi dari Cabang Dinas atau situs resmi terkait jadwal pencairan. Ini bisa membantu mengantisipasi jika ada perubahan mekanisme.
Kesimpulan
Penyaluran Bantuan Hari Raya dan gaji bulan Januari–Februari 2026 memang belum berjalan sempurna. Masalah rekening yang bermasalah jadi penyebab utama keterlambatan. Namun, pihak pengelola sudah mengambil langkah-langkah perbaikan agar dana bisa segera diterima oleh yang berhak.
Meski begitu, penting bagi penerima untuk turut aktif memastikan data rekening tetap valid. Dengan begitu, pencairan di masa mendatang bisa berjalan lebih lancar dan tepat waktu.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah dan instansi terkait.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.











