Perbankan

BRI (BBRI) Dorong Pembiayaan UMKM Genteng Melalui Program KUR Perumahan

Rista Wulandari
×

BRI (BBRI) Dorong Pembiayaan UMKM Genteng Melalui Program KUR Perumahan

Sebarkan artikel ini
BRI (BBRI) Dorong Pembiayaan UMKM Genteng Melalui Program KUR Perumahan

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI terus memperluas perannya dalam mendukung pembiayaan UMKM, khususnya di bahan bangunan. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang ditujukan untuk memperkuat rantai pasok industri genteng. Langkah ini sejalan dengan program nasional “Gentengisasi” yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

Program ini bertujuan untuk menggantikan penggunaan atap seng dan asbes yang dinilai kurang layak dan tidak ramah lingkungan. BRI hadir sebagai fasilitator keuangan yang menghubungkan para pengusaha genteng dengan pengembang perumahan serta pengguna akhir. Dengan KUR Perumahan, bank pelat merah ini membantu memperlancar alur pendanaan yang diperlukan dalam proses produksi hingga distribusi genteng.

Peran BRI dalam Program Gentengisasi

BRI tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal melalui pembiayaan yang tepat sasaran. Dalam hal ini, KUR Perumahan menjadi instrumen penting yang membantu agar bisa memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa bank siap memfasilitasi pembiayaan ketika sudah ada kontrak antara produsen genteng dan pengembang atau pengguna akhir. Ini menunjukkan bahwa BRI memposisikan diri sebagai jembatan antara pelaku usaha kecil dan proyek perumahan berskala besar.

Selain itu, pembiayaan ini juga diharapkan memberi dampak berganda. Tidak hanya meningkatkan kualitas hunian, tetapi juga mendorong aktivitas produksi UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi lokal di berbagai daerah.

Latar Belakang Program Gentengisasi

Presiden Prabowo Subianto menggagas program Gentengisasi sebagai bagian dari upaya mempercantik dan memperbaiki kualitas lingkungan permukiman di seluruh Indonesia. Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Presiden menyampaikan bahwa penggunaan seng yang masif telah menurunkan estetika dan kenyamanan rumah warga.

Menurutnya, seng tidak hanya panas, tetapi juga mudah berkarat dan tidak tahan lama. Sementara itu, genteng memberikan alternatif yang lebih sejuk, tahan lama, dan estetik. Presiden juga menekankan bahwa industri genteng bisa berkembang pesat karena modal dan teknologi yang dibutuhkan tidak terlalu tinggi.

1. Pemanfaatan Limbah untuk Produksi Genteng

Salah satu dalam program ini adalah penggunaan limbah, seperti abu batu bara, sebagai bahan campuran pembuatan genteng. Hal ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan produk yang lebih ringan dan kuat.

2. Peran Koperasi Merah Putih

Koperasi Merah Putih akan dilibatkan dalam mendukung produksi genteng di berbagai daerah. Dengan pendirian pabrik-pabrik kecil di tingkat lokal, diharapkan distribusi genteng bisa lebih merata dan harga tetap terjangkau.

3. Dukungan Pemerintah dan Kepala Daerah

Pemerintah memberikan dukungan baik secara kebijakan maupun pendanaan. Selain itu, partisipasi aktif dari kepala daerah sangat penting untuk memastikan program ini bisa berjalan dengan baik di daerah masing-masing.

Manfaat Program Bagi Masyarakat dan Ekonomi

Program Gentengisasi bukan hanya soal pergantian atap rumah. Ini adalah bagian dari transformasi ekonomi dan lingkungan yang lebih luas. Beberapa utama dari program ini antara lain:

  • Meningkatkan kualitas hunian masyarakat
  • Mengurangi penggunaan material yang tidak ramah lingkungan
  • Mendorong pertumbuhan UMKM lokal
  • Menciptakan lapangan kerja
  • Meningkatkan daya saing industri genteng nasional

Perbandingan Material Atap: Seng vs Genteng

Kriteria Seng Genteng
Ketahanan terhadap cuaca Rendah, mudah berkarat Tinggi, tahan lama
Suhu dalam rumah Panas Lebih sejuk
Estetika Kurang menarik Lebih indah dan berkelas
Dampak lingkungan Negatif, sulit didaur ulang Positif, bisa ramah lingkungan
Biaya awal Relatif murah Lebih tinggi, tapi lebih tahan lama

Penyaluran KUR Perumahan: Langkah-langkahnya

Bagi UMKM yang ingin mengajukan KUR Perumahan untuk mendukung produksi genteng, berikut adalah langkah-langkah yang perlu diikuti:

1. Persiapkan Dokumen Usaha

Pastikan semua dokumen legalitas usaha lengkap, seperti NPWP, SIUP, dan izin usaha lainnya.

2. Ajukan Proposal Proyek

Ajukan proposal proyek kepada BRI yang menjelaskan rencana produksi, target pasar, dan kebutuhan dana.

3. Verifikasi dan Penilaian

Tim BRI akan melakukan verifikasi dan penilaian terhadap usaha serta proyek yang diajukan.

4. Pencairan Dana

Jika lolos verifikasi, dana akan dicairkan sesuai dengan kebutuhan proyek dan skema KUR Perumahan.

Dukungan dari Menteri Perumahan

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyatakan bahwa BRI merupakan bank penyalur KUR Perumahan terbesar. Dukungan ini sangat strategis dalam mempercepat pelaksanaan program perumahan rakyat, termasuk Gentengisasi.

Tantangan dan Solusi

Meski memiliki banyak manfaat, program ini juga menghadapi beberapa tantangan, seperti:

  • Kurangnya kapasitas produksi UMKM
  • Keterbatasan modal awal
  • Kurangnya pengetahuan teknologi produksi modern

Untuk mengatasi tantangan tersebut, BRI dan pemerintah terus melakukan pendampingan teknis dan penyuluhan kepada pelaku usaha. Selain itu, program pelatihan dan permodalan juga terus ditingkatkan.

Penutup

Program Gentengisasi yang didukung oleh BRI melalui KUR Perumahan merupakan langkah strategis untuk mendorong kualitas hunian yang lebih baik sekaligus memperkuat ekosistem UMKM bahan bangunan. Dengan pendekatan yang holistik, program ini tidak hanya mengganti atap rumah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah dan bank terkait. Data dan angka yang disebutkan adalah berdasarkan informasi terkini hingga publikasi.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.