PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) akan menutup lima kantor cabang pembantu (KCP) di awal tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi penyesuaian layanan dengan kebiasaan nasabah yang semakin bergeser ke kanal digital.
Perubahan ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sejak 2017, CIMB Niaga sudah mulai melakukan rebalancing terhadap titik layanan. Tren digitalisasi yang semakin kuat, terutama pasca-pandemi, membuat bank ini fokus pada efisiensi operasional dan optimalisasi layanan digital.
Penjelasan Manajemen Soal Penutupan KCP
Langkah penutupan KCP dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan nasabah yang kian hari semakin jarang datang ke cabang fisik. Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak nasabah yang lebih memilih transaksi lewat aplikasi atau internet banking.
Lani Darmawan, Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, menjelaskan bahwa penutupan dan relokasi cabang adalah hal yang rutin dilakukan. Tujuannya agar layanan tetap efektif dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Selain itu, CIMB Niaga juga memastikan bahwa penutupan ini tidak meninggalkan dampak negatif bagi karyawan. Staf yang terkena dampak dialihkan ke cabang atau titik layanan lainnya. Ada juga program pelatihan ulang untuk menyesuaikan kompetensi mereka dengan kebutuhan posisi baru.
Daftar KCP yang Ditutup Awal 2026
Berikut adalah daftar lima KCP yang ditutup oleh CIMB Niaga pada awal tahun 2026. Semua penutupan ini sudah disertai dengan pengalihan layanan ke cabang terdekat agar nasabah tetap bisa mengakses layanan perbankan.
1. KCP Palembang – Mesjid Lama
KCP Palembang – Mesjid Lama resmi ditutup per 6 Februari 2026. Seluruh layanan dialihkan ke KCP Palembang – Kolonel Atmo. Alasan penutupan adalah rendahnya kunjungan nasabah dan ketersediaan layanan alternatif di lokasi terdekat.
2. KCP Bandung – Lembang
Pada tanggal yang sama, 6 Februari 2026, KCP Bandung – Lembang juga ditutup. Nasabah bisa mengakses layanan yang sama di KCP Bandung – Pajajaran. Penutupan ini sejalan dengan strategi bank untuk mengurangi redundansi layanan.
3. KCP Digital Lounge Surabaya – Pakuwon City Mall
KCP Digital Lounge Surabaya – Pakuwon City Mall ditutup per 19 Februari 2026. Layanan dialihkan ke KCP Surabaya – Tidar. Lokasi ini dulunya dikenal sebagai pusat layanan digital, namun kini dianggap kurang efisien karena perkembangan kanal digital lainnya.
4. KCP Digital Lounge Denpasar – Mall Galeria
KCP Digital Lounge Denpasar – Mall Galeria juga ditutup per 2 Maret 2026. Nasabah bisa mengakses layanan di KC Bali – Thamrin. Penutupan ini merupakan bagian dari evaluasi layanan digital yang kurang optimal.
5. KCP Bondowoso – Wahid Hasyim
Penutupan terbaru adalah KCP Bondowoso – Wahid Hasyim yang ditutup per 1 April 2026. Layanan dialihkan ke KC Jember – Diponegoro. Alasannya adalah rendahnya transaksi dan minimnya aktivitas nasabah di lokasi tersebut.
Alasan di Balik Penutupan KCP
Penutupan KCP ini tidak dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa pertimbangan utama yang menjadi dasar keputusan manajemen CIMB Niaga.
1. Perubahan Kebiasaan Nasabah
Nasabah kini lebih nyaman menggunakan layanan digital. Kunjungan ke cabang fisik menurun drastis, terutama setelah pandemi. Ini membuat operasional cabang dengan volume rendah menjadi tidak efisien.
2. Efisiensi Biaya Operasional
Dengan menutup cabang yang kurang produktif, CIMB Niaga bisa menghemat biaya operasional. Dana tersebut kemudian dialokasikan untuk pengembangan layanan digital dan inovasi produk.
3. Optimalisasi Jaringan Layanan
Dengan mengalihkan layanan ke cabang lain yang lebih strategis, CIMB Niaga bisa memberikan pelayanan yang lebih merata dan efektif bagi nasabah.
Dampak bagi Nasabah dan Karyawan
Bagi nasabah, penutupan ini tidak berdampak besar karena layanan tetap bisa diakses di cabang pengganti. CIMB Niaga juga memastikan bahwa transisi berjalan mulus tanpa mengganggu aktivitas perbankan nasabah.
Sementara bagi karyawan, CIMB Niaga menjamin tidak ada pemutusan hubungan kerja. Mereka yang terkena dampak penutupan dialihkan ke lokasi lain atau mendapat pelatihan untuk posisi baru.
Strategi Ke Depan CIMB Niaga
Langkah penutupan KCP ini adalah bagian dari strategi jangka panjang CIMB Niaga dalam menghadapi perubahan industri perbankan. Bank ini terus berinovasi untuk memberikan layanan terbaik dengan tetap menjaga efisiensi operasional.
Dengan fokus pada digitalisasi, CIMB Niaga berharap bisa menjangkau lebih banyak nasabah, terutama generasi muda yang lebih familiar dengan teknologi.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersumber dari pengumuman resmi CIMB Niaga per Maret 2026. Jadwal penutupan dan lokasi bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Informasi terbaru sebaiknya dicek langsung di situs resmi CIMB Niaga.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.












