Perbankan

Profil 10 Kandidat yang Akan Ikuti Uji Kelayakan untuk Jabatan Pimpinan OJK Besok

Fadhly Ramadan
×

Profil 10 Kandidat yang Akan Ikuti Uji Kelayakan untuk Jabatan Pimpinan OJK Besok

Sebarkan artikel ini
Profil 10 Kandidat yang Akan Ikuti Uji Kelayakan untuk Jabatan Pimpinan OJK Besok

Seleksi anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memasuki babak baru. Setelah tahap selesai, kini giliran 10 nama yang lolos menghadapi uji kelayakan dan kepatutan atau yang dikenal dengan fit and proper test. Proses ini akan digelar oleh Komisi XI DPR RI pada Rabu, 11 Maret 2026.

Uji ini menjadi bagian dari rangkaian seleksi untuk mengisi lima posisi strategis di OJK. Lima kursi yang tersedia adalah Ketua Dewan Komisioner, Wakil Ketua Dewan Komisioner, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Kepala Eksekutif Pengawas Aset Digital, serta Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Konsumen.

Presiden telah mengirimkan 10 nama kandidat kepada DPR sesuai dengan Surat Presiden (Surpres) yang berlaku. Nama-nama tersebut akan diuji dalam satu hari penuh, mulai pagi hingga malam. Hasil keputusan pun akan diumumkan pada hari yang sama setelah proses selesai.

Profil 10 Kandidat Fit and Proper Test Calon Bos OJK

Dari 20 nama awal yang lolos seleksi administrasi, hanya 10 yang akhirnya dipilih untuk mengikuti tahap uji kelayakan. Mereka adalah tokoh-tokoh dengan latar belakang profesional di bidang keuangan, hukum, dan pengawasan pasar modal. Berikut adalah profil lengkap kesepuluh kandidat tersebut.

1. Ari Budiarso

Ari Budiarso saat ini menjabat sebagai Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya di Kementerian Keuangan. Ia lahir di Salatiga pada tahun 1970.

Pendidikan tingginya dimulai dari lulusan Diploma IV STAN pada 1997. Ia kemudian meraih gelar Master of Accounting dari University of Southern California pada 2001 dan gelar doktor dari University of Canberra pada 2014.

profesionalnya berfokus pada bidang kebijakan sektor keuangan. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan di Badan Kebijakan Fiskal sejak 2020, sebelum dilantik sebagai Direktur di Ditjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan pada Juni 2025.

2. Anton Daryono

Anton Daryono saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Kepala Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Pelindungan Konsumen di Bank Indonesia. Ia lahir di Semarang pada 24 Juni 1968.

Lulus dari Universitas Gadjah Mada dengan gelar sarjana Akuntansi pada 1993, Anton kemudian menyelesaikan pendidikan magister di The University of Melbourne pada 2006.

Karier di BI dimulainya sejak 1996. Ia telah menjabat di berbagai posisi strategis, termasuk Kepala Grup Pengawasan Sistem Pembayaran dan Analis Eksekutif Divisi Pengembangan Pengawasan sebelum menempati posisi saat ini sejak April 2024.

3. Ary Zulfikar

saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Hukum Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Ia lulus dari Fakultas Hukum Universitas Padjajaran pada 1994 dan meraih gelar magister serta doktor dari UGM dan Unpad berturut-turut pada 2015 dan 2019.

Sebelum bergabung dengan LPS, Ary aktif sebagai praktisi hukum dan konsultan di bidang pasar modal. Ia pernah menjadi Kepala Departemen Hukum dan Kepatuhan di PT Kliring Deposit Efek Indonesia (KDEI) dan pendiri Kantor Konsultan Hukum AZP Legal Consultants.

4. Danu Febrianto

Danu Febrianto saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Keuangan di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Ia lulus dari Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya dan menyelesaikan pendidikan magister serta doktor di Universitas Indonesia dan Universitas Sriwijaya.

Karier profesionalnya di LPS dimulai sejak 2012. Ia telah menjabat di berbagai divisi , termasuk Direktur Group Peraturan, Direktur Group Perumusan Kebijakan, dan Kepala Kantor Manajemen Strategis.

5. Darmansyah

Darmansyah saat ini menjabat sebagai Komisioner Perencanaan Strategis, Keuangan, Sekretariat Dewan Komisioner, dan Logistik di Otoritas Jasa Keuangan. Ia pernah menjabat sebagai Kepala OJK Regional IX Kalimantan.

Sebelumnya, ia juga pernah menjadi juru bicara OJK dan menjabat di Departemen Hubungan Masyarakat dan Logistik. Pengalamannya mencakup berbagai aspek operasional dan strategis di OJK.

6. Dicky Kartikoyono

Dicky Kartikoyono saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran di Bank Indonesia. Ia lahir di Jakarta Pusat pada 19 Desember 1967.

Ia lulus dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAI pada 1994 dan meraih gelar magister dari George Washington University pada 1999.

Karier profesionalnya di BI dimulai sejak 1995. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Manajemen Strategis & Tata Kelola, serta Kepala Perwakilan BI London sebelum menempati posisi saat ini sejak 2023.

7. Friderica Widyasari Dewi

Friderica Widyasari Dewi saat ini menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen di OJK. Ia juga merupakan Pejabat Sementara Ketua dan Wakil Ketua OJK.

Ia lulus dari Universitas Gadjah Mada pada 2001 dan meraih gelar MBA dari California State University pada 2004. Gelar doktor diraihnya dari UGM pada 2019.

Friderica memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman di pasar modal. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Pasar di Bursa Efek Indonesia, Direktur Utama PT KSEI, dan Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas.

8. Hasan Fawzi

Hasan Fawzi saat ini menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas ITSK, dan Aset Kripto di OJK. Ia juga merupakan Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal.

Ia lahir di Purwakarta pada 27 April 1970 dan lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1993. Ia kemudian meraih gelar MBA dari Prancis dan gelar Magister Manajemen dari Universitas Indonesia.

Karier profesionalnya berfokus pada bidang teknologi dan pengawasan pasar modal. Ia pernah menjabat sebagai Direktur PT Penilai Harga Efek Indonesia, Direktur Utama KPEI, dan Direktur Pengembangan BEI.

9. Hernawan Bekti Sasongko

Hernawan Bekti Sasongko saat ini menjabat sebagai Anggota Badan Supervisi OJK. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Tbk.

Ia juga pernah mengikuti proses seleksi pada 2017. Pengalaman profesionalnya mencakup bidang pengawasan dan keuangan korporasi.

10. Agus Sugiarto

Agus Sugiarto saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen Danantara Asset Management. Ia pernah menjadi Advisor OJK dan Mantan Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK.

Pengalamannya di bidang dan inklusi memberikan kontribusi penting dalam pengembangan kebijakan sektor jasa keuangan nasional.

Proses Fit and Proper Test: Apa yang Diperhatikan?

Fit and proper test merupakan bagian penting dalam seleksi pimpinan lembaga pengawas keuangan. Proses ini menilai integritas, kompetensi, dan kapabilitas kandidat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di posisi strategis.

Beberapa aspek yang dinilai dalam uji ini antara lain:

  • Latar belakang pendidikan dan profesional
  • Pengalaman kerja di bidang terkait
  • Rekam jejak integritas dan etika
  • Kemampuan kepemimpinan dan pengambilan keputusan
  • Komitmen terhadap regulasi dan perlindungan konsumen

Proses ini dilakukan secara transparan dan melibatkan berbagai pihak untuk memastikan bahwa kandidat yang terpilih benar-benar memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Harapan Pasca Fit and Proper Test

Setelah proses fit and proper test selesai, diharapkan akan lahir pimpinan baru yang mampu membawa OJK menuju tata kelola yang lebih baik. Pimpinan yang terpilih diharapkan memiliki visi jelas dalam menghadapi tantangan sektor jasa keuangan di era digital.

Selain itu, pengisian posisi strategis ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antarlembaga pengawas keuangan di Indonesia, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem jasa keuangan nasional.


Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat sebagaimana hasil peliputan terhadap sumber resmi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan proses seleksi yang dilakukan oleh DPR RI dan Otoritas Jasa Keuangan.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.