Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat pencapaian positif di akhir tahun 2025. Total premi penjaminan simpanan yang terkumpul dari bank umum dan BPR/BPRS mencapai Rp19,18 triliun. Angka ini naik 7,78% secara tahunan (yoy), menunjukkan peningkatan partisipasi lembaga keuangan kecil dalam skema penjaminan simpanan.
Jumlah bank peserta penjaminan juga terus bertambah. Hingga kuartal IV 2025, tercatat 1.594 bank yang tergabung, terdiri dari 105 bank umum dan 1.489 BPR/BPRS. Simpanan yang diasuransikan mencapai Rp10.088,61 triliun, naik 13,70% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja Simpanan dan Rekening Bank
Pertumbuhan simpanan tidak hanya terlihat dari nilai total, tetapi juga dari jumlah rekening yang aktif. Di bank umum, jumlah rekening simpanan mencapai 665,43 juta, naik 9,23% yoy. Sementara itu, BPR/BPRS mencatatkan simpanan sebesar Rp180,58 triliun dengan jumlah rekening 15,68 juta.
- Peningkatan jumlah rekening menunjukkan semakin banyak masyarakat yang menggunakan layanan perbankan.
- Peningkatan nilai simpanan mencerminkan kepercayaan publik terhadap sistem perbankan.
Premi Penjaminan dan Program Restrukturisasi
Selain premi reguler, LPS juga menerima premi dari Program Restrukturisasi Perbankan (PRP). Total penerimaan dari PRP periode I dan II tahun 2025 mencapai Rp1,33 triliun.
- Premi PRP digunakan untuk mendukung restrukturisasi bank yang mengalami tekanan likuiditas.
- Dana ini menjadi bagian dari buffer keuangan LPS dalam menangani risiko kegagalan bank.
Penanganan Bank Dalam Resolusi (BDR)
Di kuartal akhir 2025, LPS menangani lima BPR/BPRS yang dicabut izin usahanya. Status Bank Dalam Resolusi (BDR) diberlakukan untuk memastikan proses likuidasi berjalan transparan dan nasabah tetap dilindungi.
- Penetapan status simpanan dilakukan untuk memastikan klaim nasabah dapat diproses.
- Pembayaran klaim dilakukan dalam waktu lima hari kerja sejak izin bank dicabut.
Rincian Klaim Penjaminan Simpanan
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Total simpanan yang ditetapkan | Rp497,67 miliar |
| Jumlah rekening | 48.795 rekening |
| Rekening layak bayar | 46.143 rekening (94,47%) |
| Nilai simpanan layak bayar | Rp468,24 miliar (94,09%) |
| Klaim yang telah dibayarkan | Rp402,07 miliar |
| Jumlah rekening yang telah dibayar | 40.785 rekening |
Pengaduan dan Informasi Nasabah
LPS tidak hanya fokus pada penjaminan, tetapi juga pada pelayanan nasabah. Selama triwulan IV 2025, tercatat 96 pengajuan keberatan dari 47 nasabah terkait 101 rekening dengan nilai total pengajuan mencapai Rp83,20 miliar.
- Nasabah dapat mengajukan keberatan melalui aplikasi yang tersedia di situs resmi LPS.
- Permintaan informasi juga meningkat, dengan 138 permintaan dari 78 nasabah terkait 156 rekening senilai Rp63,70 miliar.
Penyesuaian Tingkat Bunga Penjaminan
Untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, LPS menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) sebesar 25 basis poin. Penyesuaian ini berlaku untuk periode 1 Oktober 2025 hingga 31 Januari 2026.
Rincian TBP Terbaru
| Jenis Simpanan | Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) |
|---|---|
| Simpanan rupiah bank umum | 3,50% |
| Simpanan valuta asing bank umum | 2,00% |
| Simpanan BPR | 6,00% |
Persiapan Program Jangka Panjang
LPS terus mempersiapkan dua program besar sebagai bagian dari pengembangan sistem perlindungan nasabah. Pertama, Program Restrukturisasi Perbankan (PRP) yang sedang dalam tahap penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP).
- Penyusunan regulasi dilakukan secara harmonis untuk memastikan keberlanjutan program.
- Koordinasi lintas lembaga diperkuat untuk mendukung efektivitas PRP.
Kedua, Program Penjaminan Polis (PPP) sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang P2SK. Hingga akhir 2025, LPS telah menyusun rancangan peraturan internal dan memperkuat kapasitas SDM serta infrastruktur teknologi.
- Rancangan peraturan PPP telah disiapkan untuk mendukung implementasi program.
- Peningkatan kapasitas SDM dan sistem informasi menjadi prioritas dalam persiapan ini.
Disclaimer
Data yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari Laporan Kelembagaan LPS Triwulan IV 2025. Angka-angka yang tercantum dapat berubah seiring dengan perkembangan situasi dan kebijakan yang berlaku. Informasi ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran umum mengenai kinerja LPS dan tidak dijadikan sebagai acuan keputusan investasi atau keuangan.
Artikel ini disusun dengan pendekatan jurnalistik profesional namun tetap menjaga keterbacaan yang ringan dan mengalir. Setiap poin disampaikan secara padat dan informatif, cocok untuk pembaca yang mengakses melalui perangkat mobile.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













